Bahaya! Penyakit Keloid Jika Tidak Diobati Secara Cepat

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Bahaya! Penyakit Keloid Jika Tidak Diobati Secara Cepat

penyakit keloid

Tampil dengan kulit yang bersih dan bebas dari bekas luka adalah idaman seluruh wanita maupun pria untuk tampil percaya diri. Bekas luka juga tidak bisa dibiarkan saja, bisa jadi bekas luka tersebut ialah penyakit keloid. Masalah pada kulit yang sering dijumpai pada masyarakat ialah benjolan kehitaman yang timbul di sekitar garis luka. Benjolan ini terjadi karena proses penyembuhan luka yang berlebihan hingga melewati garis luka tersebut.

Bekas luka memang mengganggu penampilan. Ingin mempunyai kulit yang mulus memang tidak semua orang selalu memilikinya. Untuk itu, setiap orang harus menjaga penampilannya. Apalagi bekas luka pada saat jatuh, tidak sedikit orang yang bekas luka tersebut akan hilang. bekas luka yang menonjol biasanya disebut keloid. keloid ini biasanya ada yang besar dan kecil. 

Luka itu tidak terduga. Dapat terjadi dikala asik di dapur, kepentok suatu yang runcing dikala berbenah rumah, terbeset gunting kuku, tumbuhan, akhir kertas yang tajam dan sebagainya. Luka umumnya meninggalkan bekas. Corak kulit yang kehitaman ataupun timbul keloid. Bisakah seluruh ini dihilangkan?

Pada saat kulit kita terluka, jaringan fibroblast kita ataupun lazim pula disebut jaringan parut akan menutupi luka buat memperbaiki serta mencegah luka yang terjadi. Dalam sebagian kasus, jaringan parut ekstra pada cedera akan berkembang dengan sendirinya membuat perkembangan yang lembut serta keras dan keloid. Apabila itu terjadi, hingga jaringan keloid dapat lebih besar dari luka yang sebetulnya. Memanglah keloid tidak beresiko untuk kesehatan kita, namun keloid bisa memunculkan permasalahan kepercayaan diri dengan cara kosmetik pada diri kita.

Apa itu Keloid?

Keloid adalah sisa jaringan parut sehabis menimbulkan luka, yang berkembang dan mengeras. Kondisi ini dapat berukuran lebih besar daripada luka aslinya. Perlahan, ukuran Keloid akan membesar dan menyebar sehingga bisa mengganggu penampilan. Kemunculan Keloid ini bisa memakan waktu 3 hingga 12 bulan. Atau bahkan lebih lama jika berada di bagian bekas luka.

Seberapa Umum Keloid?

Menurut American Osteopatjic College of Dermatology (AOCD), setidaknya 10% orang memiliki penyakit keloid dapat dialami oleh pria maupun wanita. Faktor risiko lainnya meliputi keturunan Afrika, Asia, atau Latin, sedang mengandung dan di bawah usia 30 tahun. Namun, penyakit ini kondisinya dapat ditangani dengan mengurangi fakto-faktor risiko,

 

Apa Saja Gejalanya?

Tanda-tanda dan gejala dari penyakit keloid adalah bervariasi pada masing-masing orang. Gejala umumnya terjadi pada lokasi bekas luka sebelumnya.

Gejala-gejala umum keloid, yaitu:

  • Dimulai dengan bekas luka berwarna merah muda, merah, atau ungu
  • Muncul dan tumbuh dengan lambat
  • Terasa berbeda dengan kulit disekitarnya
  • Menyebabkan rasa sakit dan gatal

Penyebab Munculnya Keloid

Penyakit keloid dapat disebabkan oleh berbagai luka, seperti luka bakar, bekas tindik, bekas operasi, luka tergores, dan luka cakar. Normalnya pada saat Anda mengalami luka, jaringan parut atau fibrosa akan terbentuk diatas kulit yang luka untuk melindungi dan memperbaikinya. Namun, penyakit ini jaringan tersebut justru terus tumbuh hingga menebal berukuran lebih besar daripada luka itu sendiri.

Para ahli meyakini jika keloid diturunkan secara genetik, artinya seseorang akan berpotensi memiliki penyakit tersebut saat terkena luka. Pada sebagian orang, penyakit ini akan muncul pada luka kecil, seperti jerawat pecah dan luka bekas suntik. Jika Anda memiliki faktor keturunan, disarankan tidak melakukan tindik, tattoo, atau melakukan operasi jika kondisinya tidak terlalu mendesak.

Bahaya Jika Penyakit Keloid Tidak Diobati

Munculnya keloid jika tidak obati akan berbahaya. Untuk itu harus diobati dengan tanganan medis agar tidak bahaya untuk kesehatan Anda. Bekas luka ini termasuk ke dalam tumor tapi bukan kanker, sehingga tidak menandakan kondisi kritis yang perlu perawatan segera.

Tetapi, keloid bisa membengkak serta menimbulkan pertanda yang tidak menyenangkan, seperti gatal, sensitif, serta nyeri. Bila keloid yang tercipta menutupi area sendi, hal ini dapat menghalangi gerakan tubuh seorang.

Kapan Harus ke Dokter?

Meski daging penyakit Keloid bersifat jinak, bukan berarti tidak mengganggu. Sebab, dari segi estetika Keloid amat tidak sedap dipandang.

Imbasnya, menghilangkan penyakit Keloid pun harus dilalui. Baik dengan operasi, suntikan, krim, pembalut anti Keloid ataupun sinar laser. Cuma itu? Tentu tidak! Anda juga bisa melakukan perawatan dengan Nano fractional dan Collagen stimulator untuk menghilangkannya.

Silakan Anda pilih mana yang sesuai dengan kocek yang dipunya. Tentukan cara menghilangkan Keloid yang sesuai. Jika sudah, datangi dokter yang sudah berpengalaman menangani Keloid untuk hasil yang optimal. Tujuannya, agar hasil akhir tak mengecewakan dan kulit bisa kembali sedia kala.

Klinik Pandawa merupakan salah satu klinik spesialis Kulit (Dermatology) dan Kelamin (Venereology) terbaik di Jakarta. Klinik Pandawa Jakarta memiliki banyak pasien dengan masalah kulit seperti Keloid dengan berbagai penyebab dan komplikasi. Terdapat banyak pasien yang sudah dipulihkan dan merasa puas dengan pelayanan kami.

Apabila anda membutuhkan informasi lebih lanjut bisa menghubungi nomor whatsapp / SMS / telp 0821-1141-0672 secara Konsultasi Gratis dengan dokter ahli Kami. Kami senang hati melayani Anda, dan segala rahasia medis akan terjamin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

klinik-pandawa-logo-white.png

Tanya Dokter sekarang

Konsultasikan keluhanmu
dengan Dokter Kami yang Berpengalaman