Penyakit Kista Bartholini Menyebabkan Pembengkakan Bibir Vagina
Ilustrasi.

Penyakit Kista Bartholini Menyebabkan Pembengkakan Bibir Vagina

Diposting pada
Kelenjar Bartholini terletak di antara vagina dan vulva (bagian luar alat kelamin wanita) dan menghasilkan cairan yang membantu mengurangi gesekan saat berhubungan seks. Kista bartholini biasanya tidak terlihat namun dapat dilakukan perabaan. Thomas Bartholin (1616-1680), seorang dokter, matematikawan, dan teolog Denmark, adalah orang pertama yang mendeskripsikan kelenjar-kelenjar ini, maka dibuatlah nama kista bartholin. Dan terkenal karena karyanya dalam penemuan sistem limfatik pada manusia.

Kelenjar bartholini merupakan kelenjar yang terletak pada setiap sisi lubang vagina dan kelenjar ini berfungsi mengeluarkan cairan pelumas vagina. Terkadang aliran dari kelenjar ini terhambat dan menyebabkan cairan kembali ke kelenjar dan terjadinya pembengkakan, tidak menimbulkan rasa nyeri yang disebut dengan kista bartholini.

Apa yang dimaksud dengan penyakit kista bartolini ?, Apakah penyebab dan faktor terjadinya penyakit kista bartolini?, Apa saja gejala yang dapat ditimbulkan oleh penyakit kista bartolini ?, Siapakah yang beresiko untuk terkena penyakit kista bartholini ?, Apa bahaya atau komplikasi penyakit kista bartolini apabila tidak segera diobati?, Bagaimana diagnosis dan pengobatan terhadap penyakit kista bartolini?, Dan bagaimana pengobatan penyakit kista bartolini di klinik pandawa jakarta ?.

 

Apa Yang Dimaksud Dengan Penyakit Kista Bartolini?

Penyakit kista bartholini merupakan suatu kantung atau benjolan berisi cairan kecil yang terletak di sisi lubang vagina (bibir vagina). Pada umumnya kista tidak dapat terlihat oleh mata, namun dapat merasakannya dengan rabaan. Biasanya akan teraba lunak dan tidak nyeri serta tidak menimbulkan masalah namun apabila dibiarkan terlalu lama akan menyebabkan masalah yang serius. Penyakit kista bartholini, atau kista duktus bartholini terjadi ketika saluran kelenjar bartholini tersumbat dan menghasilkan kista yang berkembang berisi cairan. Terkadang dapat disebabkan oleh infeksi, tetapi kista Bartholini bukanlah infeksi.

Kista bartholini adalah pembengkakan berisi cairan pada salah satu kelenjar bartholin. Kelenjar bartholini berada di setiap sisi pembukaan vagina di bibir labia dan mengeluarkan cairan pelumas vagina. Cairan membantu melindungi jaringan vagina selama hubungan seksual. Kista bartholini tidak umum dan biasanya berkembang pada wanita usia reproduksi setelah pubertas dan sebelum menopause. Sekitar 5 persen wanita akan memiliki kista bartholini dalam hidup mereka.

 

Apakah Penyebab dan Faktor Terjadinya Penyakit Kista Bartolini?

Kelenjar bartholini juga dikenal dengan kelenjar vestibular utama yaitu pasangan kelenjar antara vagina dan vulva yang menghasilkan pelumas ketika dirangsang dan membantu dalam hubungan seksual dengan mengurangi gesekan. Cairan yang mengalir dari kelenjar bartholini ini masuk ke bagian bawah pintu masuk vagina. Jika ada sumbatan di saluran ini, maka pelumas akan menumpuk dan berkembang membentuk kista yang disebut dengan kista bartholini.
Meskipun kista bartholini tidak ditularkan melalui hubungan seksual, namun gonorhea merupakan penyebab umum terjadinya kista bartholini.

Jadi penyebab utama kista bartholini adalah ketika cadangan cairan dan saluran menjadi tersumbat. Saluran dapat tersumbat karena cedera atau iritasi, serta pertumbuhan kulit ekstra. Dalam beberapa kasus, infeksi juga dapat menyebabkan pertumbuhan kista. Bakteri yang dapat menginfeksi kista bartholini termasuk Escherichia coli, gonore dan klamidia. Meskipun wanita dari segala usia bisa memiliki penyakit kista, tapi lebih sering terjadi pada wanita usia reproduksi antara usia 20 dan 29 tahun.

 

Apa Saja Gejala Yang Dapat Ditimbulkan Oleh Penyakit Kista Bartolini ?

Tanda dan gejala yang dapat ditimbulkan oleh penyakit kista bartholini ketika masih kecil dan tidak terinfeksi akan berbentuk benjolan tanpa rasa sakit dan teraba lunak mungkin tidak akan terlalu diperhatikan. Namun jika kista bartholini ini terinfeksi dan tumbuh, maka ukuran kista bartholini dapat membesar dalam kurun waktu beberapa jam atau hari dan menyebabkan infeksi disebut bartholinitis, pembengkakan disertai dengan munculnya nanah (abses) akan terasa sakit disebut abses bartholinitis. Sehingga menyebabkan penderita kesulitan untuk duduk, berjalan, atau berhubungan seksual.

Gejala umum yang mungkin terjadi seperti :

  • Benjolan kecil yang tidak nyeri di dekat pembukaan atau lubang vagina
  • Kemerahan dekat pembukaan vagina
  • Bengkak di dekat pembukaan vagina
  • Kista Bartholini kecil mungkin tidak menimbulkan gejala apa pun
  • Jika kista sudah terinfeksi (bartholinitis) maka akan teraba lunak, nyeri, keluarnya pus atau nanah yang mengalir dari kista (abses bartholinitis), demam, dan menggigil.
  • Ketika kista terinfeksi, itu disebut sebagai abses.
  • Ketidaknyamanan saat berjalan atau duduk
  • Nyeri saat berhubungan seksual
  • Demam
  • Adanya pembengkakan atau memerah pada bibir vagina
  • Kista bartholini biasanya muncul hanya pada satu sisi bibir vagina.
  • Kista Bartholini dapat tumbuh kira-kira sebesar kacang polong hingga sebesar telur, atau dengan diameter sekitar 0,2 hingga 1 inci. Dan tumbuh dengan lambat.

 

Siapakah Yang Beresiko Untuk Terkena Penyakit Kista Bartholini ?

Kista Bartholini pada umumnya terjadi pada wanita nullipara (belum pernah melahirkan) dan usia subur. Seorang wanita yang cenderung memiliki kista bartholini ketika :

  • Pada usia muda sudah aktif melakukan hubungan seksual
  • Belum pernah hamil
  • Riwayat memiliki kista bartholini sebelumnya
  • Riwayat infeksi menular seksual
  • Riwayat pembedahan vulva

 

Apa Bahaya Atau Komplikasi Penyakit Kista Bartolini Apabila Tidak Segera Diobati?

Apabila penyakit kista bartholini dibiarkan saja maka akan sangat berbahaya untuk seorang wanita. Beberapa komplikasi akibat penyakit kista bartholini adalah :

  • Sel-sel kelenjar yang ada didalam serviks akan tumbuh di luar serviks dan mengakibatkan peradangan atau infeksi serius.
  • Terjadinya infeksi pada kista bartholini akan membuat kumpulan nanah yang sangat menyakitkan dan disebut juga abses.
  • Tanda-tanda terjadinya abses adalah merah, bengkak, terasa panas dan lembut.
  • Terjadinya infeksi yang masuk ke pembuluh darah yang menyebar ke seluruh tubuh, sehingga terjadi sepsis (keracunan darah).
  • Jika telah terjadi sepsis maka pengobatan dan penanganan pun akan lebih sulit dan memakan waktu yang lama, hingga mungkin akan terjadinya
  • Jika anda berusia di atas 40 tahun atau pascamenopause dengan kista bartolini maka sel-sel tersebut dapat bersifat kanker.

 

Bagaimana Menegakkan Diagnosis Dan Pengobatan Terhadap Penyakit Kista Bartolini?

Untuk menegakkan diagnosa kista bartholini gampang-gampang susah. Pertama-tama dokter akan melakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik dengan perabaan pada area kelenjar bartholini. Biasanya pasien akan menjelaskan bahwa ada benjolan di bibir vaginanya.

Penting bagi wanita untuk melakukan pemeriksaan rutin pada daerah bibir vagina terutama apabila ditemukan benjolan agar mengetahui penyakit apa. Dokter biasanya dapat mendiagnosis kista bartholini setelah mengevaluasi riwayat medis dan melakukan pemeriksaan bibir vagina dan panggul. Jika anda memiliki kista bartholini yang terinfeksi, maka dokter perlu mengambil sampel cairan vagina untuk menentukan apakah ada penyakit menular seksual. Jika anda berusia di atas 40 tahun atau pascamenopause, dokter mungkin akan melakukan biopsi untuk memeriksa sel kanker.

Perihal pengobatan penyakit kista bartolini ini membutuhkan penanganan dan pengobatan yang tepat dari dokter yang profesional serta terlatih pada bidangnya. Seringkali penyakit kista bartholini tidak berdiri sendiri dan terkadang ada infeksi lainnya. Pengobatan secara medis tidak dapat dilakukan sendiri tanpa pengawasan dokter, oleh karena itu dibutuhkan pemeriksaan dan pengujian lebih lanjut terhadap penyakit kista bartholini agar didapatkan hasil yang akurat dan penanganan yang tepat. Tindakan operatif biasanya dilakukan untuk kista bartholini yang membesar dan terbentuk abses (abses bartholinitis)

 

Bagaimana Pengobatan Penyakit Kista Bartolini Di Klinik Pandawa Jakarta ?

Kami klinik pandawa yang berada dijakarta pusat memiliki banyak pasien dengan penyakit kista bartolini, abses bartholinitis disertai berbagai komplikasi dan penyebab. Klinik Pandawa juga memiliki dokter ahli dan berpengalaman dalam menangani penyakit kista bartolini (abses bartholinitis) ataupun penyakit kulit dan kelamin lainnya. Banyak pasien yang telah berhasil disembuhkan dan menyatakan puas dengan pelayanan medis yang kami berikan. Biaya berobat di klinik pandawa juga relatif terjangkau dan murah. Fasilitas yang dimiliki oleh klinik pandawa antara lain semua ruangan full AC, parkir luas dan gratis, tersedia  laboratorium, apotik, rontgen dan USG, memiliki alat medis modern termasuk alat laser.

Apabila anda membutuhkan informasi dan pengobatan lebih lanjut, silahkan anda bisa berkonsultasi online gratis dengan dokter kami dengan cara klik tombol Whatsapp / SMS / Telp. Kami dengan senang hati melayani anda. Segala rahasia medis anda akan terjamin.


Disclaimer: “Hasil pengobatan mungkin tidak persis sama karena tergantung situasi dan kondisi pasien”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *