Tinea Cruris Adalah Infeksi Jamur, Waspadai Bahayanya

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

tinea cruris adalahTinea cruris adalah infeksi jamur yang umumnya menimbulkan rasa gatal. Infeksi jamur ini dapat timbul pada siapa saja, akan tetapi pria atau atlet lebih sering mengalami gangguan kulit ini.

Jamur sangat mudah berkembang pada kulit bagian tubuh yang berkeringat, lembab, dan hangat, seperti selangkangan. Selain pada selangkangan, tinea cruris juga dapat menyebar ke kulit bagian tubuh lain seperti pantat, paha, hingga dubur, namun jarang terjadi pada penis atau skrotum.

 

Definisi Tinea Cruris

Tinea Cruris adalah infeksi jamur yang sering timbul di kulit selangkangan, area sekitar alat kelamin, paha maupun pantat. Hal ini lantaran area-area tersebut merupakan tempat yang lembab dan hangat.

Kondisi ini dapat dialami siapa saja, terutama orang yang menderita obesitas atau berprofesi sebagai atlet. Atlet sendiri dikenal sebagai orang yang paling sering berkeringat.

Selain itu, penyakit ini lebih sering terjadi pada pria dibandingkan wanita. pasalnya, pria memiliki lipatan kulit yang lebih banyak di paha sehingga berisiko besar untuk terinfeksi.

Tinea Cruris termasuk dalam kategori penyakit yang sangat mengganggu karena akan membuat penderitanya merasakan gatal yang luar biasa di area yang terinfeksi. Apalagi, penyakit ini dapat menular dari orang yang terinfeksi ke orang yang sehat melalui perantara benda.

 

Penyebab Tinea Cruris

Penyakit tinea cruris adalah jamur dermatofita yang tumbuh di daerah selangkangan atau lipat paha. Jamur ini dapat muncul jika:

  • Kulit selangkangan sering mengalami gesekan dengan pakaian
  • Kulit di bagian selangkangan terlalu lembab akibat keringat yang berlebihan
  • Kutu air menyebar ke selangkangan
  • Adanya kontak fisik dengan kulit penderita secara langsung atau berbagi pakai baju penderita yang belum dicuci
  • Memakai pakaian basah, lembap, atau pakaian yang belum dicuci (seperti pakaian dalam atau pendukung atletik)
  • Jarang mandi, terutama setelah berolahraga atau berkeringat berat dari pekerjaan
  • Anda juga dapat dengan mudah terinfeksi jamur yang biasanya hidup pada permukaan basah seperti lantai di kamar mandi umum atau kamar ganti
  • Tertular dari binatang yang terinfeksi

Selain itu, ada beberapa kondisi yang dialami seseorang sebagai faktor risiko terjadinya Tinea Cruris seperti:

  • Berjenis kelamin pria
  • Sering menggunakan celana dalam yang ketat
  • Banyak berkeringat
  • Memiliki berat badan berlebih
  • Menderita diabetes
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya penderita AIDS

 

Gejala Tinea Cruris

Gejala utama dari Tinea Cruris adalah rasa gatal di selangkangan yang memburuk saat beraktivitas atau berolahraga. Selain itu, pada kulit di area selangkangan akan mengalami perubahan berupa:

  • Ruam kemerahan dengan bentuk melingkar seperti pulau atau cincin, dan bagian tepinya tampak lebih merah
  • Kulit pecah-pecah dan terkelupas
  • Warna kulit yang terinfeksi menjadi lebih terang atau lebih gelap
  • Kulit di daerah selangkangan terasa gatal, perih, dan seperti terbakar
  • Tepi ruam bisa bersisik atau memiliki benjolan yang terlihat seperti lecet

 

Pengobatan Tinea Cruris di Klinik Pandawa

Jika Anda mengalami sejumlah gejala di atas, segera periksakan diri Anda ke dokter. Selain rasa gatal yang mengganggu, Tinea Cruris juga dapat menyebabkan beragam komplikasi kulit yang dapat meninggalkan bekas luka (parut).

Cara yang dilakukan dokter untuk mendiagnosa tinea cruris adalah pertama-tama dokter akan memeriksa gejala-gejala yang Anda alami. Namun apabila Anda dicurigai terserang penyakit lain, dokter akan meminta Anda untuk melakukan sejumlah tes seperti:

  • Tes kerokan kulit

Dokter akan mengerok atau mengikis permukaan kulit yang bermasalah pada jenis pemeriksaan ini. Hasil kerokan akan dimasukkan ke dalam larutan KOH, sebelum diperiksa di bawah mikroskop untuk mencari jamur.

  • Kultur jamur 

Tes pada kultur jamur dilakukan untuk memeriksa jamur yang tumbuh dari sampel kerokan kulit, dengan cara membiakkan jamur di media tertentu.

  • Biopsi kulit

Dokter umumnya akan melakukan pemeriksaan dengan menggunakan mikroskop atas sampel jaringan kulit yang telah diambil. Proses biopsi ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis kelainan kulit yang terjadi.

Meski Tinea Cruris sering diabaikan penderitanya, Anda disarankan untuk tetap melakukan konsultasi dengan dokter agar penyakit ini tidak berkembang dan semakin menyebabkan permasalah yang serius pada kulit. Pengobatan tinea cruris adalah sangat bergantung pada lokasi timbulnya infeksi jamur.

Klinik Pandawa menyediakan penanganan untuk penyakit tinea cruris yang Anda alami. Sebagai klinik spesialis kulit dan kelamin serta Andrologi terpercaya di Jakarta, Klinik Pandawa didukung oleh dokter dan tenaga medis yang berpengalaman di bidangnya.

Selain itu, Klinik Pandawa dilengkapi dengan apotek, ruang laboratorium, dan alat-alat kesehatan yang modern untuk menyembuhkan penyakit tinea cruris yang Anda derita. Untuk keamanan, Anda tidak perlu khawatir karena Klinik Pandawa menjamin kerahasiaan setiap pasien. Anda pun akan dimanjakan dengan fasilitas yang lengkap, sehingga membuat Anda nyaman untuk berobat di Klinik Pandawa.

Jika Anda ingin mengobati penyakit tinea cruris, Anda dapat menghubungi Klinik Pandawa di nomor telepon 021-62313337 atau 0821-1141-0672 (telepon/SMS/WA) dan klik bit.ly/2VdMqLL untuk berkonsultasi online dengan dokter kami secara gratis.

3 Responses

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

klinik-pandawa-logo-white.png

Tanya Dokter sekarang

Konsultasikan keluhanmu
dengan Dokter Kami yang Berpengalaman