Waspada Bakteri Haemophilus Ducreyi Penyebab Penyakit Kelamin Menular

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

bakteri haemophilus ducreyi

Keberadaan penyakit kelamin memang terdengar mengerikan. Banyak penyebab kemunculan penyakit kelamin hingga Anda sendiri tanpa diketahui mengidapnya. Kebanyakan penyakit kelamin disebabkan aktivitas seksual yang kurang aman dan sehat. Akibatnya banyak virus, kuman kelamin hingga bakteri menjadi pemicu no.1 penularan. Seperti bakteri haemophilus ducreyi ini. Yuk kita simak selengkapnya…

Bakteri haemophilus ducreyi ini merupakan penyebab penyakit kelamin bernama Chancroid atau Ulkus Mole. Dimana hal ini terjadi karena aktivitas seksual yang tak aman dan sehat seperti yang disebutkan. Bakteri ini menyerang jaringan di area kelamin sehingga menimbulkan luka atau bintil-bintil. Sekilas penyakit ini seperti sifilis dan herpes genital.

Bakteri haemophilus ducreyi bisa dialami oleh wanita atau pria yang sudah aktif dalam seksual. Chancroid juga termasuk dalam golongan penyakit kelamin menular. Tak Cuma dengan aktivitas seksual saja bakteri haemphilus ducreyi berpindah, namun kontak langsung kulit dengan luka yang terkontaminasi juga buat Chancroid ini berpindah.

Gejala infeksi bakteri haemophilus ducreyi

Gejala chancroid akan muncul dalam rentang waktu 1 hari hingga 2 minggu setelah terinfeksi bakteri Haemophilus Ducreyi. Gejala yang muncul pada penyakit kelamin ini ditandai dengan munculnya bintil kecil di area vagina maupun penis. Kemudian, bintil akan berubah menjadi ulkus dalam satu hari kemunculannya. Ulkus dapat dikenali jika:

  1. Berukuran sekitar 1/8 sampai 2 inci.
  2. Lunak dan menyakitkan.
  3. Luka dasranya sedikit keabu-abuan atau kekuningan.

Pada wanita:

Infeksi bakteri haemophilus ducreyi ini akan membuat bintil-bintil merah di area labia, anus, ataupun area lipatan selangkangan. Setelah bintil ‘matang’ dan menjadi luka terbuka, biasanya wanita tersebut akan mengalami rasa nyeri atau panas selama aktivitas seksual.

Pada pria:

Infeksi bakteri haemophilus ducreyi pada pria hampir sama yaitu muncul benjolan kecil dan merah di area penis maupu skrotum. Bintil tersebut nantinya akan pecah dan membuat luka yang nyeri.

Penyebab Chancroid

Seperti yang disebutkan di atas, penyakit chandroid sendiri disebabkan oleh adanya bakteri haemophilus ducreyi. Dimana bakteri ini menyerang jaringan dan menghasilkan luka sehingga muncullah Chancroid atau ulkus mole.

Luka ini terlihat di area organ sensitif eksternal. Kondisi ini menyerang pria maupun wanita. Ulkus tersebut bisa nampah mengeluarkan darah atau menghasilkan cairan menular berair yang bisa menyebarkan bakteri selama aktivitas seksual oral, anal, maupun vaginal. Chancroid juga bisa meluas dan berpindah karena kontak langsung kulit ke kulit dengan orang yang terkontaminasi.

Faktor Risiko

Jenis penyakit ini akan lebih banyak dijumpai pada beberapa negara berkembang seperti Asia, Afrika, Caribbean, Amerika Latin, maupun lainnya. Faktor risiko dari Infeksi bakteri haemophilus ducreyi penyebab Chancroid ini bisa saja terjadi pada individu seperti yang ada di bawah ini:

  • Hubungan intim secara aktif.
  • Melakukan hubungan seksual tanpa menggunakan pengaman.
  • Cenderung lebih banyak menyerang pada pria.
  • Pengguna jasa pekerja seks komersial.
  • Pekerja seks komersial. 
  • Terbiasa berganti-ganti pasangan.
  • Mengkonsumsi obat-obatan terlarang dan alkohol.
  • Memiliki tingkat sosial ekonomi rendah.
  • Tidak sunat.
  • Mempunyai riwayat penyakit infeksi menular seksual (IMS: gonore, sifilis, herpes, dll).

Diagnosis

Diagnosa ditempuh antara lain dengan pengambilan sempel cairan yang keluar dari luka. Pemeriksaan darah bisa dilakukan untuk mendeteksi apakah ada penyakit IMS seperti sifilis atau tidak. Dokter pun akan melakukan pemeriksaan fisik terkait pembengkakan kelenjar limfa yang terjadi pada pasien.

 

Pencegahan

Penyebaran pada penyakit chancroid ataupun bakteri haemophilus ducreyi ini memang harus ditekankan supaya tidak menyebarkan ke orang lain. Sebagai pencegahan Anda bisa jalani seperti berikut:

  1. Hentikan kontak sensual.
  2. Melakukan pemeriksaan ke dokter secara rutin terutama pada saat melakukan hubungan seksual pada penderita supaya keberadaan infeksi dapat terdeteksi lebih dini.
  3. Melakukan hubungan seksual yang aman seperti penggunaan pengaman.

Kapan harus periksa ke dokter?

Anda harus hubungi dokter bila mengalami berikut ini:

  • Anda merasakan gejala chancroid yang disebutkan di atas.
  • Melakukan kontak seksual dengan orang yang beriwayat infeksi menular seksual (IMS).
  • Terlibat dalam aktivitas seksual yang berisiko.

Apabila diantara sahabat pandawa mengalami ciri-ciri atau gejala yang tertera di atas atau memiliki pertanyaan, konsultasikan segera pada dokter. Perlu dipahami tubuh setiap orang bereaksi dengan cara yang berbeda-beda. Terpenting adalah jangan ragu untuk mendiskusikan dengan dokter ahlinya mengenai apa yang terbaik untuk kondisi Anda.

Pengobatan Chancroid di Klinik Pandawa

Infeksi chancroid yang diakibatkan bakteri haemophilus ducreyi ini bisa sembuh dan diatasi dengan antibiotic. Pemberian obat antibiotik tersebut dilakukan agar bisa menurunkan adanya risiko yang ditimbulkan karena jaringan parut atau bekas luka permanen setelah luka.

Andapun disarankan untuk membawa pasangan Anda untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut guna mengetahui adakah penyebaran penyakit ini. Sehingga pengobatan lebih dini pun bisa dilakukan.

Anda akan dilayani langsung oleh dokter ahlinya serta mendapatkan hasil pengujian yang akurat melalui cek laboratorium yang disediakan.

Untuk melakukan pengobatan atau jika memiliki pertanyaan, Anda bisa langsung hubungi Kami melalui nomor 0821-1141-0672 (WA/SMS/TLP) atau bisa konsultasi online dengan dokter ahli kami melalui layanan konsultasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *