Siapa yang tidak menginginkan keturunan dalam keluarganya? Namun, ada sebagian wanita yang sulit untuk memiliki anak. Banyak faktor yang menyebabkan kondisi tersebut, salah satunya radang panggul.

Radang panggul adalah suatu infeksi yang menjangkiti serviks (leher rahim), uterus (rahim), tuba falopi (saluran indung telur), dan ovarium (indung telur). Dalam istilah medis disebut Adnexitis atau lebih dikenal dengan Pelvic inflammatory disease (PID).

Penyebab Radang Panggul

penyebab radang panggul
Radang panggul disebabkan oleh sejumlah kondisi medis.

Radang panggul disebabkan oleh sejumlah hal, salah satunya. Endometriosis. Endometriosis adalah kondisi ketika jaringan yang seharusnya melapisi dinding rahim (endometrium) tumbuh dan menumpuk di luar rahim. Jaringan ini dapat tumbuh di indung telur, usus, tuba falopi (saluran telur), vagina, atau di rektum (bagian akhir usus yang terhubung ke anus).

Dalam keadaan normal, jaringan dinding rahim akan menebal ketika seorang wanita akan mengalami masa ovulasi. Hal tersebut sebagai upaya persiapan agar calon janin dapat menempel pada rahim jika terjadi pembuahan.

Baca juga: Apakah Radang Panggul Bisa Menyebabkan Mandul?

Akan tetapi, pada kondisi Endometriosis, darah mengendap dan tidak bisa keluar karena terletak di luar rahim. Akibatnya, endapan tersebut akan mengiritasi jaringan di sekitarnya.

Namun jika pembuahan tidak terjadi, endometrium yang telah menebal akan luruh dan keluar dari tubuh dalam bentuk darah. Kondisi inilah yang dialami para wanita setiap bulannya yang disebut sebagai menstruasi.

Lama-kelamaan, endapan yang terjadi akan menyebabkan peradangan, kista, jaringan parut, dan akhirnya menimbulkan berbagai gangguan lain. Hal ini dapat menimbulkan keluhan nyeri, bahkan dapat menyebabkan kemandulan.

Stadium Endometriosis pada Radang Panggul

stadium endometriosis pada radang panggul
Endometriosis terbagi menjadi empat tingkatan.

Berdasarkan kepada lokasi, jumlah, ukuran, dan kedalaman lapisan endometrium, Endometriosis terbagi menjadi empat tingkatan. Berikut ini adalah empat tingkatan Endometriosis dan ciri-cirinya:

  1. Endometriosis minimal

Dalam stadium awal, akan muncul jaringan endometrium yang kecil dan dangkal di indung telur. Selain itu, peradangan juga dapat terjadi di sekitar rongga panggul.

  • Endometriosis ringan

Pada stadium ringan, terdapat jaringan endometrium yang kecil dan dangkal di indung telur dan dinding panggul.

  • Endometriosis menengah

Endometriosis menengah menimbulkan beberapa jaringan endometrium yang cukup dalam di indung telur.

  • Endometriosis berat

Di stadium berat, terdapat jaringan endometrium yang dalam di indung telur, dinding panggul, saluran indung telur, dan usus.

Gejala Endometriosis pada Radang Panggul

gejala endometriosis pada radang panggul
Gejala Endometriosis pada radang panggul berupa rasa nyeri pada perut bagian bawah.

Umumnya, gejala Endometriosis pada radang panggul berupa rasa nyeri pada perut bagian bawah. Setiap wanita akan merasakan tingkat keparahan nyeri yang berbeda-beda. Rasa nyeri akan semakin terasa ketika masa menstruasi atau berhubungan seksual.

