Sariawan di Vagina, Ini Penyebab & Cara Mengatasinya!

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Sariawan populer sebagai penyakit yang umumnya menyerang mulut atau bibir. Namun, tahukah Anda bahwa ada beberapa kondisi yang memicu terjadinya sariawan di vagina? Meski umumnya tidak berbahaya, sariawan pada vagina tentu bisa menimbulkan kekhawatiran. Apakah hal ini disebabkan oleh penyakit serius? Bagaimana cara mengatasi sariawan pada vagina? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

sariawan di vagina dan cara mengatasi

Mengenal Penyebab Sariawan pada Vagina

Sariawan merupakan proses inflamasi pada permukaan mukosa, baik di mulut, bibir, maupun vagina. Sariawan memiliki tanda-tanda yaitu adanya lesi merah disertai rasa nyeri.

Nyeri yang mengganggu harus terobati karena dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Untuk mengobatinya, Anda perlu mengetahui terlebih dahulu tentang penyebab sariawan di vagina. Berikut di antaranya:

  1. Sariawan di vagina awas Penyakit Menular Seksual

Penyebab paling umum dari sariawan di vagina ialah penyakit menular seksual(PMS/IMS). Kelompok penyakit ini disebut PMS atau IMS karna rentan menular melalui kontak kulit saat berhubungan seksual.

Penyakit yang menyebabkan keluhan tersebut yaitu herpes genital dan sifilis.

  1. Herpes Genital

Herpes genital merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus herpes. Herpes bisa menimbulkan gejala gelembung kecil berisi cairan di sekitar kemerahan.

  1. Sariawan di vagina pertanda Sifilis

Sifilis disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Penyakit ini menumbuhkan gejala berupa luka koreng yang keduanya mirip dengan sariawan.

  1. Infeksi Jamur

Infeksi jamur sering terjadi di area vagina karena kondisinya lembap yang menyebabkan peradangan. Infeksi jamur Candida albicans adalah penyebab paling umum dari peradangan yang disebut vulvovaginitis.

Gejalanya bisa berupa kemerahan yang terasa nyeri, perih, hingga munculnya gelembung-gelembung yang dianggap sebagai sariawan di vagina.

BACA JUGA: Kenali Penyebab Mononukleosis, Mudah Menular Melalui Ciuman

  1. Infeksi Bakteri

Selain bisa menyebabkan vulvovaginitis, bakteri seperti streptococcus atau staphylococcusjuga dapat menginfeksi kulit daerah kemaluan.

Kondisi infeksi bisa diperparah dengan banyaknya rambut di area genital. Infeksi pada folikel rambut (folikulitis) terjadi oleh bakteri dapat menyebabkan gejala seperti sariawan.

  1. Infeksi Parasit

Parasit seperti kutu rambut atau kudis juga dapat menginfeksi area vagina dan menyebabkan sariawan pada vagina. Gejalanya bisa muncul gatal, bintik-bintik kemerahan akibat gigitan.

  1. Iritasi Kulit

Daerah kemaluan merupakan daerah yang lembap dengan banyak lipatan. Kondisi ini memungkinkan terjadinya banyak gerakan yang dapat menyebabkan iritasi. Iritasi yang disebut dermatitis kontak iritan dapat menyebabkan gejala seperti sariawan.

Penyebab iritasi di kulit Anda beragam, antara lain yaitu sebagai berikut ini:

  • Kebersihan diri yang kurang
  • Pemakaian produk kosmetik pada daerah kemaluan
  • Detergen yang menempel pada celana dalam
  • Bahan dari celana dalam
  1. Reaksi Alergi

Begitu juga dengan iritasi kulit, bahan penyebab alergi (alergen) juga bisa menyebabkan sariawan di vagina. Umumnya bahan alergi ini sering kita temui di berbagai produk seperti kosmetik, produk perawatan diri dan rumah tangga.

Baca juga : 10 Jenis Penyakit Kelamin Yang Sering Terjadi

Bagaimana cara diagnosis gangguan kewanitaan ini?

Kadang-kadang, gangguan kewanitaan ini yang di keluhkan pasien mungkin merupakan kelainan kulit yang berbeda dari bayangan dokter. Oleh karena itu, untuk mendapatkan diagnosis yang tepat, pemeriksaan harus melalui dua arah.

Pertama, memerlukan wawancara antara pasien dan dokter. Kedua, pemeriksaan fisik secara langsung. Dari hasil pemeriksaan awal, selanjutnya akan ada pemeriksaan tambahan.

Pemeriksaan tersebut bisa dengan pemeriksaan darah dan kultur bakteri, virus, atau penanda infeksi lainnya, tergantung pada penyebab yang mencurigai.

Baca juga : Vagina Bau Tak Sedap Saat Keputihan, Ini Penyebabnya

Cara Mengatasi Sariawan pada Vagina

Cara mengatasi sariawan pada vagina tergantung dari penyebabnya. Jika sudah mengetahui penyebab pastinya, maka pengobatan bisa dilakukan dengan tepat dan sesuai dosis.

  1. Jika disebabkan oleh PMS, misalnya herpes, hal ini bisa teratasi dengan obat antivirus, sementara sifilis dengan antibiotik. Kemudian, hindari kontak seksual terlebih dahulu, baik bergonta-ganti pasangan atau dengan pasangan Anda.
  2. Jika penyebabnya adalah peradangan akibat infeksi bakteri, maka sariawan pada vagina terobati dengan salep antibiotik, obat antinyeri, obat antiradang, ataupun obat untuk membunuh kutu.
  3. Jika timbul oleh akibat iritasi atau alergi, penting untuk menghindari bahan yang menjadi pencetusnya.
  4. Hindari berganti pasangan seksual dan gunakan kondom
  5. Segera konsultasikan dengan ahlinya

Itulah beberapa kondisi yang menyebabkan sariawan pada vagina. Kondisi ini tidak boleh Anda anggap enteng karena bisa sangat mengganggu, bahkan bisa menurunkan kualitas kehidupan rumah tangga penderitanya.

Baca juga : Cara Mengencangkan Vagina Yang Tepat Dan Aman

Kapan harus ke dokter?

Jika sahabat pandawa menemukan keanehan di area kewanitaan, jangan tunggu parah. Segeralah kunjungi klinik kulit kelamin terdekat.

Apabila tak melakukan pengobatan, kemungkinan bisa berdampak pada kesehatan tubuh Anda.

Misalnya, seperti gangguan kencing, infeksi saluran kemih, nyeri panggul, keputihan tidak normal, nyeri saat berhubungan intim. Apalagi bisa sebabkan infertilitas ataupun kemandulan.

Bila Sahabat Pandawa butuh informasi dan pengobatan lebih lanjut silakan konsultasikan dengan dokter kami secara online atau melalui nomor 0821-1141-0672/ SMS / WA/ telepon. Segala rahasia medis terjamin.

 

 

 

Peninjau Dr. Agusmawi

Referensi:

Vaginal yeast infections: Treatment, causes, prevention & symptoms. 2022. Cleveland Clinic

Vaginal thrush. (2022). Trusted Health Advice – Healthdirect.

Yeast infection (vaginal) – Diagnosis and treatment – Mayo Clinic. (2022). Mayo Clinic

Leave a Reply

Your email address will not be published.