Kenali Beberapa Penyebab Benjolan di Penis yang Mengganggu

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Benjolan di Penis Ini yang Mengganggu dan Berbahaya

Benjolan di Penis yang berbahaya

Bagi Anda mempunyai masalah benjolan di penis atau area sekitarnya seperti skrotum (kantung pelir) dan area kulit kemaluan. Sebaiknya, perhatikan baik-baik dan kenali penyebabnya. Kemungkinan, benjolan yang muncul tidak mengganggu pria secara seksual. Namun, kemungkinan gangguan lain yang bisa menyebabkan gangguan yang besar.

Walau begitu, bukan berarti Anda membiarkan begitu saja. Sebab, pada kasus tertentu, kondisi ini bisa saja merupakan gejala penyakit yang lebih serius seperti infeksi menular seksual, atau bahkan kanker penis.

Karena itu, kenali berbagai penyebabnya di bawah ini, agar perawatan yang dilakukan bisa tepat dan efektif.

 

Apa Itu Benjolan Pada Penis?

Teruntuk Anda yang belum aktif berhubungan seksual, satu atau dua tonjolan putih akan nampak pada batang penis mungkin adalah jerawat biasa, rambut yang tumbuh ke dalam, atau kista jinak sebagai hasil iritasi dari mencukur, kulit yang bergesekan dengan kain pakaian, atau reaksi alergi terhadap sampo, sabun, atau pelumas baru. Ini tidak berbahaya dan tidak menular, tidak perlu Anda khawatirkan.

Namun, bila Anda baru saja berhubungan seks atau masturbasi, Anda mungkin memperhatikan adanya benjolan di daerah kelamin. Pembengkakan keras di area batang penis setelah saat beraktivitas hubungan seksual disebut dengan lymphocele.

Tonjolan ini terjadi ketika saluran getah bening di penis terblokir untuk sementara waktu. Getah bening adalah cairan transparan yang merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh. Jadi, Pembengkakan ini akan segera mengempis dan tidak menimbulkan masalah permanen.

Namun, sangat mungkin pula bahwa benjolan di penis ini merupakan pertanda dari masalah yang lebih serius. Untuk itu perlu Anda diskusikan bersama dengan pasangan dan konsultasikan pada Dokter Ahli.

 

Penyebab Timbul Benjolan di Area Kelamin

  1. Jerawat di Penis

Tak hanya ditemukan pada wajah, jerawat juga bisa muncul di seluruh bagian kulit yang memiliki kelenjar minyak, termasuk penis. kutil pada kelamin akibat jerawat tentu tidak berbahaya dan bisa hilang dengan sendirinya, setelah beberapa hari atau minggu. Jangan pencet jerawat di penis. Sebab, memencetnya dapat menyebabkan infeksi.

  1. Tahi Lalat

Tonjolan yang timbul di penis, bila bercorak gelap ataupun kecokelatan, dapat jadi merupakan tahi lalat. Tahi lalat dapat terjalin dampak sel- sel kulit memproduksi sangat banyak pigmen serta ini tidak beresiko, alhasil tidak butuh dihilangkan.

Tetapi, bila tahi lalat itu lalu membengkak serta lama-kelamaan kian padat dan permukaannya kian agresif, hendaknya memeriksakan ke dokter. Karena, karakteristik terebut dapat menunjukkan terdapatnya kanker penis.

  1. Papula Penis

Benjolan di penis disebabkan papula, biasanya memiliki warna yang sama dengan kulit serta timbul di area kepala penis. Tonjolan ini berdimensi kecil serta jumlahnya lumayan banyak, sampai mengelilingi kepala penis.

  1. Limfokel

Limfokel merupakan tonjolan yang keras serta timbul di batang penis dengan cara tiba-tiba sehabis berhubungan intim ataupun masturbasi. Situasi ini dapat terjadi sebab terdapatnya penyumbatan di saluran limfonodi pada penis. Limfokel dapat lenyap dengan sendirinya serta tidak menimbulkan kendala sungguh-sungguh.

  1. Kista

Benjolan di penis yang diakibatkan oleh kista, ialah kantung bermuatan cairan dab terasa padat saat dijamah. Kista penis biasanya tidak memunculkan rasa sakit, tetapi dapat memunculkan sedikit rasa sensitif dikala disentuh.

Kista dapat meningkat besar tetapi akan mengecil dan lenyap dengan sendirinya sehabis beberapa minggu. Janganlah mencoba pecahkan tonjolan ini sendiri, sebab dapat memunculkan peradangan yang berbahaya.

  1. Penyakit Peyronie

Penyakit peyronie jarang terjadi dan disebabkan oleh penebalan di area batang penis. Tonjolan yang terjadi akibat penyakit ini, memiliki konsistensi yang keras dan dapat menyebabkan penis menjadi melengkung saat ereksi.

  1. Lichen Planus

Lichen planus merupakan situasi yang timbul saat sistem imun tubuh menyerang sel kulit pada penis. Hal tersebut menimbulkan tonjolan yang disertai gatal dan kemerahan.

Tonjolan akibat lichen planus bisa timbul lepuh dan pecah menjadi keropeng, lalu kering dengan sendirinya. Kondisi ini tidak menular.

  1. Kutil Kelamin

Benjolan di penis yang ditimbulkan oleh kutil kelamin berukuran kecil memiliki warna kulit yang sama bisa muncul di bagian batang maupun di bagian kepala penis ataupun pada bawah kulup penis. Situasi ini dapat timbul sebab terdapatnya peradangan virus HPV, yang ditularkan lewat ikatan intim.

  1. Herpes Genital

Herpes genital bisa terjadi akibat infeksi dari virus herpes simpleks. Benjolan yang muncul akibat herpes akan terasa perih. Masalah ini dapat ditularkan melalui seks oral, air liur, maupun paparan cairan lainnya dari tubuh penderita.

  1. Raja Singa

Sama seperti herpes, raja singa atau sifilis juga merupakan infeksi menular seksual. Bedanya, infeksi sifilis disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Kondisi ini penting untuk segera diobati. Apabila tidak, komplikasinya bisa meluas hingga memicu demensia dan kebutaan.

  1. Moluscum Contagiosum

Moluscum contagiosum merupakan pemicu benjolan akibat dari infeksi virus. Tonjolan yang muncul berukuran kecil-kecil, keras, dan berjumlah lebih dari satu. Penyakit ini juga masuk dalam kategori infeksi menular seksual.

Meski bisa sembuh dengan sendirinya, waktu yang dibutuhkan cukup lama, yaitu hingga satu tahun. Penyembuhan akan lebih cepat dengan perawatan dokter.

  1. Kanker Penis

Kanker penis merupakan salah satu jenis kanker yang jarang terjadi. benjolan di penis yang merupakan ciri kanker, awalnya akan terlihat seperti benjolan biasa, namun setelahnya akan bertambah besar, merah, teriritasi, dan kemudian infeksi.

Ciri-ciri kanker penis lainnya adalah gatal, sakit saat buang air kecil, keluar nanah dari penis, kulit penis menebal, dan pembengkakan di area kelenjar getah bening di penis.

 

Bahayakah benjolan di kelamin?

Ketika benjolan di penis mulai terasa. Ada baiknya, dan yang terpeting   jika Anda langsung memeriksakannya ke dokter ahli. Sebab, meski bisa saja tidak berbahaya, memastikan penyebabnya bisa membuat Anda lebih tenang dan mendapatkan perawatan yang paling sesuai.

Begitu juga Anda disarankan segera berkonsultasi dengan dokter apabila mucul kutil pada kelamin muncul disertai dengan kondisi di bawah ini:

  • Tonjolan muncul berjumlah lebih dari satu dan tidak terasa sakit
  • Tonjolan pada penis terasa gatal atau berdarah
  • Ada perubahan aliran urine dari biasanya
  • Berhubungan seksual dengan pasangan yang diketahui memiliki infeksi menular seksual atau kutil kelamin.

 

Penanganan Tonjolan pada Kelamin di Klinik Pandawa 

Kesimpulanya, Jangan segan untuk memeriksakan benjolan di penis kepada dokter. Lebih baik, kondisi ini diperiksakan sejak awal, sebelum kondisi bertambah parah atau bahkan salah perawatan saat mencoba mengobati sendiri di rumah.

Segera dapatkan penanganan yang tepat dan terbaik bersama Klinik Pandawa. Untuk informasi lebih lanjut dapat bertanya langsung kepada konsultasi dokter online gratis melalui layanan konsultasi atau hubungi 0821-1141-0672 (WA/ TLP/SMS).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

klinik-pandawa-logo-white.png

Tanya Dokter sekarang

Konsultasikan keluhanmu
dengan Dokter Kami yang Berpengalaman