GATAL-GATAL KARENA KUTU KELAMIN? CARI TAHU PENGOBATANNYA

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Kutu Kelamin Ini Sering Buat Area Kelamin Gatal-gatal

vagina gatal akibat kutu kelamin
Bahaya utama dari kutu kelamin ini yaitu penularan

 

Bagaimana jadinya bila anda mengalami vagina gatal yang luar biasa di kemaluan Anda? Bisa jadi diakibatkan oleh serangga atau kutu. Ya, keberadaan kutu seringkali hanya kita dengar di kulit ataupun di bagian rambut kepala, namun bagaimana dengan kutu kelamin?

Kutu kelamin (Pediculosis pubis) ini adalah serangga parasit yang ditemukan di area kemaluan atau alat kelamin manusia. Kutu kelamin ini membuat rasa gatal dan sebentar-sebentar ingin menggaruk dan biasanya hinggap di kemaluan .

Ada tiga jenis kutu yang menginfeksi manusia:

  • Pediculus humanus capitis: Kutu
  • Pediculus humanus corporis: kutu tubuh
  • kutu kepiting: kutu kelamin

Kutu tersebut menghisap darah manusia dan menyebabkan rasa gatal di daerah tertentu. Serangga ini biasanya tinggal di rambut kemaluan dan meluas melalui kontak seksual. Dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, kutu dapat ditemukan pada bulu mata, ketiak dan rambut wajah. Kutu kemaluan sering lebih kecil dari tubuh kutu dan kutu (kutu).

 

Baca Juga: Kutil Kelamin (Kondiloma Akuminata) Sangat Menular dan Berbahaya

 

Apa saja tanda-tanda dan gejala kutu kelamin?

Pasien dengan kutu rambut kelamin sering mengalami gatal-gatal di daerah genital atau anal dalam 5 hari setelah munculnya kutu. Pada malam hari, gatal-gatal ini tampak lebih intens.

Gejala umum lainnya saat rambut kutu kemaluan adalah:

  • Demam (tapi suhu rendah)
  • Mudah marah
  • Kurang energi
  • Bercak putih dekat gigitan

Gatal yang berlebihan dapat menyebabkan cedera atau infeksi di daerah. Anak-anak yang terkena kutu pada bulu mata juga berisiko untuk konjungtivitis (mata merah).

 

Apa penyebab munculnya kutu kelamin?

Kutu kelamin adalah suatu kondisi yang biasanya ditularkan melalui kontak intim, termasuk hubungan seksual. Penggunaan selimut, handuk, seprai atau pakaian orang yang memiliki kutu kelamin juga bisa menyebabkan orang terinfeksi mengalami atau tertular ini.

kutu dewasa menetas dari telur pada rambut di dekat kulit. Telur disebut nits. 7-10 hari kemudian, telur menetas menjadi nimfa dan mulai mengisap darah. Kutu bisa hidup tanpa asupan makanan selama 1-2 hari.

Banyak yang percaya gagasan bahwa seseorang bisa terkena kutu kelamin menggunakan toilet duduk atau perabotan bersama. Namun, nyatanya adalah tidak mungkin terjadi karena kutu kelamin biasanya tidak akan jatuh dari inangnya, kecuali kutu itu sudah mati. Kutu tidak bisa melompat dari satu orang ke orang lain sebagai kutu.

Jangan biarkan anak-anak tidur dengan Anda jika Anda memiliki kutu kelamin. Anak-anak dapat terkena kutu setelah tidur di ranjang yang sama dengan seseorang yang memiliki kutu kemaluan.

Pada anak-anak, kutu biasanya hidup di bulu mata atau alis. Kehadiran kutu kemaluan pada anak-anak bisa menjadi indikasi penyerangan seksual.

 

Penyebaran Kutu Kelamin

Bagi remaja yang sudah aktif seksualitasnya, baik lelaki maupun remaja wanita, hal ini dapat terjadi lantaran kurangnya kepedulian dengan kebersihan kelamin mereka sehingga di masa remajalah kutu-kutu kelamin ini biasa hinggap. Seperti menggunakan handuk atau celana dalam yang sama dan jarang ganti juga bisa jadi pemicunya.

Pasalnya, pemicu penyebaran tak hanya disebabkan itu saja dan semua umur pun bisa mengalami. Serangga ini biasanya tersebar melalui kontak fisik dan dekat dengan orang yang terinfeksi. Serangga ini akan merangkak dari rambut ke rambut tapi tidak dengan terbang atau melompat. Mereka akan tersebar saat kontak seksual, termasuk seks vaginal, anal maupun oral juga dapat menyebarkan kutu.

Ciri-cirinya yang bisa anda kenali adalah ketika merasakan sangat gatal pada malam hari. Gatal yang dirasakan ini bukanlah disebabkan oleh gigitan melainkan dari reaksi alergi atau hipersensitivitas kulit terhadap air liur kutu yang terkena kulit sebelum gigitannya.

 

Baca Juga: Bisa Sembuhkan Penderita Prurigo? Apa Penyebabnya?

 

Faktor Risiko

Ada banyak faktor yang membuat seseorang lebih berisiko kutu kemaluan, yaitu:

  • Memiliki banyak pasangan seksual
  • Memiliki kontak seksual dengan orang yang terinfeksi
  • Penggunaan kain seprai atau pakaian yang dikenakan oleh orang-orang yang terinfeksi.

 

Bahaya 

Selain area yang disukai serangga ini di daerah genital yang menyebabkan vagina gatal, kadang juga bisa menjalar ke anus dan selangkangan. Apalagi bila kita sering menggaruk penyebarannya pun bisa meluas bahkan bisa saja terjadi infeksi kelamin yang membahayakan dan membuat anda tidak merasa nyaman.

Bahaya utama dari serangga ini yaitu penularan. Oleh sifatnya yang dapat mudah menular dan menyebar bisa menjadi bahaya bagi anda sendiri dan juga orang terdekat seperti keluarga dan pasangan anda.

Kedua, akan timbul infeksi penyakit lain bahkan penyakit menular seksual. Meskipun kutu tidak terlalu serius, namun dikarenakan penularan bisa disebabkan oleh seseorang yang pernah melakukan hubungan seksual, maka kemungkinan juga dapat menimbulkan penyakit menular seksual lainnya seperti sifilis, ataupun gonore. 

 

Baca Juga: Apa Saja Penyakit Menular Seksual?

 

Penanganan dan Pengobatan Kutu Kelamin di Klinik Pandawa

Atasi masalah gatal-gatal di area intim dan penyakit menular seksual bersama Klinik Pandawa. Ditangani dokter spesialis kulit dan kelamin yang sudah berpengalaman dibidangnya. Didukung fasilitas dan teknologi modern bersertifikat, Klinik Pandawa mengutamakan kenyamanan Anda.

Segera konsultasikan masalah kesehatan kulit dan kelamin Anda dengan dokter kami di nomor telepon 021-62313337 atau (telepon/SMS/WA) di 0821-1141-0672 bebas biaya atau klik bit.ly/2VdMqLL

2 Responses

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

klinik-pandawa-logo-white.png

Tanya Dokter sekarang

Konsultasikan keluhanmu
dengan Dokter Kami yang Berpengalaman