Kenali Gejala Penyakit Melasma Di Wajah

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

penyakit melasmaTanpa disadari banyak wanita mengalami penyakit melasma. Gangguan kulit ini banyak terjadi pada mereka yang merupakan ras keturunan Latin/Hispanik, Afrika-Amerika, Afrika Utara, India, Asia, Mediterania dan Timur Tengah. Berdasarkan data yang dilansir oleh American Academy of Dermatology, sekitar 90 persen orang penderita Melasma adalah wanita. Rata-rata wanita tersebut berkulit gelap dan cenderung berada di daerah yang terpapar sinar matahari.

 

Apa itu Melasma?

Rata-rata penyakit Melasma banyak dialami oleh kaum wanita yang mengalami kulit gelap. Penyakit kulit yang satu ini memang bisa mengurangi tingkat percaya diri. Ya, sebab Chloasma atau Melasma muncul dengan bercak noda cokelat hingga abu-abu di wajah. Yakni di pipi, batang hidung, dahi, dagu, dan di atas bibir.

Selain itu, melasma juga dapat timbul di bagian tubuh lainnya, seperti pada leher dan lengan bawah maupun bagian tubuh lainnya yang sering terpapar sinar matahari. Tapi jangan khawatir, Melasma bisa diidentifikasi. Caranya, dengan mengurangi faktor risiko yang menimbulkan terjadinya penyakit tersebut. Salah satunya, hindari terpaan sinar matahari secara langsung dan terus-menerus.

 

Gejala Melasma

Gejala penyakit melasma dapat terjadi sebagai akibat dari paparan sinar ultraviolet dari matahari yang terus menerus. Jika Anda mempunyai bercak berwarna di beberapa bagian kulit Anda, bisa jadi bercak tersebut adalah Melasma. Apalagi jika posisi bercaknya berada simetris pada kedua sisi wajah Anda.

Dan bila tanda-tanda itu semakin jelas berwarna kecokelatan, maka Anda bisa mencoba untuk mengkonsultasikan ini ke dokter spesialis kulit yang profesional. Pasalnya, kondisi tubuh setiap orang akan bereaksi dengan cara berbeda.  Walhasil, berdiskusi dengan dokter menjadi pilihan bijak untuk menjadikan sesuatunya jauh lebih baik.

 

Penyebab Melasma

Perubahan hormon bisa membuat Melasma muncul dan menghinggapi kaum hawa. Beberapa kondisi penyakit Melasma disebabkan oleh adanya sel-sel pembuat warna di kulit (melanosit) yang memproduksi terlalu banyak warna. Akibatnya, muncul warna kulit yang tak biasa dan berbeda dibandingkan kulit sekitarnya.

Dalam beberapa kasus, orang berkulit gelap lebih rentan terkena Melasma. Sebab, orang berkulit gelap memiliki melanosit yang lebih aktif daripada orang berkulit cerah. Adapun faktor  penyebab melasma antara lain:

Sinar ultraviolet (UV) yang bersumber dari matahari dapat merangsang melanosit. Terpaan sinar matahari ini bahkan bisa membuat Melasma kembali muncul, bila sebelumnya sudah mulai menghilang. Otomatis, Melasma pun kembali muncul kembali.

Sementara untuk perubahan hormon, wanita hamil dapat mudah terserang melasma. Karena hormone bisa menjadi pemicu kondisi melasma timbul. Tak cuma itu, pil KB juga dapat memicu kondisi yang sama.

Melasma mempunyai kecenderungan genetik. Hal ini bukan berarti penyakit melasma akan serta merta diturunkan kepada keluarganya. Akan tetapi, mereka yang memiliki riwayat keluarga yang menderita melasma, akan lebih rentan pula terkena penyakit melasma.

Faktor-faktor yang dapat memicu timbulnya melasma, antara lain:

  • Paparan sinar matahari. Sinar ultraviolet (UV) yang ada pada sinar matahari diduga dapat menstimulasi melanosit. Paparan sinar matahari akan bisa memperburuk keadaan melasma. Selain itu juga dapat menyebabkan melasma yang sudah sembuh menjadi kambuh kembali.
  • Hormon yang berubah. Misalnya ketika seorang wanita hamil, hormone replacement therapy, penggunaan kontrasepsi hormonal, dan sebagainya. Hal ini dapat membuat wanita juga lebih rentan terserang melasma. Choasma merupakan istilah medis yang menggambarkan melasma ketika wanita sedang hamil.
  • Produk perawatan kulit. Produk-produk perawatan kecantikan yang menyebabkan iritasi kulit akan bisa memperburuk keadaan melasma seseorang.

 

Diagnosis Melasma

Pada umumnya, penyakit melasma dapat dikenali melalui persebaran area kulit yang mempunyai pigmentasi berlebih pada bagian tubuh yang rentan terkena (biasanya bagian wajah). Dokter juga dapat menggunakan bantuan alat yang dikenal dengan nama Wood’s light untuk mencermati kedalaman melasma dari permukaan kulit wajah. Biopsi kulit juga dapat dilakukan untuk membantu menyingkirkan diagnosis gangguan kulit lainnya.

 

Pengobatan Melasma di Klinik Pandawa

Pengobatan Melasma bisa dilakukan dengan laser Lutronic Spectra XT. Dengan berbagai kondisi penyakit Melasma, pengobatannya pun beragam. Ada yang menggunakan salep untuk menghilangkan Melasma. Ada pula yang memakai teknologi Laser dengan Lutronic Spectra XT yang memiliki panjang gelombang 595nm dan 1064nm.

Alat canggih ini bisa menghilangkan Melasma dalam 8-10 perawatan. Bergantung dari luas area bercak melasma yang ingin dihilangkan. Sementara untuk rentang waktu di setiap perawatan berkisar 1-2 minggu. Sementara prosedur lain untuk menghilangkan Melasma bisa dilakukan. Diantaranya, dapat memakai cara pengelupasan kimia (seperti asam glikolat), dermabrasi maupun mikrodermabrasi. Oiya, prosedur perawatan kecantikan dengan model ini hanya dapat dilakukan oleh dokter ahli. Jika tidak, akan muncul masalah kulit baru yang bisa membuat kulit iritasi.

Klinik Pandawa sebagai salah satu klinik kecantikan terbaik di kota Jakarta menyediakan layanan untuk pengobatan penyakit melasma. Dokter yang berpengalaman, alat-alat kesehatan yang modern, dan fasilitas yang memadai menjadikan Klinik Pandawa pilihan tepat bagi Anda yang ingin melakukan pengobatan penyakit melasma. Dokter di Klinik Pandawa akan menyarankan pengobatan atau tindakan medis yang tepat untuk menangani penyakit melasma yang Anda alami.

Apabila Anda memerlukan informasi lebih lanjut, Anda dapat berkonsultasi online dengan dokter ahli Kami secara gratis di nomor 0821-1141-0672/021-62313337 (telepon/SMS/WA) atau klik konsultasi

One Response

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *