Pahami Perbedaan Jerawat Breakout dan Purging, Penyebab & Cara Mengatasinya

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Perbedaan Jerawat Purging dan Breakout yang Perlu Kamu Ketahui

perbedaan jerawat purging dan breakout

Bagi Sahabat Pandawa yang menyukai perawatan kulit terlebih pengguna skin care, pasti pernah mendengar istilah jerawat purging dan breakout. Tapi bagi Kamu yang masih bingung apa perbedaan jerawat purging dan breakout, artikel ini akan menjelaskan dengan detail hingga cara mengatasi gangguan kulit jerawat yang cocok untuk kulit kamu sesuai jenisnya.

Setiap kali mencoba produk skin care tertentu, kita seringkali menemukan wajah menjadi berjerawat atau gangguan kulit lain untuk sementara waktu. Proses inilah yang kita kenal dengan jerawat purging dan breakout. Perlukah khawatir dengan kondisi ini?

 

Perbedaan Jerawat Purging dan Breakout

Jika dilihat sekilas, baik jerawat purging atau breakout terlihat tampak sama. Faktanya, kedua gangguan kulit ini ternyata berbeda. Lantas, apa saja perbedaan purging vs breakout?

Umumnya, jerawat purging sendiri ialah cara kerja regenerasi kulit, di mana umumnya memunculkan jerawat di tempat yang pernah ditumbuhi jerawat sebelumnya. Proses ini berlangsung selama kurang lebih dua minggu hingga satu bulan.

Gangguan kulit ini pun kerap terjadi karena adanya bahan aktif dalam suatu produk skincare seperti AHA (glycolic acid, lactic acid), BHA (salicylic acid), tretinoin, dan retinoid acid tadi.

Yang jelas bahan-bahan ini dapat mempercepat regenerasi kulit, sehingga sel kulit mati terkelupas dan sebelum berganti dengan baru racun-racun yang ada dalam kulit seperti minyak dan kotoran akan dikeluarkan terlebih dahulu. Biasanya keadaan ini terjadi sekitar 6-8 minggu. Setelahnya, keadaan kulit akan membaik.

Nah, berbeda dengan breakout. Breakout merupakan pertanda bahwa produk skincare baru yang kamu pakai tidak cocok untuk kulitmu. Gangguan kulit ini timbul bukan karena adanya bahan aktif dalam produk skincare, tapi karena komposisi yang sifatnya comedogenic seperti misalnya pewangi atau SLS (zat yang menyebabkan sabun berbusa).

Ketika breakout, jerawat nantinya bisa timbul dimana saja, bahkan di bagian kulit yang paling jarang bermasalah sekalipun. Hal ini pun bisa berlangsung lama, selagi kamu masih terus menggunakan produk yang tidak cocok tersebut.

Perbedaan kedua gangguan kulit ini sendiri bisa dilihat dari banyaknya jerawat yang muncul di mana breakout menimbulkan jerawat dalam jumlah banyak dengan ukuran yang besar dan akan semakin bertambah seiring perkembangan waktu.

 

Cara Mengatasi Jerawat Purging

Kamu tak perlu takut apabila kulit wajah mengalami jerawat purging karena hal ini akan membaik dengan sendirinya. Satu hal yang perlu untuk dilakukan yaitu mengurangi intensitas penggunaan skin care dengan kandungan bahan kimia.

Pasalnya, gangguan kulit ini bisa jadi merupakan respons awal-awal penggunaan produk. Namun, jika hal ini masih berlangsung setelah 4 minggu penggunaannya, jangan ragu untuk memeriksakannya ke dokter kulit.

 

Cara Mengatasi Jerawat Breakout

Sebaliknya, jika Kamu yang mengalami breakout sebagai akibat dari penggunaan produk tertentu, maka segera hentikan pemakaiannya untuk sementara. Keadaan ini juga bisa menjadi kesempatan untuk mencatat kandungan produk apa saja yang cocok dan tidak cocok.

Dengan begini, kamu akan punya referensi jika ingin membeli skincare di lain waktu. Walau tiap-tiap orang mempunyai kondisi kulit yang berbeda dan skin care yang tidak sama, kamu tetap wajib menghindari produk-produk dengan bahan alkohol, ester, detergen, silikon, serta lanolin karena bahan-bahan ini memang bersifat iritan bagi kulit.

 

Pencegahan Gangguan Kulit Jerawat

Kamu juga dapat mencoba untuk menghindari atau mencegah kemunculan jerawat dengan cara-cara ini, antaralain;

  • Cuci wajah dengan pembersih minimal dua kali sehari. Pilihlah produk pembersih dengan kandungan kimia yang ringan dan sesuai jenis kulit.
  • Hindari produk kecantikan tertentu, seperti scrub wajah, astringen, dan masker. Pasalnya, produk-produk ini dapat mengiritasi kulit sehingga memperburuk kondisi jerawat.
  • Usahan menggunakan produk berbahan dasar air atau nonkomedogenik.
  • Sebisa mungkin, hindari gesekan dan tekanan pada kulit Anda.

Jika Kamu merasa tidak ada perubahan setelah menggunakan skin care jerawat, kamu bisa konsultasikan dengan dokter ahli kulit untuk mengatasi permasalahan gangguan kulit kamu dengan tepat.

 

Penanganan Jerawat di Klinik Pandawa

Setelah kamu mengetahui perbedaan jerawat purging dan breakout tadi dan tidak ada perubahan, segera berkonsultasi dan periksakan kondisi kamu dengan dokter spesialis kulit atau dermatologi. Dokter kulit dapat membantu kamu untuk:

  • Mempercepat penyembuhan.
  • Mencegah terjadinya bekas jerawat atau jaringan parut permanen.
  • Mencegah terbentuknya jerawat baru.

Klinik Pandawa memiliki banyak perawatan kulit untuk mengatasi gangguan kulit jerawat dan bekas jerawat. Antaralain; Dermalinfusion Silkpeel, Nanopore Stylus Microneedling, Chemical Peeling, Facial dan perawatan kulit wajah lainnya.

Rekomendasi dokter tersebut juga disesuaikan oleh jenis, penyebab dan tingkat keparahan jerawat kamu.

Klinik Pandawa juga merupakan salah satu klinik estetika, anti-aging dan skin care terbaik di Jakarta. Teknologi modern dan aman menjadi jaminan kualitas di Klinik Kami.  Didampingi dokter ahli dan tenaga medis profesional siap memberikan treatment terbaik sesuai kebutuhan kulit Anda.

Segera hubungi layanan konsultasi kami dan reservasi melalui nomor 0821-1141-0672/021-62313337 (telepon/SMS/WA).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

klinik-pandawa-logo-white.png

Tanya Dokter sekarang

Konsultasikan keluhanmu
dengan Dokter Kami yang Berpengalaman