Hal Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Gangguan Kulit Skleroderma

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Skleroderma-Gangguan Kulit

 

Apakah Anda pernah mengalami penebalan dan pengerasan kulit di beberapa bagian tubuh? Bisa pertanda itu gangguan kulit Skleroderma. Penyakit skleroderma merupakan kondisi gangguan pada kulit yang ditandai dengan adanya pengerasan dan penebalan pada beberapa bagian kulit. Penebalan dan pengerasan kulit terjadi karena sistem imun yang dimiliki menyerang jaringan ikat dari bagian kulit yang masih sehat. Selain itu, penyakit ini juga mengganggu kesehatan organ dalam tubuh pengidapnya. Seperti apa jelasnya, akan dibahas di bawah ini.

 

Definisi Skleroderma

Gangguan kulit ini merupakan penyakit autoimun yang menyerang jaringan ikat, di mana membuat jaringan tersebut menebal dan mengeras. Situasi seperti ini terjadi pada kulit, pembuluh darah dan organ, seperti ginjal, paru-paru serta jantung.

Biasanya, dampak pada organ dalam terjadi karena adanya penebalan pada jaringan di bagian paru-paru maupun ginjal sehingga fungsi organ tubuh berkurang dan mengalami gangguan. Jaringan pembuluh darah dapat terkena dampaknya sehingga pengidap berisiko mengalami masalah tekanan darah tinggi dan kerusakan jaringan pada bagian tubuh lainnya.

Terkadang penyakit skleroderma mendapatkan stigma negatif dari masyarakat. Padahal, penyakit ini merupakan salah satu penyakit yang tidak menular, bersifat non kanker dan tidak menginfeksi. Awalnya, gangguan kulit ini merupakan penyakit yang ringan namun penyakit skleroderma bisa berubah menjadi penyakit yang serius. Gangguan ini dapat menyebabkan kematian bila tidak ditangani dengan baik.

 

Tanda-tanda Skleroderma

Tanda-tanda gangguan kulit pada tiap individu bervariasi dan berbeda-beda. Hal ini disebutkan penyakit skleroderma bisa menyerang pada sebagian kulit saja dan gejala sistemik yang menyerang kulit, organ dalam, dan sirkulasi darah.

Saat pengidap mengalami tanda-tanda skleroderma yang terlokalisasi di bagian kulit tertentu, ditandai dengan munculnya bercak putih pada kulit yang cukup keras. Bercak putih ini berbentuk oval namun berbeda dengan penyakit panu.

Kondisi skleroderma yang terlokalisasi ini biasanya ditandai dengan permukaan yang tidak ditumbuhi bulu, terasa gatal, dan dapat tumbuh di bagian kulit mana saja. Biasanya tidak membahayakan karena hanya menyerang bagian kulit.

Selain tanda-tanda di atas, kamu perlu perhatikan gejala umum lainnya seperti nyeri pada bagian ulu hati, mata, dan mulut yang selalu terasa kering, diare, penurunan berat badan, dan adanya edema atau pembengkakan pada bagian jari dan tangan.

 

 

Penyebab Skleroderma

Gangguan kulit terjadi saat sistem imun yang seharusnya melindungi tubuh dari cedera dan infeksi, justru menyerang jaringan ikat. Kondisi ini memicu sel-sel di dalam jaringan ikat untuk memproduksi kolagen (salah satu jenis protein pembentuk jaringan ikat) dalam jumlah yang berlebihan.

Ketika produksi kolagen meningkat pesat, kolagen bisa menumpuk di kulit dan organ. Akibatnya timbul pengerasan dan penebalan pada kulit dan organ tersebut.

Meski pemicu pasti terjadinya kondisi ini belum diketahui benar, ada sejumlah faktor yang diduga dapat membuat seseorang lebih rentan untuk menderita skleroderma, yaitu:

  • Berjenis kelamin wanita
  • Berusia 35–55 tahun
  • Memiliki kerabat yang menderita skleroderma atau penyakit autoimun
  • Menderita penyakit autoimun lain, seperti lupus, rheumatoid arthritis, atau sindrom Sjogren
  • Menggunakan obat kemoterapi, seperti bleomycin
  • Terpapar bahan kimia berbahaya secara terus-menerus, seperti debu silika

 

 

Jenis-jenis dari skleroderma

Gangguan kulit ini dapat dibagi menjadi 2 jenis, yaitu lokal dan sistemik. Jenis sistemik dapat dibagi lagi menjadi dua subtipe, yaitu tersebar (diffuse) dan terbatas (limited).

  1. Skleroderma lokal

Jenis ini merupakan yang paling umum terjadi. Pada kondisi ini, penderita hanya mengalami perubahan struktur pada beberapa bagian kulit. Umumnya, kulit akan memiliki tekstur lengket atau berbercak.

Kondisi ini tidak akan membahayakan organ-organ tubuh utama dan mungkin membaik atau hilang sendiri tanpa perlu penanganan khusus. Namun, sejumlah penderita mengalami gejala yang cukup serius, serta memiliki bekas luka permanen pada kulit.

  1. Skleroderma sistemik

Pada jenis ini, penyakit tidak hanya memengaruhi kulit saja, namun juga pada organ-organ tubuh lainnya. Kondisi ini dapat dibagi menjadi 2 subtipe:

  • Diffuse

Jenis skleroderma ini memengaruhi banyak bagian tubuh, seperti sistem pencernaan, pernapasan, bahkan berpotensi menyebabkan gagal ginjal. Kondisi ini biasanya dapat membahayakan nyawa dan memerlukan penanganan yang serius.

  • Limited

Kondisi ini juga dikenal dengan sindrom CREST, di mana setiap huruf mengacu pada nama-nama penyakit tertentu: Calcinosis (penumpukan kalsium abnormal pada kulit), Raynaud’s phenomenon (aliran darah pada beberapa bagian tubuh berkurang), Esophageal dysmotility (kesulitan menelan), Sclerodactyly (kulit mengencang di bagian jari) dan Telangectasia (bercak kemerahan pada kulit).

 

Kapan harus ke dokter

Periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami tanda dan ciri yang disebutkan di atas. Pemeriksaan sejak dini diperlukan agar kondisi dapat segera ditangani dan risiko terjadinya komplikasi dapat dicegah.

Bilamana Anda memiliki faktor risiko, seperti memiliki kerabat dengan skleroderma atau menderita penyakit autoimun lain, lakukan medical check-up secara berkala. Hal ini diperlukan untuk memantau kondisi kesehatan Anda.

Bila sudah didiagnosis mengalami skleroderma, jalani pengobatan yang diberikan oleh dokter secara rutin, sehingga kondisi Anda dapat terpantau.

 

Penanganan Skleroderma

Saat ini gangguan kulit skleroderma baru bisa ditangani untuk mengatasi gejala dan dampak yang muncul pada kesehatan kulit Anda. Sebaiknya, selalu menjaga kebersihan diri dan lakukan perawatan pada kulit yang mengalami skleroderma. Perawatan yang baik membuat penyakit ini tidak mudah muncul dan mengganggu kesehatan.

Sebaiknya segera atasi organ tubuh yang terganggu akibat adanya penyakit skleroderma agar kesehatan tetap terjaga dan tidak menimbulkan komplikasi penyakit lain. Jangan lupa untuk tetap menerapkan gaya hidup sehat dan konsumsi makanan sehat agar daya tahan tubuh tetap optimal.

Segera hubungi konsultasi online gratis dokter kami melalui layanan konsultasi atau menghubungi 0821-1141-0672/ 021-62313337 Whatsapp / SMS / telp. Kami siap melayani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

klinik-pandawa-logo-white.png

Tanya Dokter sekarang

Konsultasikan keluhanmu
dengan Dokter Kami yang Berpengalaman