kencing sakit

Mungkin diantara Sahabat Pandawa pernah mengalami kencing sakit, nyeri, sensasi panas ataupun aroma menyengat. Gangguan kencing ini bisa disebabkan oleh beberapa hal dan bisa saja menjadi indikasi kondisi medis pada tubuh.

Saat berkemih atau kencing seharusnya memberikan kamu kelegaan sebab baru saja mengeluarkan sisa-sisa zat dari dalam tubuh. Namun, bagaimana kalau kamu sering mengalami gangguan kencing ini terus-menerus dalam waktu yang lama? Pasti sangat tidak nyaman bukan?

Sebab itu bila sahabat pandawa merasakan gejala kencing sakit atau tanda lain, jangan membiarkannya. Segeralah periksa ke ahli untuk mendapatkan penanganan.

 

Kencing Sakit

Kencing sakit dengan nama medis Dysuria bisa dipicu oleh bermacam-macam kondisi. Rasa sakitnya bisa muncul dari kandung kemih, uretra, maupun perineum.

Uretra sendiri merupakan saluran yang membawa urin ke luar tubuh. Untuk pria, berada di antara kantong buah zakar dan anus yang dikenal sebagai perineum. Sedangkan untuk wanita, perineum nya berada di area antara anus dan bukaan vagina.

Gangguan kencing juga bisa dikaitkan sebagai tanda infeksi saluran kemih (ISK) dan sebab medis lainnya. Biasanya gangguan kencing ini sering dialami oleh wanita, tapi tak menutup kemungkinan pria pun bisa mengalami gangguan ini.

 Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut klinikpandawa.com jelaskan gejala dan beberapa penyebab, serta pencegahan yang dilansir dari berbagai sumber.

 

Gejala Kencing Sakit

Gejala kencing sakit tentu bisa berbeda antara pria dan wanita. Penderita tentu merasakan nyeri, sensasi panas atau menyengat, maupun rasa gatal. Rasa sakit bisa timbul saat kamu mulai buang air kecil atau sesudahnya.

Bila sakit dirasakan saat awal buang air kecil, kondisi ini umumnya merupakan gejala infeksi saluran kemih (ISK). Sedangkan bila rasa sakit yang timbul setelah buang air kecil bisa mengindikasikan adanya masalah pada kandung kemih atau kelenjar prostat.

Rasa sakit pada pria rata-rata, seringkali terasa di penis saat awal buang air kecil hingga sesudah kencing.

Dan gejala kencing sakit pada wanita bisa dirasakan di bagian dalam atau di luar vagina. Apabila nyeri terasa di luar area vagina, tentu gejala ini bisa diakibatkan iritasi pada kulit yang sensitif. Sementara itu, sakit yang terasa di bagian dalam vagina atau di saluran kencing, bisa disebabkan oleh infeksi saluran kemih.

 

Penyebab Kencing Sakit

Seperti yang diketahui, gangguan kencing terasa sakit bisa disebabkan oleh banyak hal dan bisa menjadi pertanda masalah kesehatan. Tak hanya infeksi saluran kemih saja melainkan masih banyak lagi penyebab kencing sakit.

Berikut beberapa penyebab gangguan kencing, meliputi:

  1. Infeksi saluran kemih (ISK)

Kencing sakit menjadi gejala paling umum dari infeksi saluran kemih. Infeksi ini dipicu oleh bakteri bakteri Escherichia coli atau E. coli. Secara umum, bakteri ini hinggap di sepanjang usus dan ikut dikeluarkan melalui feses.

Sistem buang air kecil terdiri dari beberapa organ, diantaranya uretra, kandung kemih, ureter, dan ginjal. Ureter menjadi organ dalam berfungsi mengalirkan air seni atau urin dari ginjal ke kandung kemih. Pada organ-organ yang terinfeksi tersebut bisa menimbulkan kencing sakit.

Penyakit infeksi saluran kemih lebih sering dialami oleh wanita ketimbang pria. Sebab, uretra pada wanita lebih pendek dibanding pria. Dengan demikan bakteri E. coli lebih mudah masuk ke kandung kemih. Pada wanita hamil maupun yang sudah menopause rentan berisiko terkena infeksi saluran kemih.

Cara mengatasi sakit saat buang air kecil dilakukan dengan mengatasi pencetus nyeri. Biasanya, infeksi saluran kemih ditangani dengan pemberian antibiotik yang dianjurkan dari dokter ahli.

  1. Prostatitis

Penyebab lain gangguan kencing yakni peradangan pada kelenjar prostat atau prostatitis pada pria. Gejalanya mirip infeksi saluran kemih yaitu sensasi panas dan nyeri saat berkemih.

Setidaknya ada dua jenis prostatitis, yakni prostatitis kronis (sindrom nyeri panggul kronis) dan prostatitis bakterial. Berikut tanda-tanda pengidap prostatitis akan mengalami kondisi seperti:

Baca juga: Penyakit Herpes Kelamin : Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

  1. Infeksi menular seksual

Kencing sakit juga bisa disebabkan oleh infeksi menular seksual seperti klamidia, gonore, maupun penyakit herpes. Semuanya bisa memicu sakit saat buang air kecil. Tak cuma nyeri, tanda infeksi menular seksual lainnya tergantung jenis penyakit. Pada herpes, penderita bisa mengalami luka seperti melepuh pada alat kelamin.

Infeksi-infeksi tersebut umumnya ditularkan melalui perilaku seksual berisiko. Misalnya, sering berganti-ganti pasangan dan tanpa menggunakan pelindung saat beraktivitas seks.

Bagi kamu yang termasuk kalangan dengan perilaku berisiko, sebaiknya memeriksakan diri ke dokter untuk mendeteksi infeksi menular seksual bila mengalami keluhan kencing sakit.

  1. Batu ginjal

Adanya batu ginjal bisa pula menjadi penyebab kencing terasa nyeri. Nyeri ini bisa terasa parah ketika batu tersebut ikut dikeluarkan bersama urin melalui saluran uretra.

Batu ginjal ada dan terbentuk dari endapan atau pengkristalan mineral-mineral dalam urin di dalam ginjal.

  1. Sindrom kandung kemih atau interstitial cystitis

Penyebab gangguan kencing berikutnya yaitu sindrom kandung kemih atau interstitial cystitis. Kondisi ini muncul saat dinding kandung kemih mengalami iritasi. Sehingga akibatnya, penderita akan mengalami beberapa kondisi berikut:

Keluhan bisa bertambah parah saat kamu menahan kencing ataupun melakukan aktivitas seksual.

Cara mengobati gangguan kencing akibat interstitial cystitis meliputi obat pereda nyeri serta pelemas otot di sekitar kandung kemih.

  1. Penyakit radang panggul

Penyakit radang panggul sendiri adalah infeksi pada organ reproduksi wanita. Salah satu tandanya adalah nyeri di daerah perut bawah, terutama ketika sedang buang air kecil atau saat beraktivitas seksual.

  1. Infeksi Vagina

Berbeda dengan penyakit radang panggul, infeksi vagina muncul akibat pertumbuhan jamur ataupun bakteri. Disebut dengan vaginitis, penyakit ini bisa dipicu oleh salah satu penyakit infeksi menular seksual yakni trikomoniasis.

Selain gangguan kencing, infeksi vagina bisa menimbulkan keluarnya cairan tak wajar, aroma tak sedap dari vagina, iritasi, sakit saat aktivitas seksual, maupun perdarahan.

Penanganan dan Pengobatan Kencing Sakit

Umumnya dokter melaksanakan diagnosis untuk mengetahui penyebab keluhan kencing sakit menurut deskripsi gejala dan analisis sampel urin yang telah diambil dan di cek.

Apabila tak ada tanda-tanda infeksi yang ditemukan dalam sampel urin itu, kamu akan diminta untuk menjalani beberapa tes lain guna membantu proses diagnosis kencing sakit.

Dokter pun tentu menanyakan riwayat kesehatan kamu. Seputar, riwayat, bagaimana aktivitas seksualnya, apakah ada risiko terkena infeksi menular seksual atau tidak.

Bila ada pertanyaan atau ingin buat janji dengan dokter hubungi nomor 0821-1141-0672 (WA/SMS/TLP) atau klik layanan konsultasi . Lebih cepat dideteksi, maka pengobatan pun akan lebih cepat.