PERAWATAN KULIT MICRODERMABRASI

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Kulit putih, sehat dan mulus merupakan suatu kewajiban untuk kaum wanita, sebab memiliki kulit yang seperti itu merupakan daya tarik tersendiri untuk wanita.Tentu saja mereka berusaha melakukan perawatan yang terbaik untuk kulitnya. Tinggal di negara beriklim tropis seperti Indonesia dapat membuat kulit jadi cepat kering, bersisik, keriput, dan kusam. Apalagi diperparah dengan tingginya polusi udara dan cuaca yang sering kali tidak menentu. Kini jenis variasi perawatan kulit dari mulai harga yang relatif murah hingga yang amat mahal pun telah di sediakan. Dari salah satu jenis perawatan kulit tersebut ada yang di namakan dengan microdermabasi.

Apa itu microdermabrasi?

Microdermabrasi adalah treatment pengelupasan kulit atau erosi yang dilakukan dengan alat khusus serta bahan kristal halus. Bahan yang digunakan untuk perawatan microdermabasi ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu kristal dan non kristal. Untuk metode kristal umumnya menggunakan alumunium oksida sedangkan, untuk metode non kristal itu sendiri menggunakan bahan paddle yang berlapis diamond.
Semua persoalan kulit ini membuat Anda nampak beberapa tahun lebih tua ketimbang usia asli Anda. Oleh sebab itu, berbagai jenis cara rela dilakukan untuk mengembalikan penampilan wajah seperti muda lagi. Salah satu yang difavoritkan adalah perawatan mikrodermabrasi di dokter kulit.

Memang, apa manfaat microdermabrasi dan seperti apa prosedurnya?

Mikrodermabrasi adalah metode pengangkatan sel kulit mati (eksfoliasi) dengan menyemprotkan butiran kristal super kecil pada permukaan kulit wajah. Perawatan ini juga dianggap mampu untuk mengurangi kerutan dan garis halus, meratakan warna kulit, mengecilkan pori-pori, mengobati jerawat, hingga memudarkan bekas luka jerawat dan flek hitam akibat penuaan. Mikrodermabrasi biasa dilakukan bagi Anda yang berusia lebih dari 40 tahun dan memiliki kulit tebal. Prosedur ini terbilang cukup lembut dan tidak menimbulkan bekas luka atau merubah warna kulit. Prosedur ini juga sesuai untuk semua jenis dan warna kulit. Tetapi tidak terlalu ampuh untuk menyelesaikan masalah yang terjadi pada lapisan kulit yang lebih dalam.

Cara kerja microdermabrasi untuk meremajakan kulit wajah

Kristal-kristal mikro yang disemprotkan selama proses ini memiliki tekstur kasar untuk mengikis lapisan sel kulit mati di lapisan teratas kulit (stratum korneum). Ketika Anda melepaskan lapisan atas kulit, tubuh menafsirkannya sebagai cedera. Itu sebabnya pada jam-jam pertama setelah perawatan, kulit akan sedikit terlihat merah membengkak karena sistem imun yang bereaksi terhadap “cedera”. Tetapi, efek ini akan lambat laun hilang sesudah tubuh bekerjamenghasilkan sel-sel kulit baru dan sehat untuk menggantikan yang hilang. Hilangnya lapisan kulit teratas akan membuat kulit cenderung kering karena minyak alaminya juga ikut terangkat. Sebagian bukti menunjukkan bahwa hilangnya kelembapan kulit dalam waktu pesat dapat memicu lapisan kulit dalam untuk berprofesi lembur dalam mendorong sel-sel kulit sehat naik ke permukaan. Alhasil adalah kulit wajah yang terlihat lebih segar, halus, sehat, kenyal, sehat, serta terlihat awet muda. Lama durasi perawatan ini biasanya memakan waktu sekitar 30 menit.

Apakah prosedur ini aman?

Ya. Meskipun selama dan setelah prosedur Anda mungkin merasa sedikit tidak nyaman, mikrodermabrasi dianggap lebih aman ketimbang prosedur dermabrasi. Dermabrasi bekerja pada lapisan kulit yang lebih dalam. “Mengutak-atik” lapisan kulit dalam akan terasa menyakitkan dan lebih berisiko untuk menimbulkan kerusakan secara permanen, seperti butiran dermabrasi yang tertanam di dalam kulit.
Agar hasil akhirnyanya maksimal dan minim risiko efek samping, mikrodermabrasi seharusnya dilakukan oleh terapi yang ahli dan bersertifikat. Jika sekiranya dilakukan sembarangan, prosedur ini dapat menyebabkan kulit justru terluka dan warna kulit jadi tidak merata. Alat vakum yang digunakan dapat menyebabkan jerawat jika seandainya kulit terlalu menegang. Mikrodermabrasi tidak boleh dilakukan di {area sekitar kelopak mata.

Kiat perawatan kulit setelah microdermabrasi

Pengangkatan sel kulit mati akan membuat wajah terlihat sedikit bengkak merah, kering, terasa kencang, dan mungkin panas seperti terbakar. Efek samping ini dapat berlangsung dari satu hingga dua hari, namun hal ini wajar. Karena kulit Anda jadi lebih sensitif setelahnya, Anda seharusnya wajib menghindari paparan cahaya sinar matahari langsung selama beberapa hari ke depan. Anda juga perlu mengoleskan pelembap dan tabir surya untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada kulit. Selain itu, tanpa stratum korneum yang berfungsi sebagai penghalang antara lingkungan luar dan bagian dalam kulit, krim dan losion dapat bekerja lebih efektif karena akan lebih banyak bahan aktif dan kelembapan yang bisa terserap hingga ke lapisan terbawah kulit. Hindari menggunakan riasan wajah selama 24 jam setelah prosedur. Menurut sebagian orang melakukan perawatan ini dapat dikatakan cukup aman dan tidak menyakitkan untuk yang menjalankannya. Bahkan banyak yang mengatakan bahwa perawatan ini memiliki banyak keunggulan dari metode lainnya sebab lebih cepat, efektif dan efisien. Tindakan microdermabasi ini dapat mengatasi berbagai jenis permasalahan kulit, diantaranya yakni mengangkat sel kulit mati, menghaluskan kulit, mengecilkan poro-pori yang membesar, meratakan lubang bekas jerawat serta dapat merangsang produksi kolagen. Umumnya yang menjalankan perawatan ini kebanyakan orang yang mulai terlihat nampak menua pada kulitnya, termasuk garis-garis halus dan kerutan. Pada saat microdermabrasi wajah akan menggunakan bantalan pelindung mata, perawatan ini akan di mulai dari pembersihan kulit kering. Kemudian perawatan akan diawali dengan menggunakan alat khusus yang telah disediakan. Perawatan dengan mengaplikasikan prosedur ini dapat berlangsung selama 30 menit hingga satu jam. Dari perawatan ini tentu akan menyebabkan terjadinya efek samping karena microdermabasi ini adalah pengerjaan pengelupasan. Efek yang umumnya terjadi adalah kulit akan menjadi kemerahan dan menjadi lebih sensitif dari biasanya. Namun yang seharusnya wajib anda lakukan agar efek samping tersebut tidak memburuk adalah menghindari matahari agar tidak terjadi efek yang lebih parah lagi. Dan sebaiknya bagi anda yang melakukan microdermabasi di anjurkan jangan menggunakan riasan atau make up apapun. Microdermabasi ini tidak diperuntukan untuk semua kalangan usia, hanya usia dari 30-50 tahun yang bisa melakukannya atau yang berada di tahap awal proses penuaan. Yang seharusnya wajib anda ketahui adalah proses ini tidak di anjurkan untuk kulit yang berjerawat atau terkena herpes, karena hal ini hanya akan menyebabkan iritasi dan membuat jerawat anda lebih parah. Orang yang sedang mengandung dan kulit yang sedang dalam perawatan medis dilarang. Serta orang yang sedang menjalankanmicrodermabasi ini di larang untuk berenang. Mengutip dari artikel ini mengenai pelaksanaan proses perawatan kulit yang dilakukan di salon maupun di klinik tentunya akan ada kelebihan dan kekurangannya. Oleh karena itu berhati-hatilah dalam memilih proses perawatan untuk kulit anda. Itulah beberapa penjelasan mengenai microdermabasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Paste your AdWords Remarketing code here
klinik-pandawa-logo-white.png

Tanya Dokter sekarang

Konsultasikan keluhanmu
dengan Dokter Spesialis Kami