Waspada Infeksi Menular Seksual, Penyakit Klamidia Disebabkan Oleh Bakteri Berbahaya!

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Penyakit Klamidia disebabkan oleh bakteri
Penyebab Klamidia disebabkan oleh hubungan seksual yang tidak aman dan sehat. Berganti-ganti pasangan menjadi salah satu faktor utamanya.

 

Pernah mendengar tentang infeksi menular seksual dari penyakit klamidia? Penyakit Klamidia disebabkan oleh bakteri Chlamydia Trachomatis. Bakteri klamidia ini biasanya menginfeksi seseorang pada saluran kemih, serviks (mulut rahim), tenggorokan, dan pada mata. Bakteri ini dapat berpindah dari satu orang ke lainnya dengan berhubungan intim, baik vaginal maupun anal.

 

Apa itu penyakit Klamidia?

Klamidia merupakan penyakit menular seksual (PMS) yang menginfeksi organ reproduksi melalui bakteri Chlamydia trachomatis. Penyakit menular ini dapat menyerang pria maupun wanita melalui hubungan seksual. Penyakit Klamidia disebabkan oleh bakteri ini bisa menginfeksi serviks (leher rahim), anus, saluran kencing, mata, dan tenggorokan.

 

Penyebab Penyakit Klamidia

Penyakit Klamidia disebabkan oleh bakteri Chlamydia Trachomatis ini ditularkan melalui hubungan intim yang tidak aman, seperti:

  • Memiliki pasangan intim lebih dari satu.
  • Pernah mengidap penyakit menular seksual.
  • Berhubungan intim dengan menggunakan alat bantu yang tidak bersih.
  • Aktif secara seksual sebelum usia 18 tahun.

 

Apa Gejala yang Ditimbulkan dari Penyakit Klamidia?

Tanda awal dari penyakit ini adalah rasa sakit pada organ kelamin, dan keluarnya cairan dari Miss V atau Mr P. Gejala akan terlihat beberapa minggu setelah Anda terinfeksi. Gejala yang muncul dapat berupa:

  • Rasa nyeri yang timbul pada penis dan vagina
  • Demam ringan.
  • Keluarnya cairan yang tidak normal pada vagina.
  • Timbulnya rasa sakit selama berhubungan intim.
  • Pembengkakan pada area vagina dan penis.
  • Sakit pada perut bagian bawah.
  • Adanya perdarahan setelah berhubungan intim.

 

Klamidia sebenarnya tidak hanya menginfeksi alat kelamin. Tetapi, penyakit klamidia juga bisa menginfeksi mata dan menyebabkan terjadinya konjungtivitis jika cairan vagina atau sperma yang terinfeksi terkena mata. Akhirnya mata pun terasa perih, bengkak, iritasi, hingga mengeluarkan cairan.

 

Bagaimana Cara Penularan Penyakit Klamidia?

Seperti yang telah dijelaskan, Klamidia disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis, bakteri yang ditularkan pengidapnya melalui hubungan seksual tanpa pengaman. Penularan ini bisa melalui hubungan intim baik oral, anal, vaginal, maupun hanya saling bersentuhan alat kelamin. Bahkan, bakteri ini juga dapat ditularkan melalui alat bantu seks, atau yang tidak dicuci sampai bersih setelah digunakan.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah, bakteri chlamydia ini tidak bisa menular melalui kontak fisik dengan pengidap seperti pelukan, menggunakan peralatan makan bersama, berbagi handuk, ciuman, berenang bersama, serta mandi dan menggunakan toilet yang sama.

Faktor penularan tersebut akan makin meningkat jika seseorang pernah mengidap penyakit menular seksual, berganti-ganti pasangan seksual, berhubungan intim tanpa menggunakan pengaman, dan yang telah aktif secara seksual sebelum usia 18 tahun.

                       

Bahaya Penyakit Klamidia

Penyakit Klamidia dapat menyebar dan menimbulkan komplikasi kesehatan dalam jangka panjang jika tidak segera ditangani. Akibat penyakit klamidia ini menimbulkan beberapa bahaya dan komplikasi yang dapat terjadi, antara lain:

  1. Reactive arthritis, yaitu peradangan pada persendian yang kebanyakan dialami oleh pria dibandingkan wanita.
  2. Penyakit radang panggul, yaitu infeksi pada ovarium, rahim dan tuba fallopi. Bila tak ditangani, kondisi ini dapat meningkatkan risiko kehamilan ektopik atau pertumbuhan janin di luar rahim dan keguguran yang tentunya berbahaya.
  3. Epididimitis, yakni peradangan dan pembengkakan pada epididimis yang merupakan bagian dari sistem reproduksi pria dan saluran untuk mengalirkan sperma dari testikel.
  4. Servisitis, yakni peradangan pada leher rahim atau serviks. Gejala kondisi ini bisa berupa sakit pada perut bagian bawah, sakit saat berhubungan intim, serta perdarahan saat atau usai berhubungan intim.
  5. Uretritis, yaitu peradangan pada saluran pembuangan urine atau uretra. Kondisi ini biasanya ditandai dengan gejala seperti terasa sakit atau perih saat buang air kecil, kulup atau ujung Mr P mengalami iritasi dan terasa sakit, ujung Mr P mengeluarkan cairan kental berwarna putih, dan tidak mampu menahan buang air kecil.

 

Pengobatan Penyakit Klamidia di Klinik Pandawa

Pengobatan penyakit Klamidia dapat Anda temukan di Klinik Pandawa. Beragam penyakit menular seksual seperti penyakit kencing nanah (gonore), penyakit raja singa (sifilis), kutil kelamin, dan sebagainya dapat diatasi bersama dokter spesialis kulit dan kelamin.

Bila Anda mengalami tanda dan gejala diatas, segeralah kunjungi klinik kulit dan kelamin terpercaya untuk mencari tahu penyebabnya. Hal yang dilakukan utamanya di klinik pandawa adalah melakukan diskusi langsung dan melakukan tes skrining atau cek laboratorium untuk mengetahui bakteri dan penyebab lainnya.

Apabila Anda membutuhkan informasi dan pengobatan lebih lanjut segera hubungi layanan konsultasi dokter online gratis di 0821-1141-0672 whatsapp/ SMS/ Tlp atau klik disini. Kami siap melayani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *