Ladies, Pernah Alami Vagina Bengkak?? Awas Ini Penyebabnya

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Penyebab Vagina Bengkak
Yuk kenali penyebab vagina bengkak dan cari tahu gimana cara mencegahnya.

Labia, alias bibir vagina merupakan salah satu bagian vital organ intim perempuan. Labia mempunyai dua bagian, yaitu labia majora (bibir bagian luar) juga labia minora (bibir bagian dalam). Umumnya, labia memiliki ukuran-ukuran yang berbeda, namun tak menutup kemungkinan juga kalau labia tersebut memiliki ukuran yang lebih besar. Mengalami vagina bengkak tidak selalu berhubungan dengan aktivitas seks, melainkan juga dikarenakan oleh berbagai faktor. Beberapa penyebab vagina bengkak antaranya adalah infeksi, alergi, hingga kehamilan.

Vagina bengkak setelah melakukan hubungan seksual, pastinya akan membuat Sahabat Pandawa khawatir. Tentunya hal ini akan sangat mengganggu dan membuat Anda tidak akan merasa nyaman, bahkan mungkin mulai membenci aktivitas seksual yang memicu terjadinya vagina bengkak. Yuk kenali penyebab vagina bengkak dan cari tahu gimana cara mencegahnya.

Gejala Vagina Bengkak

Disisi lain oleh karena inflamasi atau radang pada vagina, beberapa gejala-gejala lainnya yang sering menyertai bengkak pada vagina di antaranya gatal-gatal atau terasa panas, keluar cairan dari vagina, vagina bau tak sedap, ada benjolan-benjolan pada vagina, dan terasa sakit dan nyeri ketika sedang berjalan ataupun duduk.

Penyebab Vagina Bengkak

  • Infeksi Jamur.

Pemicu utama ini merupakan infeksi jamur Candida yang menjadi penyebab vagina bengkak, terasa panas dan terbakar, dan gatal-gatal pada area vagina. Biasanya jamur ini disebabkan oleh antibiotik yang digunakan oleh ibu hamil, penderita diabetes dan pengguna kontrasepsi oral.

  • Infeksi Menular Seksual

Infeksi menular seksual ini merupakan salah satu penyakit yang terjadi pada organ intim dan menjadi yang paling ditakuti. Penyakit IMS dapat menyebabkan peradangan pada jaringan di vagina yang berujung pada bengkak.Peradangan atau infeksi tersebut dikenal dengan penyakit klamidia dan trikomoniasis. Kedua hal tersebut dapat mengakibatkan pendarahan, iritasi, dan vagina mengeluarkan bau tak sedap.

  • Bakteri Vaginosis

Menurut pakar Centers for Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika Serikat, bakteri yang masuk ke dalam vagina dengan jumlah yang banyak juga bisa memberikan efek bengkak. bakteri vaginosis tidak hanya menyebabkan vagina membengkak, Tetapi juga membuat vagina mengalami keputihan yang berwarna agak abu-abu, teksturnya kental, dan aromanya tak sedap.

  • Aktivitas seks yang kurang baik.

Jika vagina membengkak dan kamu menemukan adanya tanda-tanda luka di sekitar vagina dan vulva setelah berhubungan seks, berarti pembengkakan tersebut bisa jadi disebabkan oleh aktivitas seksual yang kasar. Bisa jadi saat itu kamu dan pasangan terlalu bersemangat sehingga tidak terlalu memperhatikan kondisi vagina yang ternyata terluka.

  • Kista Bartholin

Saat kista ini timbul, kulit disekitar miss V dan labia terasa sakit. Penyakit Kista Bartholin ini umumnya diidap oleh 2% perempuan di usia 20 tahunan. Penyakit kista (abses) bartholini umumnya menimbulkan tonjolan di bawah kulit di satu sisi miss V dan rasa sakit selama aktivitas apa pun yang memberi tekanan pada area tersebut.

  • Servisitis

Servisitis merupakan radang leher rahim. Servisitis muncul sebagai akibat penyakit menular seksual (PMS). Adapun penyakit kelamin yang menyebabkan munculnya servisitis yaitu Klamidia, gonore (kencing nanah) dan trikomoniasis.Kondisi ini bisa menimbulkan nyeri panggul, keputihan abnormal dan nyeri saat berhubungan intim.

  • Reaksi alergi

alergi air mani juga dapat menyebabkan peradangan vagina. alergi air mani adalah reaksi alergi terhadap protein yang jarang ditemukan dalam air mani dapat menyebabkan kemerahan, pembengkaka, nyeri, gatal dan terbakar di sekitar alat kelamin. Namun, vagina bengkak setelah hubungan adalah hasil dari sensitivitasi tubuh Anda atau alergi terhadap iritasi secara umum. Secara tidak sengaja, berbagai produk perawatan pribadi ternyata menjadi salah satu alasan mengapa vagina membengkak. Hal ini sangat mungkin bahwa vagina adalah bagian yang sangat sensitif dari tubuh. Biasanya, beberapa bahan yang dapat menyebabkan vagina bengkak seperti sabun, minyak, sabun bayi, sanitasi handuk, kondom, kontrasepsi. Untuk lebih jelasnya, silakan berkonsultasi dengan dokter Anda untuk menentukan penyebab alergi.

  • Terlalu intim Rough

Bahkan, seks dengan pasangan dapat menyebabkan vagina membengkak. Kondisi ini biasanya terjadi ketika vagina terlalu kering atau kurang pelumasan. Keras gesekan dan make cukup untuk menyebabkan peradangan vagina. Tidak hanya itu, seks keras juga dapat menyebabkan kulit ke dalam vagina robek. Jika dibiarkan, robekan ini bisa menjadi pintu masuk penyakit kelamin. Selain peradangan, kondisi ini juga umumnya ditandai dengan demam dan keputihan yang berlebih dari biasanya.

Cara Mencegah 

Yup, mencegahlah sebelum semakin parah. Adapun cara simpel yang bisa kamu lakukan sehari-hari untuk bisa mencegahnya, antara lain;

  • Kurangi menggunakan vagina douch atau semprotan pembersih vagina
  • Menghindari penggunaan pakaian dalam yang ketat
  • Memilih penggunaan sabun, detergen atau produk feminim
  • Melakukan hubungan seksual yang aman dan lembut

Kapan  Dianggap Berbahaya?

Kebanyakan kondisi ini tidak dianggap terlalu serius. Tapi bilamana bengkaknya sudah termasuk kronis, nyeri tak tertahankan dan disertai aroma bau dan mengeluarkan cairan, kamu harus segera menghubungi dokter spesialis kulit dan kelamin.

Pengobatan Vagina Bengkak di Klinik Pandawa 

Pengobatan pasien dengan keluhan vagina bengkak dengan berbagai penyebab dan gejala di klinik pandawa, pertama pasien akan diarahkan untuk berkonsultasi secara langsung dengan dokter.

Setelah berkonsultasi akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut demi memastikan penyebabnya dan selanjutnya dapat diberikan penanganan dengan tepat salah satunya dengan cek laboratorium.

Ditangani langsung oleh ahli medis yang berpengalaman dalam menangani berbagai penyakit ginekologi dan kulit dan kelamin. Segera dapatkan pengobatan dan informasi lebih lanjut melalui layanan konsultasi online gratis melalui konsultasi atau menghubungi 0821-1141-0672/ 021-62313337 (WA / SMS / telp). Kami siap melayani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

klinik-pandawa-logo-white.png

Tanya Dokter sekarang

Konsultasikan keluhanmu
dengan Dokter Kami yang Berpengalaman