Waspada Bila Vagina Keluar Darah Saat Tidak Menstruasi, Ini Dia Penyebabnya

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

vagina berdarah

Menstruasi bukan satu-satunya penyebab vagina berdarah. Namun keluar darah dari vagina juga bisa terjadi bahkan ketika seorang wanita tak sedang menstruasi. Dalam beberapa kondisi tertentu, bahkan kondisi vagina berdarah ini bisa menjadi pertanda adanya suatu penyakit. Maka itu, kondisi ini wajib diwaspadai, terlebih bila berlangsung lama.

Banyak hal yang menjadi penyebab vagina berdarah. Missal saja akibat celaka sehingga mengakibatkan goresan luka. Begitu juga pada masa hamil. Sebab itu penting untuk sahabat pandawa semua untuk mengenali penyebab vagina keluar darah dari normal hingga indikasi abnormal seperti penyakit tertentu.

Vagina berdarah

Seorang wanita wajib menjaga kebersihan dan kesehatan bagian organ intimnya. Hal ini memang penting karena vagina sebagai organ sensitive dan reproduksi.

Satu hal yang perlu diketahui, seorang wanita juga harus mengenali atau melihat perubahan-perubahan di area kewanitaan ini. Vagina yang sehat diantaranya memiliki ciri seperti tidak mengeluarkan aroma menyengat, cairan putih yang normal, hingga keluar darah dari vagina karena proses menstruasi dan tidak dalam waktu lama.

Nah, sementara itu vagina berdarah yang tidak normal banyak penyebabnya.

Pastinya sahabat pandawa tidak mau kan bila mengalami sesuatu yang tidak diinginkan?

Penyebab Vagina Berdarah

Ada banyak hal yang bisa menyebabkan vagina berdarah. Berikut adalah beberapa penyebabnya, seperti dilansir oleh Medicine Net:

  1. Hormon

Yupp, siklus menstruasi wanita diatur oleh hormon estrogen dan progesteron. Ketika jumlah kedua hormon tersebut kurang seimbang atau terganggu, seorang wanita bisa mengalami pendarahan dari vagina di luar masa menstruasi.

Tak cuma itu, vagina berdarah karena gangguan pada hormon juga bisa dipicu kondisi lain, sebut saja gangguan kelenjar tiroid, penggunaan alat kontrasepsi, bahkan penyakit tertentu seperti polycystic ovary syndrome (PCOS).

  1. Kehamilan

Bila dalam masa hamil dan mengalami pendarahan, pemicunya bisa jadi yaitu adanya komplikasi. Jika sel telur dibuahi di tuba falopi, besar kemungkinan bisa mengalami pendarahan. Kondisi ini pun disebut dengan kehamilan ektopik.

Selain itu, menurut The American Pregnancy Association, 20 persen wanita hamil pada 12 minggu pertama kehamilan akan mengeluarkan flek darah.

Kondisi ini merupakan proses perlekatan sel telur yang dibuahi ke dinding rahim. Tetapi darah ini hanya berupa bercak atau darah dan bukan seperti darah menstruasi.

Selain itu, bila darah yang dikeluarkan terbilang banyak ditambah mengalami rasa nyeri di panggul, sebaiknya periksakan diri pada dokter.

  1. Konsumsi obat pengencer darah

Keluar darah dari vagina juga bisa terjadi ketika menggunakan obat pengencer darah yang berlebihan. Pemakaian obat tertentu dengan sifat pengencaran darah dan kontrasepsi hormonal seperti pemasangan cincin vagina pun berpeluan memicu vagina keluar darah.

  1. Fibroid

Fibroid sendiri penyebab lain dari vagina berdarah. Beberapa di antaranya adalah kista, polip, dan fibroid pada uterus. Beberapa hal ini bukan kanker namun juga bisa menyebabkan keluar darah di vagina.

  1. Penyakit Infeksi Menular Seksual

Penyakit infeksi menular seksual, seperti gonore atau klamidia, bisa menjadi penyebab vagina keluar darah saat tidak mestruasi. Selain itu, kedua penyakit di atas juga bisa memicu vagina berdarah setelah aktivitas seksual.

