Vagina Longgar Akibat Sering Berhubungan Seks? Apakah Benar?

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Vagina Longgar Akibat Sering Berhubungan Seks? Apakah Benar?

vagina longgar

Bercinta merupakan kebutuhan bagi pasangan yang telah menikah. Hubungan mereka akan semakin intens, dan mesra. Namun, banyak orang yang beranggapan, bila terlalu sering bercinta, maka miss V bisa melonggar. Benarkah demikian? Yuk kita cari tahu bersama mengenai vagina longgar dalam artikel di bawah ini.

Di kalangan masyarakat, memang banyak sekali mitos-mitos tentang area sensitif wanita tersebut. Banyak ungkapan yang kerap membuat wanita khawatir akan kesehatan organ intimnya.

Namun, tahukah kamu, bahwa sering bercinta itu ternyata tidak menyebabkan vagina longgar lho! Berhubungan seks tidak lantas membuat vagia longgar, so, ungkapan itu hanya mitos belaka.

Pasalnya dari para ahli obstetric dan ginekologi tak menyetujui anggapan tersebut. Sebagai ahli, menyebutkan bila vagina cukup elastis dan saat mengembang sehingga memungkinkan wanita untuk melahirkan normal, menggunakan tampon, alat kontrasepsi hingga aktivitas seksual. Vagina pun bisa kembali pada bentuk semulanya.

 

Ciri-ciri Vagina Longgar

Vagina merupakan organ reproduksi yang elastis. Dimana otot-otot miss V yang ada bisa meregang sewaktu ada sesuatu yang masuk ataupun keluar, seperti penis, sex toys, atau bayi. Apalagi tak butuh waktu lama bagi Miss V untuk kembali ke bentuknya semula. Akan tetapi, seiring waktu otot-otot di sekitar vagina memang dapat menjadi kurang kuat karena usia dan persalinan.

Ini membuat vagina terasa lebih longgar, namun elastisitasnya tak hilang secara permanen. Beberapa pendapat menyatakan bahwa cara mengetahui vagina longgar bisa dilakukan dengan memperhatikan tanda berikut:

  • Tak kuat menahan kencing terutama saat batuk, bersin, atau tertawa
  • Kesulitan mencapai orgasme tak seperti sebelumnya
  • Meningkatnya udara yang masuk ke dalam vagina ketika berhubungan seks (fanny fart)
  • Kesulitan memuaskan pasangan atau pasangan sulit mencapai klimaks tak seperti sebelumnya

Selain itu, Sahabat pandawa juga bisa melakukan pemeriksaan ke dokter ginekologi untuk berkonsultasi seputar masalah ini.

 

Penyebab vagina longgar dan berubahnya elastisitas

Kemungkinan yang diketahui ada dua faktor yang bisa mempengaruhi elastisitas dan vagina longgar yakni usia dan faktor melahirkan.

Berikut penjelasan penyebab vagina longgar, yakni:

  1. Pertambahan usia

Seiring bertambahnya usia, berbagai bagian tubuh mengalami perubahan. Secara bertahap, kulit dan otot pun secara perlahan melemah sehingga membuat vagian terasa lebih longgar. Kamu mulai mungkin melihat adanya perubahan elastisitas vagina di usia 40-an ke atas.

Sementara itu, selama menopause, kadar hormon estrogen pun ikut menurun. Hal ini membuat lapisan miss V menjadi lebih tipis, kering, dan kurang elastis sehingga bisa menimbulkan ketidaknyamanan saat bercinta karena berkurangnya pelumas alami. 

  1. Melahirkan

Merupakan hal yang wajar jika vagina mengalami perubahan setelah melahirkan normal. Dalam proses persalinan normal, otot-otot vagina meregang agar bayi bisa melewati jalan lahir dan keluar. Tak sedikit wanita pun mengeluhkan adanya perubahan bentuk atau elastisitas vagina setelah melahirkan. 

Kerusakan pada kulit, jaringan, atau otot saat melahirkan juga bisa menyebabkan perubahan pada vulva dan vagina. Kondisi ini bisa memungkinkan miss V menjadi terasa lebih longgar. Pada beberapa hari setelah melahirkan, vagina harus mulai membaik kembali walau mungkin tak sepenuhnya seperti bentuk semula.

Perubahan ini biasanya lebih terlihat pada wanita yang hamil setelah usia 30 tahun. Sedangkan, wanita yang lebih muda merasa bahwa tubuhnya dapat kembali ke keadaan semula layaknya sebelum hamil, dengan lebih cepat.

 

Siapa saja yang berisiko?

Vagina longgar ini bisa dialami oleh siapa pun, terlepas dari usia seorang wanita. Akan tetapi, ada beberapa faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan kamu mengalami vagina longgar. Faktor-faktor tersebut antara lain adalah:

  • Sudah pernah menjalani proses persalinan normal (lewat vagina) selama berkali-kali
  • Usia di atas 48 tahun
  • Kelainan hormon turunan (genetik)
  • Penuaan dini
  • Telah menjalani operasi panggul
  • Perubahan berat badan yang drastis

Mengatasi vagina longgar

Otot-otot dasar panggul mengelilingi vagina. Sewaktu otot-otot tersebut mengendur, maka vagina pun terasa kurang kencang. Latihan panggul lah menjadi cara yang bisa dicoba di rumah untuk memperkuat otot-otot dasar panggul tersebut. Berikut beberapa latihan panggul yang bisa kamu coba:

  1. Senam kegel

Guna menentukan letak otot dasar panggul, cobalah untuk mengencangkan otot di area vagina seolah kamu menahan laju urine saat buang air kecil. Otot yang menahan urine itulah yang disebut otot dasar panggul kamu. Jika sudah mengetahuinya, ikuti langkah-langkah berikut:

  • Atur posisi yang nyaman saat sedang melakukan senam kegel. Biasanya senam ini dilakukan sambil berbaring dengan kedua lutut menekuk
  • Kencangkan otot-otot dasar panggul selama kira-kira 5 detik
  • Lemaskan kembali otot dasar pangul tersebut selama 5 detik
  • Ulangilah langkah ini setidaknya 5 kali berturut-turut.

Jika kamu ingin membangun kekuatan otot, maka tingkatkan waktunya menjadi 10 detik. Ketika melakukan senam kegel, usahakan untuk tidak mengencangkan perut, paha, atau bokong. Jangan lupa pula untuk bernapas seperti biasa. Agar hasil lebih maksimal, lakukanlah tiga set senam kegel setiap harinya, ya.

  1. Peremajaan Vagina dengan Vaginoplasty

Cara mengencangkan otot miss V agar kembali menggigit menggunakan prosedur Vaginoplasty. Yakni dengan melakukan bedah minor pada area kewanitaan dan dilanjutkan dengan merapatkannya kembali menggunakan jahitan khusus yang dapat menyatu dengan daging.

Jangan ragu dulu, sebagai permulaan dokter akan memberikan anestesi terlebih dahulu pada area kewanitaan agar Sahabat Pandawa tidak merasakan apapun saat prosedur Vaginoplasty dilakukan. Peremajaan dengan vaginoplasty cukup singkat dengan meminimalisir rasa nyeri dan pendarahan.

Sahabat pandawa dianjurkan untuk tidak melakukan aktivitas berat dan berhubungan seksual sebelum benar-benar pulih. Maka itu, setelah dilakukan tindakan vaginoplasty diharapkan untuk rajin mengontrol dan pemeriksaan berkala.

Mengencangkan otot vagina atau vaginoplasty di Klinik Pandawa

Bila Sahabat Pandawa sedang mencari klinik untuk melakukan treatment atau prosedur vaginoplasty, bisa memilih Klinik pandawa sebagai solusinya.

Didukung oleh para dokter dan tenaga medis yang ahli di bidangnya, Klinik Pandawa dapat membantu kamu menemukan cara mengencangkan otot vagina dengan vaginoplasty.

Sahabat pandawa juga tidak perlu ragu melakukan prosedur Vaginoplasty di Klinik Pandawa. Klinik Pandawa mempunyai modalitas alat-alat medis penunjang dan bersertifikat, sehingga aman digunakan.

Selain itu, fasilitas di Klinik Pandawa sangat lengkap. Jadi, kamu pun akan merasakan kenyamanan sesaat kamu datang hingga selesai melakukan Vaginoplasty di Klinik Pandawa.

Tak hanya prosedur vaginoplasty saja, tetapi Sahabat Pandawa juga bisa menemukan cara kembali perawan dengan Hymenoplasty dan Labiaplasty untuk merapihkan bibir miss V.

Soal harga, Klinik Pandawa kerap menawarkan promo dan diskon menarik. Untuk itu, kamu tidak perlu ragu lagi untuk mendapatkan treatment vaginoplasty yang membuat vagina kencang dan menggigit, karena biayanya relatif terjangkau.

Klinik Pandawa dapat dihubungi di nomor telepon 021-62313337 atau 0821-1141-0672 (telepon/SMS/WA) dan klik layanan konsultasi untuk berkonsultasi online dengan dokter kami secara gratis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *