Penyebab Impotensi dan Cara Mengatasi, Pria Perlu Tahu!

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

penyebab impotensi dan cara mengatasi

 

Seorang pria dianggap memiliki disfungsi ereksi atau impotensi jika secara teratur mengalami kesulitan dalam mendapatkan atau mempertahankan ereksi yang cukup kuat dalam berhubungan seks. Gangguan seksual Impotensi inilah merupakan keluhan yang cukup umum dialami pria. Penyebab impotensi dan cara mengatasi ada bermacam-macam, dari perawatan alami hingga diperlukan tindakan medis dari dokter ahli.

 

Apa Itu Disfungsi Ereksi atau Impotensi?

Disfungsi ereksi atau impotensi (lemah syahwat) adalah kondisi ketika penis tidak mampu ereksi (berdiri) maupun mempertahankan ereksi, walaupun terdapat rangsangan seksual. Gangguan seksual ini rentan terjadi pada pria berusia 40 tahun ke atas. Meskipun tidak berbahaya, kondisi ini sangat mengganggu penderita maupun pasangannya. Namun, dibeberapa kasus impotensi juga dapat dialami diusia muda.

Ada beberapa gejala untuk mengenali seseorang mengalami disfungsi ereksi atau impotensi. Dilansir Medical News Today gejala-gejala kondisi ini seperti kesulitan seorang laki-laki dalam mempertahankan ereksi cukup lama untuk menyelesaikan hubungan seksual atau ketidakmampuan untuk ejakulasi.

 

Penyebab Impotensi

Gangguan seksual ini dapat disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari gaya hidup yang tidak baik, gangguan psikologis, hingga efek samping obat-obatan. Impotensi juga dapat dipengaruhi oleh beberapa penyakit, seperti:

  • Gangguan Neurologis: Beberapa kondisi neurologis dapat meningkatkan risiko Impotensi. Kondisi saraf mempengaruhi kemampuan otak untuk berkomunikasi dengan sistem reproduksi, hal ini dapat mencegah seseorang mencapai ereksi. Seperti; Alzheimer, Parkinson, Stroke, Epilepsi.
  • Diabetes atau Penyakit Endokrin: Penyakit seperti diabetes termasuk dalam penyakit endokrin, dimana sistem endokrin tubuh menghasilkan hormon yang mengatur metabolisme, fungsi seksual, reproduksi, suasana hati, dan banyak lagi.
  • Faktor Gaya Hidup: Depresi dan kecemasan dikaitkan dengan peningkatan risiko impotensi. Depresi seperti perasaan sedih, kehilangan harapan, atau tidak berdaya. Kelelahan yang berhubungan dengan depresi juga dapat menyebabkan impotensi
  • Penyakit jantung: Kondisi yang memengaruhi jantung dan kemampuannya memompa darah dengan baik dapat menyebabkan impotensi atau disfungsi ereksi. Tanpa aliran darah yang cukup pada penis, Anda tidak dapat mencapai ereksi.

Selain diataas, beberapa kebiasaan yang tidak sehat, seperti merokok dan minum minuman beralkohol juga bisa memicu terjadinya disfungsi ereksi. Lalu, ada beberapa jenis obat-obatan tertentu yang juga bisa menyebabkan gangguan seksual ini bila dikonsumsi dalam waktu yang lama. Obat-obatan tersebut, antara lain antihipertensi, antidepresan, beberapa obat penenang, diuretik, dan obat-obatan terlarang.

 

Cara Mengatasi Impotensi Secara Medis

Jika usaha mengubah gaya hidup masih tidak bisa mengatasi impotensi, jangan ragu untuk memeriksakan diri Anda ke dokter. Bisa jadi ada penyakit lain yang menyebabkan Anda mengalami impotensi. Setelah penyebabnya diketahui dan ditangani, umumnya masalah impotensi juga akan teratasi.

Meski begitu, dokter juga bisa memberikan obat atau melakukan tindakan untuk membantu mengembalikan kemampuan ereksi. Berikut ini adalah beberapa cara mengatasi impotensi yang bisa dianjurkan dokter:

  1. Penggunaan obat tertentu

Obat seperti sildenafil atau viagra, tadalafil, dan vardenafil umum diresepkan untuk pasien dengan disfungsi ereksi. Obat ini berfungsi untuk meningkatkan aliran darah ke penis selama ada rangsangan seksual.

Biasanya, obat ini dikonsumsi dengan cara diminum. Namun, penyuntikan obat ke penis ataupun saluran kencing juga dapat dilakukan, jika obat minum tidak berhasil mengatasi impotensi.

  1. Pemasangan vakum penis

Jika pemberian obat tidak efektif atau menyebabkan efek samping yang mengganggu, vakum penis juga bisa menjadi cara mengatasi impotensi. Alat ini bekerja dengan cara menarik darah menuju penis, sehingga penis bisa ereksi. Vakum penis atau pompa penis digunakan tepat sebelum melakukan hubungan seksual.

  1. Psikoterapi

Impotensi bisa menjadi masalah yang cukup mengganggu penderita maupun pasangannya. Hal ini bisa membuat penderita impotensi mengalami stres atau gangguan kecemasan sehingga menyebabkan disfungsi ereksi tidak kunjung membaik walaupun sudah diberikan obat.

Untuk mengatasinya, dokter akan merujuk pasien ke psikolog agar pasien bisa melakukan konseling yang dapat meringankan stres atau rasa cemasnya.

 

Bahaya dan Komplikasi dari Impotensi

Pada pria penderita disfungsi ereksi atau impotensi hidupnya banyak berisiko. Apalagi jika tak lantas diterapi, dalam kurun waktu tiga tahun, ia diklaim mengalami gangguan jantung koroner.

Penyebabnya dikarenakan aliran darah yang mengalir ke sekitar penis tak pernah lancar. Sehingga, disfungsi ereksi bisa membuat jantung tak bekerja normal. Karenanya sungguh-sungguh penting jika kasus ini ditemukan di permulaan kejadian.

                                  

Pengobatan Impotensi di Klinik Pandawa

Untuk Anda yang mencari tahu penyebab impotensi dan cara mengatasi lebih lanjut, konsultasikan kepada dokter ahli Kami dalam menjalani pengobatan yang tepat. Klinik Pandawa, salah satu klinik spesialis penyakit kelamin terpercaya di Jakarta.

Fasilitas pelayanan medis yang diberikan antara lain penyakit andrologi, ginekologi, bedah minor, penyakit kulit dan kelamin. Didukung dan dilayani oleh para dokter ahli dan berpengalaman di bidang penyakit kelamin khususnya penyakit gangguan impotensi.

Untuk informasi dan pengobatan lebih lanjut silakan hubungi kami di nomor telepon 021-62313337 atau di 0821-1141-0672 (WA/ TLP/ SMS) atau klik bit.ly/rollkonsul. Kami siap melayani Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Paste your AdWords Remarketing code here
klinik-pandawa-logo-white.png

Tanya Dokter sekarang

Konsultasikan keluhanmu
dengan Dokter Spesialis Kami