Berikut gejala-gejala Endometriosis pada radang panggul yang harus Anda waspadai:

  • Nyeri hebat saat haid

Wanita yang sedang dalam masa menstruasi biasanya akan mengalami ketidaknyamanan pada bagian perut. Terlebih jika wanita tersebut menderita Endometriosis. Wanita yang terserang penyakit Endometriosis, saat haid akan merasakan nyeri yang hebat pada bagian bawah perutnya. Bahkan, rasa sakitnya bisa menyebar hingga ke punggung dan menyebabkan kram parah di perut hingga membuat kesulitan bergerak. Obat untuk penghilang rasa nyeri saat haid pun tidak akan mempan meredam rasa nyeri yang dirasakan. Biasanya, rasa nyeri hebat tersebut akan muncul sebelum haid hingga beberapa hari setelah haid.

Baca juga: Bahaya Infeksi Saluran Kemih dan Berbagai Komplikasi

  • Sakit ketika buang air

Wanita pengidap Endometriosis akan merasakan sakit saat buang air kecil maupun buang air besar. Hal ini lantaran penyakit Endometriosis yang menyerang rahim ini bisa memengaruhi sistem sekresi di usus. Selanjutnya, terjadi pembengkakan di area usus dan kandung kemih. Selain itu, Endometriosis juga dapat menyebabkan sembelit dan diare disertai darah di feses.

  • Merasakan nyeri saat berhubungan intim

Merasa nyeri ketika berhubungan seksual merupakan salah satu gejala penyakit Endometriosis. Setiap penderita Endometriosis mungkin akan merasa sakit di bagian yang berbeda-beda, tergantung pada letak Endometriosis. Jika penyakit ini terjadi di belakang vagina dan di bagian terendah rahim yang memengaruhi saraf atau ikatan di rahim, maka penderitanya akan mengalami sakit luar biasa saat penetrasi. Bahkan, ada wanita yang akan merasa sakit meski sudah selesai berhubungan. Rasa sakit yang terjadi pun bisa dirasakan selama beberapa hari.

  • Pendarahan

Mengalami pendarahan dalam volume yang banyak saat haid adalah gejala Endometriosis berikutnya. Seringkali, darah yang keluar berbentuk gumpalan. Kadang, wanita pengidap Endometriosis juga dapat mengeluarkan darah meski sedang tidak dalam masa menstruasi.

  • Mual dan merasa lelah

Jika Anda mengalami mual dan cepat merasa lelah, bisa jadi Anda mengidap penyakit Endometriosis.

  • Subfertilitas atau susah hamil

Endometriosis bisa memengaruhi kesuburan seorang wanita. Dalam kasus tertentu, ditemukan seorang wanita yang sulit untuk hamil dan baru tahu bahwa dirinya menderita Endometriosis setelah memeriksakan diri ke dokter.

Pengobatan Radang Panggul

pengobatan radang panggul
Periksakan diri Anda ke dokter untuk mengobati radang panggul.

Pengobatan radang panggul dapat dilakukan dengan cara pemberian antibiotik pada penderita yang masih berada pada tahapan awal penyakit setidaknya selama 14 hari. Pemberian antibiotik dapat disertai dengan pemberian obat pereda sakit jika penderita merasakan sakit di daerah perut atau panggul.

Pasien dengan kasus radang panggul akut akan menerima antibiotik melalui infus di rumah sakit. Agar infeksi benar-benar hilang, antibiotik harus diselesaikan sampai tuntas sesuai dengan periode konsumsi yang dianjurkan oleh dokter.

Penderita radang panggul memakai alat kontrasepsi IUD, dokter akan menganjurkan pencabutan alat kontrasepsi tersebut bila gejala tidak kunjung membaik setelah beberapa hari.

Jika abses telah muncul pada organ yang terinfeksi dan terdapat jaringan parut yang menyebabkan nyeri, prosedur operasi akan dilakukan. Tindakan ini dilakukan dengan cara membuka perut (laparotomi) atau dengan bedah minimal invasif (laparoskopi), untuk mengangkat atau mengalirkan abses dan memotong jaringan parut.

Untuk mencegah penyebaran infeksi, pasangan seksual penderita juga disarankan untuk menjalani pemeriksaan dan pengobatan. Penderita dan pasangannya juga dianjurkan untuk tidak berhubungan seksual selama proses pengobatan berlangsung.