Infeksi Kelamin Bisa Sebabkan Penyakit Radang Panggul pada Wanita

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

penyakit radang panggul

Sahabat pandawa kamu sering alami nyeri panggul saat datang bulan, darah yang keluar cenderung banyak dan masa haid kurang teratur atau bahkan lama? Kemungkinan kamu mengalami gangguan atau penyakit radang panggul atau istilah medisnya Pelvic Inflammatory Disease. Nyeri pinggul yang kamu alami bila berlangsung berbulan-bulan bisa dikategorikan nyeri panggul kronis. Namun kalau nyeri tersebut hanya sesekali masih terbilang ringan. Tapi kamu wajib memperhatikan gangguan pinggul ini lho…

Pasalnya gangguan ini bisa merusak sistem reproduksi yang bisa mengakibatkan gangguan kehamilan. Diketahui pula pemicunya yakni ditemukannya bakteri atau infeksi kelamin yang memicu serangan radang panggul. Sebab itu, kamu sebaiknya datangi dokter ahli untuk mendapatkan penanganan yang tepat agar tidak berkomplikasi lebih parah.

Apa Itu Penyakit Radang Panggul?

Penyakit radang panggul dengan nama medis Pelvic Inflammatory Disease (PID) ini sering kali dialami oleh seorang wanita yang telah aktif beraktivitas seksual dengan usia rata-rata 15 hingga 25 tahun ke atas.

Penyakit radang panggul atau PID ini juga sering timbulkan nyeri di area panggul atau perut bawah. Salah satu penyebab gangguan ini yakni adanya infeksi bakteri akibat infeksi menular seksual.

Meski pria juga bisa alami nyeri panggul, gangguan ini lebih berbahaya pada wanita. Sebab infeksi terjadi di area reproduksi tepatnya di panggul. Di mana panggul meliputi tuba falopi, ovarium, serviks, dan rahim. Bisa kebayang dong, kalau kamu mengalaminya berbulan-bulan. Radang panggul ini menjadi salah satu mimpi buruk bagi setiap wanita, sebab cukup membahayakan dan meresahkan.

Bagi yang aktif melakukan seksual, berganti-ganti pasangan, dan melakukan seks bebas, perlu berhati-hati dengan salah satu penyakit kewanitaan ini. Untuk penanganannya pun kamu harus mencari tahu dahulu penyebab penyakit radang panggul terjadi.

Apa Penyebab Penyakit Radang Panggul?

Dibeberapa kasus yang ditemukan, gangguan panggul ini disebabkan oleh infeksi bakteri yang menyebar di area vagina ataupun leher rahim (serviks), hingga pada ovarium.

Rata-rata bakteri chlamydia trachomatis dan gonore penyebab infeksi menular seksual menjadi dalang penyakit radang panggul ini terjadi. Adapula beberapa infeksi lain yang bisa memicu gangguan panggul ini seperti herpes simplex virus (HSV), gardnerella vaginalis (vaginosis bakterialis), ataupun mycoplasma genitalium.

Selain bakteri penyebab penyakit kelamin, ada juga beberapa kondisi lain yang berpotensi meningkatkan risiko radang panggul pada wanita.

Misalnya saja, bakteri yang mungkin saja masuk ke vagina saat melahirkan, aborsi, memasang alat KB spiral, atau menjalani prosedur untuk menangani keguguran.

Baca juga: Sariawan di Vagina, Gangguan Kewanitaan yang Kerap Disepelekan

Apa saja Gejala Radang Panggul?

Perlu diketahui pada tiap wanita bisa saja mengalami tanda yang berbeda-beda, atau bahkan tidak mengalami tanda sama sekali. Dan banyak wanita yang tidak menyadarinya. Adapun beberapa tanda-tanda atau gejala radang panggul, diantaranya:

  • Demam
  • Nyeri panggul atau perut bagian bawah
  • Nyeri ketika buang air kecil
  • Nyeri saat berhubungan seksual (dispareunia)
  • Keluar perdarahan di luar menstruasi atau setelah berhubungan seksual
  • Menstruasi menjadi lebih deras dan lebih lama (menorrhagia)
  • Mual dan muntah
  • Mudah merasa lelah atau tidak enak badan
  • Keputihan menjadi lebih banyak, serta berubah warna menjadi kekuningan atau kehijauan
  • Bau tak sedap

Dengan kamu telah mengetahui gejala radang panggul di atas, semoga kedepannya kamu bisa lebih waspada dan jangan ragu untuk konsultasikan segera ke dokter ahli di bidangnya.

Baca juga: Ketahui Ciri-ciri Radang Panggul yang Berbahaya Bagi Wanita

Faktor risiko

Risiko mengalami penyakit radang panggul akan semakin besar apabila kamu memiliki beberapa faktor diantaranya:

  • Wanita, Berusia kurang dari 15-25 tahun
  • Aktif secara seksual
  • Berganti-ganti pasangan seksual
  • Memiliki pasangan yang berganti-ganti pasangan seksual
  • Berhubungan seksual tanpa pengaman
  • Melakukan douching vagina atau cuci vagina secara rutin
  • Memiliki riwayat penyakit kelamin ataupun infeksi menular seksual
  • Penggunaan alat kotrasepsi IUD

Baca juga: Nyeri Panggul: Gejala, Penyebab, Diagnosis dan Cara Mengobati

Komplikasi Radang Panggul

Bila kamu mengalami gejala gejala radang panggul yang mencurigakan dan tidak menanggapi cepat, maka ada beberapa hal yang berpotensi memicu komplikasi. Sejumlah komplikasi yang bisa terjadi sepert:

  1. Area panggul alami sakit yang berkepanjangan bisa berminggu minggu bahkan berbulan bulan.
  2. Abses atau bisul di area tuba falopi, rahim, maupun ovarium. Bila tak ditangani maka akan membahayakan nyawa.
  3. Kehamilan ektopik atau janin yang berada di luar rahim.
  4. Kesulitan hamil. Tentunya bila tak tertangani dengan cepat maka penyakit radang panggul ini bisa sebabkan infertilitas atau gangguan kesuburan.

Baca juga: Peremajaan Vagina dengan PRP Ampuh Kembalikan Kepercayaan Diri

Bagaimana dengan pemeriksaannya?

Untuk menjalani pengobatan, sebelumnya kamu akan diajak untuk menjalani beberapa pemeriksaan. diantaranya seperti;

  • Pemeriksaan panggul dan kondisi fisik. Pemeriksaan ini bertujuan untuk melihat ada atau tidaknya rasa nyeri pada leher rahim (serviks), rahim, maupun ovarium dan tuba falopi. Selanjutnya juga dokter akan menanyakan aktifitas seksual kamu.
  • Pemeriksaan sampel vagina. Dokter akan mengambil sedikit sempel cairan vagina untuk diperiksa di bawah mikroskop. Melalui langkah ini akan diketahui adakan penyebab bakteri atau penyakit lain pemicu radang panggul.
  • Tes darah. Melalui tahap pengambilan darah untuk memastikan keberadaan infeksi menular seksual dan lainnya.

Apabila hasil pemeriksaan di atas memperlihatkan bahwa kamu memang mengalami gejala radang panggul, dokter akan memberikan antibiotik untuk menyembuhkannya. Obat ini harus dihabiskan sesuai dengan anjuran dokter agar tidak memicu komplikasi resistensi antibiotik.

Kamu pun jangan khawatir, gangguan panggul ini bisa disembuhkan. Sebab itu, segera periksakan kondisi kamu ke dokter ahli apabila mengalami kondisi yang mencurigakan. Jangan sampai nyeri panggul ini berlarut-larut hingga berujung pada komplikasi yang tidak diinginkan.

Pengobatan Radang Panggul di klinik pandawa

Jika sahabat pandawa merasakan salah satu gejala radang panggul (pelvic inflammatory disease) akhir-akhir ini, jangan ragu untuk konsultasikan pada dokter. Semakin cepat dideteksi maka akan semakin cepat dilakukannya pengobatan.

Informasi dan pengobatan lebih lanjut, silakan berkonsultasi dengan layanan kami secara gratis di melalui 0821-1141-0672/ 021-62313337 atau dapat mengklik link KONSULTASI GRATIS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *