Scabies atau Kudis, Penyakit Kulit yang Buat Resah dan Menular

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

penyakit scabies

Sahabat pandawa pernah mendengar penyakit kulit scabies? Penyakit scabies ini sebenarnya lebih dikenal dengan kudis. Dimana disebabkan oleh tungau atau kutu bernama Sarcoptes Scabiei. Tungau ini bisa membuat kulit terasa gatal, nyeri dan bisa menular ke orang lain yang berdekatan.

Biasanya di malam hari atau di kulit dengan kelembapan yang tinggi membuat kulit terasa amat gatal. tungau ini masuk dalam kulit menjalar ke seluruh tubuh. Sehingga satu badan bisa saja terasa gatal. Penyebab kemunculan tungau ini pun banyak, untuk itu menjaga kesehatan dan kebersihan perlu diutamakan. Salah satunya yaitu menjaga kesehatan yakni dengan menjaga kebersihan tubuh maupun pakaian.

Agar sahabat pandawa mengetahui lebih dalam mengenai penyakit scabies ini, berikut klinikpandawa.com telah rangkum untuk kamu semua seputar penyakit kulit ini.

 

Penyakit Scabies

Seperti yang sudah disebutkan di atas, bila penyakit kulit ini menyebabkan rasa gatal yang teramat apalagi di malam hari sebab adanya tungau atau kutu yang bersemayam di dalam kulit.

Penyakit scabies sendiri merupakan penyakit kulit yang menular dan mudah berpindah dengan orang lain. Penularannya bisa terjadi melalui kontak fisik seperti dalam anggota keluarga, asrama, sekolahan, panti maupun dalam penjara.

Karena sifat menularnya, dokter biasanya menganjurkan pengobatan untuk seluruh anggota keluarga tinggal bersama atau berdekatan. Skabies dapat ditangani dengan cepat. Pengobatan bisa dengan cara pemberian krim atau salep yang dioleskan pada kulit untuk membunuh tungau, walaupun gatal dapat tetap dirasakan hingga beberapa minggu.

Penyebab dan Penularan Scabies

Penyakit scabies ini sudah dipastikan disebabkan oleh tungau atau kutu yang bernama Sarcoptes Scabiei. Tungau ini mengganggu kenyamanan oleh karena masuk ke dalam kulit serta membuat seperti galian terowongan. Hal inilah yang membuat kulit nyeri dan gatal-gatal.

Penyakit scabies yang dipicu oleh tungau atau parasit ini memiliki siklus hidup yang dimulai ketika parasit betina hinggap dan masuk ke dalam kulit melalui liang-liang yang ada di kulit.

Tungau jantan lalu akan bergerak di antara area-area liang tersebut untuk mencari keberadaan tungau betina yang disiap dibuahi. Setelah berhasil kawin, tungau jantan mati dan betina akan mulai bertelur dimana akan menetas dalam tempo tiga atau empat hari kemudian.

Ketika tungau muda tersebut menetas kemudian akan keluar berpindah ke permukaan kulit sampai dewasa dalam waktu dua minggu. Begitu terus siklus hidup tungau ini.

Kontak fisik yang dekat dan lebih jarang serta berbagai pakaian atau alas tidur dengan individu yang terinfeksi bisa dengan mudah memicu penularan tungau.

Terdapat jenis tungau yang berbeda-beda yang menginfeksi anjing, kucing, maupun pada manusia. Manusia sendiri bisa mengalami reaksi kulit sementara dari tungau yang umumnya menginfeksi hewan. Meski demikian tidak dapat mengalami skabies secara langsung dari sumber ini layaknya dari kuman Sarcoptes scabiei yang memang menginfeksi kulit manusia.

Risiko kudis menular tinggi dalam situasi berikut:

  • Anak-anak, terutama yang tinggal di asrama.
  • Orang dewasa yang aktif secara seksual.
  • Orang yang tinggal di panti jompo.
  • Beberapa orang sedang dirawat di rumah sakit.
  • Orang dengan sistem kekebalan yang lemah, seperti penderita HIV atau kanker.

 

Baca juga: Perhatikan 7 Penyebab Iritasi Pada Vagina dan Cara Mengatasinya!

Gejala Penyakit Scabies

Salah satu gejala atau tanda-tanda paling mendasar dari penyakit kulit ini yaitu gatal-gatal yang tak berlarut-larut terlebih bila pada malam hari. Bahkan terkadang gatal akibat scabies ini membuat penderitanya kewalahan atau bahkan frustasi.

Oleh karena itu jika sahabat pandawa sudah mengalami gatal yang teramat sangat, sebaiknya kunjungi dokter kulit. Pada anak-anak maupun orang dewasa, gejala penyakit scabies mungkin muncul di area berikut:

  • Ketiak
  • Di sekitar payudara
  • Siku
  • Pergelangan tangan
  • Sela-sela jari dan pergelangan tangan
  • Pinggang
  • Di sekitar alat kelamin
  • Bokong atau Paha
  • Lutut
  • Telapak kaki

Pada bayi dan orang tua, gejala bisa muncul di area ini:

  • Kepala
  • Wajah
  • Leher
  • Tangan
  • Telapak kaki
Baca juga: Eksim Basah dan Eksim Kering, Apa Bedanya?

Bahaya komplikasi penyakit scabies

Komplikasi mungkin terjadi akibat penyakit ini, terutama yang belum ditangani dengan baik. Berikut berbagai komplikasi akibat scabies:

  • Infeksi bakteri. Infeksi bakteri adalah hasil dari garukan luka yang terus menerus. Penyebab luka dapat menyebabkan luka dan memudahkan bakteri berbahaya masuk dan menyerang tubuh.
  • Norwegian scabies atau yang disebut dengan kudis berkrusta. Orang dengan scabies hanya memiliki 10 sampai 15 tungau. Pada cru sores (kudis berkrusta), tungau di tubuh bisa mencapai jutaan. Kondisi ini dapat mengeras kulit, menyebar bersisik dan kudis ke bagian tubuh lain. Orang yang memiliki sistem kekebalan yang lemah dan sakit parah atau dirawat di rumah sakit sangat mungkin mengalami komplikasi ini.

Kapan harus ke dokter?

Bicaralah dengan dokter apabila kamu memiliki tanda dan gejala yang mungkin mengindikasikan scabies. Banyak kondisi kulit lain, seperti dermatitis atau eksim, yang juga berhubungan dengan gatal dan benjolan kecil di kulit. Dokter bisa membantu menentukan penyebab pasti keluhan yang kamu rasakan dan memastikan bahwa kamu menerima perawatan yang tepat.

Kini kamu tak perlu khawatir lagi, kamu bisa berkonsultasi gratis bersama dokter Klinik Pandawa. Melalui WA/TLP/SMS di nomor 0821-1141-0672 atau klik KONSULTASI GRATIS. Semua data pasien terjamin kerahasiaannya.

 

 

Referensi:
Healthline.  Everything You Need to Know About Scabies.
Verywell Health. Scabies.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *