Kenali Penyakit Rubella atau ‘Cacar Jerman’ yang Menular

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

penyakit rubella

Para orang tua perlu waspada dengan keberadaan penyakit rubella. Beberapa tahun silam penyakit rubella sempat ramai apalagi hingga pertengahan tahun 2018 dimana sekitar 5737 orang positif terjangkit dan kebanyakan menyerang anak-anak dan remaja.

Dengan begitu, penting untuk lakukan vaksin atau imunisasi agar melindungi anak-anak, khususnya balita, dari penyakit-penyakit yang mudah menjangkit saat masa pertumbuhannya.

Pasalnya penyakit rubella atau campak jerman ini menyerang anak-anak bahkan ibu hamil. Di mana pada ibu hamil bisa menimbulkan gangguan janin yang dikandungnya.

Penyebaran virusnya begitu cepat melalui percikan air liur atau droplet di udara yang dikeluarkan pengidap, juga dengan bersin maupun batuk. Apalagi lewat penggunaan alat makan bersama atau bergantian, menyentuh mata, memegang hidung dan mulut setelah menyentuh benda-benda yang terkontaminasi virus rubella.

                                         

Apa itu penyakit rubella?

Penyakit rubella yang menular ini disebabkan oleh virus. Dikenal dengan campak Jerman, faktanya virus yang membawa penyakit rubella ini cukup berbeda dengan penyakit campak pada biasanya.

Pada tahun 2020 ini Indonesia pun berkomitmen dalam pengurangan penyakit campak (measles) dan pengendalian penyakit Rubella (Congenital Rubella Syndrome). Strategi salah satunya yaitu dengan melaksanakan Kampanye dan Introduksi Imunisasi MR atau Measles Rubella.

Tubuh demam serta adanya ruam-ruam merah pada kulit menjadi tanda awal kemunculannya. Sebagian besar virus ini sering menyerang anak-anak hingga orang dewasa yang mana memiliki daya tahan tubuh yang rendah.

Penyakit ini bisa saja menyerang balita yang belum diberi vaksin campak, gondok, ataupun rubella. Dengan begitu penting melaksanakan vaksin sejak awal, begitupun pada keluarga baru yang mendambakan keturunan, ada baiknya melakukan skrining kesehatan secara menyeluruh.

                                                                                                                                                                          

Fakta pada Ibu Hamil

Rubella bawaan sindrom virus (CRS) dapat ditularkan melalui udara ketika orang-orang yang menderita batuk atau bersin. Tubuh manusia menjadi tempat satu-satunya yang nyaman untuk virus rubella ini berdiam.

Rubella cukup berbahaya bagi ibu hamil dan janin, sebagaimana telah disebutkan. Bagi orang yang belum melakukan vaksin virus rubella atau imun tubuh sedang kurang fit mempunyai risiko besar untuk terkena penyakit ini.

Pada ibu hamil bisa berbahaya pada awal kehamilan, apalagi pada 12 minggu pertama atau trimester pertama. Dimana, virus rubella yang ada ditubuh ibu hamil bisa memengaruhi banyak hal yang mungkin terjadi pada bayi yang sedang berkembang.

Ketika ibu hamil mengidap virus ini kemungkinan bayi nya mengalami cacat lahir seperti anak mengalami gangguan pendengaran, penglihatan, cacat jantung, atau berat badan lahir rendah. Ketika kamu berada di tahap komplikasi, kemungkinan bayi bisa mengalami kerusakan otak, pneumonia, autisme, diabetes mellitus.

 

Gejala penyakit rubella

Dari data WHO diketahui bila ada setidaknya 100.000 bayi di dunia yang terlahir dengan sindrom rubella kongenital atau CRS.

Dibanding orang dewasa, anak yang terinfeksi penyakit rubella bisa mengalami gejala yang lebih ringan. Beberapa pengidap diantaranya bisa saja tak merasakan gejala meski secara tak langsung bisa menularkan virus rubella pada orang lain di sekitaranya.

Begitupun pada ibu hamil yang tidak sadar bila sudar terpapar virus rubella, maka otomatis juga janinnya terinfeksi virus ini.

Virus rubella memerlukan waktu selama 14 hingga 21 hari sejak terjadi kontak hingga menimbulkan gejala. Kemudian, virus rubella ini bisa menular ke seluruh tubuh dan menularkan orang lain dan membutuhkan rentan waktu 5 hari hingga 1 minggu. Berikut beberapa tanda atau gejala umum dari rubella meliputi;

  • Demam;
  • Sakit kepala;
  • Hidung tersumbat atau pilek;
  • Tidak nafsu makan;
  • Mata merah;
  • Bengkak pada kelenjar getah bening di telinga dan leher;
  • Ruam atau bintik kemerahan di tubuh menyebar ke area wajah, tangan, dan kaki;
  • Nyeri persendian.

Penyebaran dan Penularan Virus Rubella

Seperti yang telah disebutkan di atas, virus rubella ini dapat menyebar sangat cepat dan bisa ditularkan melalui udara. Kamu pun harus mewaspadai karena virus rubella bisa saja berpindah dari individu ke individu lainnya melalui media udara seperti yang sudah disebutkan tadi.

Air liur pun diketahui menjadi media utama penyebaran dan penularan penyakit rubella ini. Terapkanlah gaya hidup sehat dan biasakan untuk tidak berbagi barang atau peralatan makanan karena bisa saja membuat virus rubella berpindah dengan cepat.

Dalam upaya menghindari penularan, sebaiknya pengidap rubella tidak beraktivitas ke luar dahulu sebelum benar-benar pulih dan sembuh.

 

Diagnosis

Awalnya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik terlebih dulu secara menyeluruh guna melihat keadaan dari penyakit ini. Terkadang juga dokter akan melakukan pengambilan sampel air liur ataupun darah, yang kemudian akan dilakukan pemeriksaan di laboratorium.

Penanganan di Klinik Pandawa

Jangan ragu untuk konsultasi dengan dokter ahli di Klinik pandawa apabila diantara kamu merasakan gejala atau tanda-tanda seperti di atas.

Penanganan yang tepat bisa meminimalisir risiko lebih parah, maka pengobatan mesti dilakukan lebih cepat.Klinik pandawa ahli mengatasi segala keluhan penyakit kulit, cacar api, herpes kulit dan penyakit kelamin.

Silakan klik Konsultasi Online Gratis untuk berkonsultasi gratis dengan dokter Kami atau hubungi melalui WA/ SMS/ TLP di nomor 0821-1141-0672. Kami siap melayani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *