Mengenal Phlebitis, Radang Pembuluh Darah Vena

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

 

phlebitisMengenal phlebitis, radang pembuluh darah vena – Anda pernah merasakan nyeri pada kaki atau tangan Anda. Nyeri tersebut biasanya juga disertai bengkak pada bagian tubuh terkait. Bisa jadi Anda terkena phlebitis atau radang pembuluh darah vena. Simak pembahasan berikut agar lebih mengetahui tentang phlebitis sehingga dapat memberikan penanganan yang tepat untuk gejala penyakit yang anda derita.

 

Definisi Phlebitis

Plebitis atau Phlebitis adalah peradangan atau inflamasi yang terjadi pada pembuluh darah vena.  Peradangan ini menimbulkan bengkak dan rasa nyeri.

Untuk diketahui, terdapat dua pembuluh darah vena pada lengan dan kaki kita. Pembuluh darah yang pertama berada langsung di bawah kulit dan pembuluh darah yang kedua terletak lebih dalam. Kondisi Phlebitis dapat terjadi pada kedua jenis pembuluh darah vena tersebut.

 

Klasifikasi Phlebitis

Radang pembuluh darah vena dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis, yakni :

  1. Superficial Phlebitis.

Jenis ini timbul pada pembuluh darah vena yang berada langsung di bawah kulit dan jarang berubah menjadi akut atau parah. Penanganan pada phlebitis jenis ini juga relatif lebih mudah. Untuk pengobatannya hanya membutuhkan obat anti nyeri dan anti inflamasi. Kondisi ini juga dapat terjadi karena timbulnya phlebitis pada pembuluh darah vena bagian dalam terlebih dahulu.

  1. Deep Vein Thrombophlebitis (DVT) atau Phlebitis vena

Jenis Phlebitis ini terjadi pada pembuluh darah vena yang berada jauh lebih di dalam di bawah kulit yaitu pada otot.

Kondisi ini menggambarkan terjadinya gumpalan darah pada pembuluh darah vena bagian dalam. Gumpalan darah yang menyumbat tersebut dapat melonggar atau lepas dan berjalan melalui aliran darah. Jika gumpalan darah tersebut sampai ke arteri di paru-paru, maka kondisi ini dapat merusak organ paru paru. Kondisi ini seringkali dapat menyebabkan kematian apabila tidak mendapatkan penanganan medis yang tepat.

DVT (Deep Vein Thrombophlebitis) dapat menyebabkan kerusakan pada struktur internal pembuluh darah dimana nyeri dan pembengkakan pada lengan dan kaki tetap terus terjadi meskipun telah dinyatakan sembuh. Radang pembuluh darah vena jenis ini umumnya terjadi di kaki, akan tetapi dapat juga timbul pada lengan. Phlebitis jenis ini membutuhkan penanganan medis yang agak rumit.

 

Gejala Phlebitis

Penderita phlebitis biasanya mengalami gejala-gejala sebagai berikut :

  • Rasa nyeri atau rasa sakit yang umum.
  • Bengkak
  • Benjolan keras di bawah kulit.
  • Kulit memerah.
  • Demam Ringan.
  • Keluarnya nanah dari bagian tubuh yang menderita phlebitis ( pertanda infeksi ).
  • Urat nadi umumnya terlihat pada phlebitis superficial.
  • Penderita DVT (Deep Vein Thrombophlebitis) umumnya sulit menggerakan kaki atau tangan yang terkena DVT.

 

Penyebab Phlebitis

Berikut ini beberapa penyebab phlebitis, yaitu :

  • Kuman stafilokokkus dan bakteri gram negatif.
  • Trauma lokal yang mengenai pembuluh darah vena umumnya menjadi penyebab phlebitis superficial.
  • Cedera yang terjadi pada lengan dan kaki (akibat dari kecelakaan lalu lintas atau kecelakaan olah raga).
  • Pemasangan infus yang menyebabkan iritasi pada pembuluh darah vena.
  • Inaktivitas atau kurangnya beraktivitas sering menjadi penyebab DVT (Deep Vein Thrombophlebitis).  Hal ini biasanya tampak pada pasien yang sudah lama tidak bergerak atau tidak menggerakkan tangan dan kakinya.  Darah memiliki kecenderungan membeku jika seseorang tidak pernah atau kurang bergerak.
  • Gips yang terpasang pada lengan atau kaki pasien dalam kurun waktu yang lama.
  • Duduk yang terlalu lama seperti saat naik pesawat antar benua, atau mengendarai mobil dengan jarak yang jauh.
  • Gaya hidup seseorang, seperti kebiasan merokok, apalagi jika dikombinasikan dengan penggunaan pil KB ataupun gaya hidup yang mengakibatkan seseorang terkena obesitas atau kegemukan.
  • Rahim yang membesar selama kehamilan seringkali menekan pembuluh darah vena pada panggul.
  • Gangguan pembekuan darah yang diwariskan menjadi penyebab thrombophlebitis.
  • Kondisi kesehatan tertentu, misalnya kanker ataupun kelainan dalam pembekuan darah.

 

Faktor Resiko Phlebitis

Beberapa hal yang dapat menyebabkan Anda berisiko mengalami phlebitis antara lain:

  • Tidak aktif bergerak untuk jangka waktu lama, Misalnya Anda harus berada di tempat tidur untuk jangan waktu lama atau Anda harus bepergian menggunakan mobil atau pesawat untuk jangka waktu yang lama.
  • Banyak mempunyai varises, yang menjadi penyebab umum phlebitis superficial.
  • Terdapat alat pacu jantung atau tabung (kateter) yang tipis dan fleksibel pada pembuluh darah vena sentral, yang dapat menyebabkan dinding pembuluh darah mengalami iritasi dan menyebabkan aliran darah berkurang. Biasanya pemasangan alat pacu jantung atau tabung kateter tersebut dilakukan untuk perawatan medis.
  • Hamil atau baru melahirkan.
  • Memakai pil KB atau menjalani terapi hormon, yang dapat menyebabkan darah Anda menjadi membeku.
  • Mempunyai riwayat keluarga yang mengalami kelainan pembekuan darah atau kecenderungan untuk membentuk pembekuan darah.
  • Pernah mengalami thrombophlebitis sebelumnya.
  • Sudah pernah mengalami stroke.
  • Usia lebih dari 60 tahun.
  • Mengalami obesitas atau kelebihan berat badan.
  • Menderita penyakit kanker.
  • Memiliki kebiasan merokok.

 

Diagnosis Phlebitis

Dokter akan melakukan diagnosis terhadap kondisi Anda melalui pemeriksaan fisik dan riwayat kesehatan Anda. Umumnya hanya dengan menggunakan anamnesis dan pemeriksaan fisik sudah dapat mendiagnosis phlebitis yang terjadi pada pembuluh darah vena superficial.

Akan tetapi apabila timbul kecurigaan terjadi DVT ( Deep Vein Thrombophlebitis ) maka dokter dapat meminta pasien untuk melakukan pemeriksaan seperti USG.

Tes darah dapat dilakukan untuk memeriksa penyebab dari gangguan pembekuan darah atau timbulnya gumpalan darah. Scan ultrasound dapat mencari dan menemukan letak gumpalan darah, terutama pada pembuluh darah bagian dalam pada kaki atas.

Terkadang untuk mendeteksi gumpalan darah, dokter dapat melakukan prosedur yang bernama venogram. Pemeriksaan phlebitis yang dianggap paling akurat ini menggunakan alat bernama venography. Hal ini dilakukan dengan cara foto rontgen pada saat cairan kontras disuntikkan ke dalam pembuluh darah.

 

Komplikasi Phlebitis

Komplikasi yang mungkin dialami dengan kondisi phlebitis umumnya adalah komplikasi yang terkait dengan DVT ( Deep Vein Thrombophlebitis ). Untuk kasus phlebitis superfisial jarang menimbulkan komplikasi. Risiko komplikasi dari DVT (Deep Vein Thrombophlebitis) antara lain:

  • Emboli paru-paru.

Apabila bagian dari gumpalan pembuluh darah vena lepas, dan kemudian berpindah ke paru-paru, sehingga menghalangi arteri (emboli) maka hal ini dapat menyebabkan kematian.

  • Sindrom pasca phlebitis.

Sindrom ini seringkali juga disebut sebagai sindrom pasca-trombotik dan dapat berkembang hingga berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun setelah Anda menderita DVT (Deep Vein Thrombophlebitis). Kondisi ini seringkali menimbulkan rasa sakit yang lama dan memungkinkan terjadinya kelumpuhan pada bagian tubuh terkait seperti kaki atau tangan.

 

Kapan Sebaiknya Melakukan Pemeriksaan

Anda sebaiknya segera melakukan pemeriksaan apabila pembuluh darah vena memerah dan bengkak, apalagi jika Anda mempunyai satu atau lebih faktor risiko thrombophlebitis. Beberapa kondisi dibawah ini juga dapat menjadi alasan bagi Anda untuk segera melakukan pemeriksaan ke dokter :

  1. Apabila sudah ditangani sendiri akan tetapi keluhan atau gejala masih dirasakan.
  2. Jika merasakan rasa nyeri pada kaki atau lengan, di mana rasa nyeri terasa dalam atau setelah terjadi suatu benturan maupun kecelakaan.
  3. Ada riwayat penyakit darah atau kanker, dan merasakan nyeri pada kaki atau lengan.
  4. Obesitas dan atau merokok, serta merasakan nyeri pada kaki atau lengan.
  5. Penderita stroke yang sudah tidak bisa beraktivitas kemudian merasakan nyeri pada kaki atau lengan.
  6. Vena membengkak dan merasa sakit menjadi semakin parah.
  7. Mengalami napas pendek atau merasakan sakit di dada, batuk berdarah, maupun gejala lain yang menunjukkan kemungkinan terjadinya pembekuan darah yang mengarah ke paru-paru (emboli paru).

 

Pencegahan Phlebitis

Duduk pada saat penerbangan atau mengendarai mobil untuk kurun waktu yang lama dapat menyebabkan pergelangan kaki dan betis Anda membengkak dan meningkatkan risiko phlebitis. Berikut ini beberapa langkah pencegahan radang pembuluh darah vena yang dapat dilakukan:

  1. Jalan-jalan. Apabila kita terbang dengan pesawat maupun naik kereta api atau bus untuk jangka waktu yang lama, kita dapat berjalan di lorong sesekali waktu setiap satu jam sekali atau lebih. Jika kita mengemudikan mobil, berhentilah setiap satu jam sekali dan berkelilinglah.
  1. Menggerakan kaki secara teratur. Kita dapat melenturkan pergelangan kaki dengan memijak ke lantai minimum 10 kali setiap jam.
  2. Banyak minum air putih untuk menghindari dehidrasi.
  3. Rajin olahraga.
  4. Menghindari duduk dan berbaring terlalu lama.
  5. Jangan sampai menderita obesitas atau menjadi gemuk.
  6. Asap rokok atau merokok sebaiknya dihindari

 

Pengobatan Phlebitis Di Klinik Pandawa

Untuk kasus phlebitis yang masih ringan, Anda dapat melakukan pengobatan sendiri di rumah dengan beberapa langkah sebagai berikut:

  • Menyangga kaki dengan posisi yang lebih tinggi dari jantung.
  • Menggunakan stoking khusus medis apabila terjadi phlebitis di kaki untuk mencegah terjadi DVT (Deep Vein Thrombophlebitis).
  • Terus bergerak aktif untuk menjaga kelancaran aliran darah.
  • Minum obat pereda nyeri atau obat anti inflamasi
  • Jika diperlukan Anda dapat mengoleskan salep pereda nyeri pada kulit yang terasa sakit.
  • Mengompres bagian tubuh yang nyeri menggunakan air hangat.

Apabila phlebitis yang diderita tidak kunjung sembuh, Anda dapat segera melakukan pemeriksaan ke dokter atau klinik.

Klinik Pandawa sebagai salah satu klinik kulit terbaik di kota Jakarta menyediakan layanan untuk pengobatan phlebitis. Dokter yang berpengalaman, alat-alat kesehatan yang modern, dan fasilitas yang memadai menjadikan Klinik Pandawa pilihan tepat bagi Anda yang ingin melakukan pengobatan phlebitis. Dokter di Klinik Pandawa akan menyarankan pengobatan atau tindakan medis yang tepat untuk menangani phlebitis yang Anda derita.

Anda dapat berkonsultasi online dengan dokter kami secara gratis di nomor 0821-1141-0672/021-6231-3337 (telepon/SMS/WA) atau melalui link layanan. Dapatkan promo menarik setiap bulannya untuk berbagai layanan kesehatan di Klinik Pandawa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

klinik-pandawa-logo-white.png

Tanya Dokter sekarang

Konsultasikan keluhanmu
dengan Dokter Kami yang Berpengalaman