Penyakit infeksi menular seksual memiliki gejala yang harus diwaspadai, seperti sakit saat buang air kecil, cairan berwarna hijau atau kuning dari vagina, aroma menyengat, gatal di vagina, dan nyeri panggul.

Rata-rata penyakit ini dapat menular apalagi melalui aktivitas seksual baik oral, vaginal maupun anal.

Baca juga: Mengenal Folikulitis, Jerawat yang Bisa Muncul di Area Kelamin

  1. Endometriosis

Endometriosis sendiri merupakan gangguan yang dipicu tumbuhnya endometrium di luar rahim wanita. Kondisi ini tentu bisa memicu vagina berdarah ataupun bercak-bercak saat wanita tidak dalam menstruasi.

Keadaan ini seringnya tak terdiagnosis. Gejalanya sendiri meliputi nyeri panggul, periode menstruasi yang menyakitkan, perdarahan menstruasi yang lebih banyak dari biasanya, nyeri saat berhubungan intim, hingga diare.

  1. Vagina berdarah akibat Stres

Stres pun bisa menjadi penyebab vagina keluar darah diluar masa menstruasi sewajarnya. Sebab, kondisi ini dapat memicu fluktuasi terhadap siklus haid wanita.

Sebagian besar wanita bisa mengalami munculnya bercak-bercak darah dari vagina ketika dalam keadaan stres tingkat tinggi.

  1. Kanker

Pada kasus tertentu, vagina berdarah juga bisa dipicu oleh kanker, sebut saja kanker serviks, kanker vagina, kanker rahim, dan kanker ovarium. Penyakit kanker ini umunya baru memunculkan gejala vagina berdarah ketika sudah memasuki tingkatan stadium lebih lanjut.

Baca juga: Bintil di Vagina, Ini Dia 10 Penyebab Kemunculannya!

  1. Perimenopause

Perimenopause atau transisi menopause yang terjadi beberapa tahun sebelum menopause. Kondisi ini menjadi tanda jika ovarium memproduksi lebih sedikit hormon estrogen.

Biasanya, perimenopause akan terjadi pada saat wanita mencapai usia 40 tahun. Tapi jangan salah juga ya, ada juga wanita yang sudah mengalami perimenopause di usia 30 tahunan.

Selama perimenopause terjadi, siklus menstruasi mulai tidak teratur. Saat kondisi ini terjadi, bercak-bercak darah bisa mulai bermunculan.

  1. Vagina Berdarah akibat Cedera

Penyebab vagina berdarah saat tidak mestruasi yang tak boleh dilupakan adalah cedera atau luka. Apabila vagina atau bagian dalamnya mengalami benturan, maka perdarahan bisa terjadi.

Berikut diantarnya faktor pendukung kemunculan cedera meliputi:

  • Kekerasan seksual
  • Hubungan seksual yang terlalu kasar
  • Terkena objek keras
  • Prosedur medis seperti pemeriksaan panggul.

Bila sahabat pandawa pernah mengalami beberapa hal di atas dan mengalami vagina berdarah yang tak wajar, segeralah kunjungi dokter ahlinya.

Kapan harus ke dokter?

Kondisi vagina berdarah diluar masa menstruasi merupakan kondisi yang sebaiknya segera mendapat penanganan medis. Apalagi bila di lihat banyaknya penyebab seperti yang telah dijelaskan di atas.

Dan apabila disertai gejala seperti, sakit perut, nyeri di perut bawah atau panggul, pendarahan hebat berangsur lama, serta benjolan di vagina segera kunjungi dokter ginekologi terpercaya.

Untuk mendapatkan penanganan yang tepat dokter akan menyesuaikan dengan penyebabnya. Dan tentu diagnosis serta pemeriksan fisik akan dilakukan.

Bila ada pertanyaan atau ingin buat janji dengan dokter hubungi nomor 0821-1141-0672 (WA/SMS/TLP) atau klik layanan konsultasi . Lebih cepat dideteksi, maka pengobatan pun akan lebih cepat.

 

 

Referensi:
Healthline (2019). Vaginal Bleeding Between Periods.

MedicineNet (2020). Vaginal Bleeding.
WebMD (2019). Why Am I Spotting Between Periods?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *