Waspada Gangguan Testosteron Bisa Turunkan Gairah, Ini Dia Penyebabnya

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

gangguan testosteron

Selain wanita yang dipenuhi dengan hormon, pria pun juga memiliki hormon-hormon berfungsi penting untuk tubuh. Salah satu hormon pada pria yang paling sering didengar yaitu hormon testosteron. Hormon ini punya pengaruh pada naik turunnya gairah seks, pembentukan otot, ketahanan tubuh, serta perubahan karakterisik seks pria pada saat puber. Seiring bertambahnya umur, hormon pria ini pun bisa menurun. Dan tak banyak pria mengalami gangguan testosteron sehingga menimbulkan berkurangnya gairah seksual.

Penyebab gangguan testosteron pada pria pun banyak. Bagi Sahabat Pandawa yang punya keluhan gairan menurun sebaiknya perhatikan artikel di bawah ini. Siapa tahu, kami bisa membantu kamu mengatasi keluhan ini.

 

Gangguan Testosteron

Sebuah keadaan di mana jumlah ataupun kadar hormon alami gangguan, baik alami penurunan bahkan kelebihan alias tidak wajar disebut sebagain gangguan testosteron.

Hormon pada pria ini adalah hormon yang dihasilkan oleh kelenjar adrenal dengan fungsinya meliputi kinerja anabolik steroid, pengaturan libido, sistem kekebalan tubuh, dan perlindungan osteoporosis atau tulang keropos.

Disisilain, hormon ini juga dikenal dengan fungsinya menjaga tubuh dalam hal mempertahankan protein dan pertumbuhan otot-otot, tulang, serta kulit.

Normalnya pada tubuh pria kadar hormon testosteron ini dikisaran 250-1100 ng/dL dengan kadar rata-rata 680 ng/dL (nanogram per desiliter). Dari ahli lain juga menunjukkan kadar hormon yang baik untuk pria berkisar 400-600 ng/dL.

Hormon ini bisa terus naik selama masa puber dan mencapai puncaknya saat pria berumur sekitar 20 tahun. Sedangkan bila sudah berusia 30 tahun ke atas, kadar ini otomatis berkurang setiap tahunnya sekitar satu persen. Maka, bila berusia 65 tahun lebih, kadar hormon pada pria ini bisa berada di kisaran 300-450 ng/dL.

Baca juga: Pria Wajib Tahu Penyebab Nyeri Saat Ejakulasi Waspada Penyakit Menular Seksual

Penyebab Gangguan Testosteron

Penyebab utama gangguan testosteron yaitu penyakit hipoganadisme. Walau punya berbagai macam pemicu lain, rata-rata gangguan ini seringnya dipicu oleh penyakit hipoganadisme tersebut. Dimana ada terbagi dua kategori seperti:

  • Hipoganadisme primer. Yaitu disebabkan oleh testis yang kurang aktif akibat trauma, faktor genetik, ataupun kondisi medis tertentu. Misalnya bengkak pada testis (orchitis), testis tidak turun, cedera testis, hemokromatosis, sindrom Klinefelter, serta dampak pengobatan kanker yang bisa merusak testis seperti kemoterapi ataupun radiasi.
  • Hipoganadisme sekunder. Gangguan ini muncul akibat rusaknya hipotalamus atau kelenjar pituitari, dimana sebagai sistem pengendali produksi hormon testis pada bagian otak. Penyebab lainnya yaitu faktor usia yang terus bertambah, alami obesitas atau faktor berat badan berlebih, stres jangka panjang, faktor efek samping operasi maupun konsumsi obat-obatan tertentu.

Gangguan testosteron juga bisa dipicu oleh karena diabetes tipe 2, gangguan tiroid, kelenjar pituitary, efek samping obat, dan genetik. Pengobatan dan dosis cukup lama dilakukan, maka semua hormon anabolik dipakai untuk terapi substitusi androgen dan bisa memicu maskulinisasi.

Baca juga: Penis Keluar Nanah, Waspada Beragam Penyakit Berbahaya Mengintai

Ciri dan Gejala Gangguan Testosteron

Pria yang alami gangguan hormon testosteron kemungkinan juga merasakan bermacam-macam gejala. Gangguan ini sendiri bisa dialami oleh karena alami kenaikan atau turunnya jumlah hormon testosteron yang tidak wajar.

Di bawah ini merupakan ciri-ciri yang timbul dari gangguan testosteron akibat penurunan kadar hormon testosteron, meliputi:

  • Kehilangan kekuatan tubuh.
  • Gangguan ereksi.
  • Penurunan libido dan kehilangan gairah seksual.
  • Kekuatan otot tubuh berkurang.
  • Sering mengantuk setelah makan.
  • Sering merasa lesu dan letih.
  • Rambut-rambut pada tubuh mulai rontok (selain di kepala).
  • Berat badan berlebih.

Selain alami penurunan jumlah atau kadar hormon dalam tubuh, peningkatan jumlah hormon testosteron pun memicu gangguan. Jumlah hormon yang berlebihan dalam tubuh pun bisa memicu berbagai gangguan kesehatan. Sebut saja seperti kulit berjerawat, kulit lebih berminyak, jumlah hemoglobin dan sel darah merah naik, serta testis mengecil.

Baca juga: Perhatikan 7 Penyebab Iritasi Pada Vagina dan Cara Mengatasinya!

Diagnosis

Salah satu cara dokter mendiagnosis pengidap gangguan testosteron akan dilakukan beberapa pengecekan fisik seperti melihat kondisi ukuran testis, bulu-bulu di kelamin, maupun massa otot. Sisi lain, juga bisa dijalankan dengan pengecekkan darah untuk melihat tingkat testosteron dalam darah.

Dokter ahli akan lakukan pemeriksaan lebih lanjut apabila hasil pengecekan sebelumnya menunjukan kadar testosteron lemah pada tubuh. Dimana berguna untuk menemukan penyebab apakah gangguan testosteron ini terjadi akibat gangguan testis atau disebabkan oleh pituitary gland atau kelenjar di bawah otak yang memiliki bentuk tak wajar.

Adapun beberapa aspek pemeriksaan yang bisa dilakukan, diantaranya

  • Pengecekan hormon pada tubuh.
  • Pengecekan cairan semen pada tubuh pengidap. 
  • Pengecekan kelenjar bawah otak (pituitary imaging)
  • Pengecekan faktor genetik dan juga riwayat keluarga.
  • Biopsi pada testis.

 

Pencegahan Gangguan Testosteron

Adapun yang bisa kamu lakukan sebagai pencegahan gangguan testosteron bisa dengan berbagai langkah di bawah ini, meliputi:

  • Merubah gaya hidup sehat dan rutin olahraga.
  • Menghindari minuman alkohol.
  • Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi.
  • Mengurangi atau sama sekali tidak merokok, karena rokok menyebabkan kadar testosteron dalam tubuh menurun.
  • Menjaga waktu tidur dan istirahat, karena kelelahan juga bisa menjadi pemicu gangguan testosteron.
  • Hindari stres dengan melakukan hal-hal yang menyenangkan dan produktif.

 

Kapan harus ke dokter?

Apabila salah satu Sahabat Pandawa merasakan keluhan pada organ vital atau gairah seks berkurang, sebaiknya cepat diskusikan bersama dengan dokter ahli. Sebab bila terus dibiarkan tanpa penanganan maka tentu merusak hubungan pasangan hingga masalah kesehatan tubuh.

Kini kamu tak perlu khawatir lagi, kamu bisa buat janji atau berkonsultasi gratis bersama dokter Klinik Pandawa. Hubungi di nomor 0821-1141-0672 WA/TLP/SMS atau klik KONSULTASI GRATIS

 

 

 

Referensi:
Harvard Health Publishing. Testosterone
Mayo Clinic. Male hypogonadism
Hormone Health Network. Testosterone
Healthymale. Testosterone deficiency

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *