benjolan di belakang telinga

7 Penyebab Benjolan di Belakang Telinga, Jangan Anggap Sepele!

Benjolan di belakang telinga bisa disebabkan oleh infeksi, pembengkakan kelenjar getah bening, kista, hingga kondisi kulit tertentu dan meski sering kali tidak berbahaya, beberapa kasus memerlukan pemeriksaan medis untuk memastikan penyebab pastinya.

Jika benjolan terasa nyeri, membesar cepat, keras, atau disertai demam, Anda sebaiknya tidak menundanya untuk berkonsultasi ke dokter.

1. Pembengkakan Kelenjar Getah Bening (Limfadenopati)

Penyebab paling umum benjolan di belakang telinga adalah pembengkakan kelenjar getah bening atau limfadenopati. Kelenjar getah bening di area belakang telinga bisa membesar dan terasa seperti benjolan kecil yang lunak atau sedikit nyeri saat ditekan. Kelenjar ini merupakan bagian dari sistem imun yang berfungsi melawan infeksi.

Saat tubuh mengalami:

  • Infeksi saluran pernapasan atas
  • Radang tenggorokan
  • Infeksi telinga
  • Infeksi kulit kepala

Dalam sebagian besar kasus, pembengkakan akan mengecil dengan sendirinya setelah infeksi sembuh. Namun jika benjolan:

  • Bertahan lebih dari 2–4 minggu
  • Semakin membesar
  • Terasa keras dan tidak nyeri

2. Kista Epidermoid (Kista Sebasea)

Kista epidermoid adalah benjolan jinak yang terbentuk akibat penumpukan sel kulit mati dan minyak (sebum) di bawah permukaan kulit. Kondisi ini sering disebut sebagai kista sebasea.

Penanganannya bisa berupa tindakan insisi kecil atau pengangkatan kista oleh dokter untuk mencegah

Ciri-cirinya:

  • Berbentuk bulat
  • Terasa kenyal
  • Bisa digerakkan
  • Tidak selalu nyeri

Namun jika kista terinfeksi, benjolan bisa menjadi:

  • Merah
  • Nyeri
  • Membesar
  • Keluar cairan berbau

3. Lipoma (Benjolan Lemak)

Lipoma adalah tumor jinak yang berasal dari jaringan lemak. Benjolan ini biasanya:

  • Lunak
  • Tidak nyeri
  • Tumbuh perlahan
  • Mudah digerakkan saat disentuh

Lipoma umumnya tidak berbahaya, tetapi jika ukurannya membesar atau mengganggu estetika maupun kenyamanan, tindakan pengangkatan dapat dilakukan secara medis.

4. Abses (Infeksi Bernanah)

Abses adalah kumpulan nanah akibat infeksi bakteri. Kondisi ini bisa muncul di belakang telinga jika ada:

  • Luka kecil yang terinfeksi
  • Jerawat yang meradang
  • Folikulitis

Gejalanya meliputi:

  • Benjolan terasa panas
  • Nyeri berdenyut
  • Kemerahan
  • Bisa disertai demam

Abses tidak boleh dipencet sendiri karena berisiko memperparah infeksi. Dokter biasanya akan melakukan tindakan drainase (pengeluaran nanah) dan memberikan antibiotik sesuai indikasi.

5. Mastoiditis (Infeksi Tulang Mastoid)

Mastoiditis adalah infeksi pada tulang mastoid yang terletak tepat di belakang telinga. Kondisi ini umumnya merupakan komplikasi dari infeksi telinga tengah yang tidak tertangani.

Gejalanya bisa berupa:

  • Benjolan atau pembengkakan di belakang telinga
  • Nyeri hebat
  • Telinga terasa menonjol
  • Demam tinggi
  • Keluar cairan dari telinga

Mastoiditis termasuk kondisi serius dan memerlukan penanganan medis segera. Jika tidak diobati, infeksi dapat menyebar ke jaringan sekitar.

6. Dermatitis atau Infeksi Kulit

Masalah kulit seperti dermatitis, eksim, atau infeksi jamur pada kulit kepala juga dapat menyebabkan pembengkakan di sekitar belakang telinga.

Contoh kondisi yang sering terkait adalah:

Kulit biasanya tampak:

  • Gatal
  • Bersisik
  • Kemerahan
  • Kadang disertai pembengkakan ringan

7. Tumor Jinak atau Ganas

Meski jarang, benjolan di belakang telinga bisa terkait dengan pertumbuhan tumor, baik jinak maupun ganas. Salah satu kondisi yang perlu diwaspadai adalah limfoma.

Limfoma adalah kanker sistem limfatik yang dapat menyebabkan pembesaran kelenjar getah bening tanpa rasa nyeri dan tidak mengecil dalam waktu lama.

Gejala yang perlu diwaspadai:

  • Benjolan keras dan menetap
  • Tidak nyeri
  • Berat badan turun tanpa sebab
  • Keringat malam berlebihan
  • Demam berkepanjangan
Konsultasi Dokter Gratis

Kapan Harus ke Dokter?

Segera lakukan pemeriksaan medis jika benjolan di belakang telinga:

  • Tidak hilang dalam 2–4 minggu
  • Terasa sangat nyeri
  • Membesar dengan cepat
  • Disertai demam tinggi
  • Mengeluarkan cairan
  • Terasa keras dan tidak dapat digerakkan

Diagnosis yang tepat hanya bisa ditegakkan melalui pemeriksaan fisik langsung dan, jika diperlukan, pemeriksaan penunjang.

Pemeriksaan dan Penanganan di Klinik

Benjolan di belakang telinga dapat disebabkan oleh pembengkakan kelenjar getah bening, kista, lipoma, abses, infeksi tulang mastoid, gangguan kulit, hingga kemungkinan tumor. Sebagian besar bersifat jinak, namun tetap tidak boleh diabaikan terutama jika disertai gejala yang mengkhawatirkan.

Pemeriksaan sejak dini membantu mencegah komplikasi dan memastikan penanganan yang tepat. Di Klinik Utama Pandawa, evaluasi benjolan di belakang telinga dilakukan melalui:

  1. Anamnesis menyeluruh (riwayat keluhan dan penyakit)
  2. Pemeriksaan fisik area kepala dan leher
  3. Pemeriksaan penunjang bila diperlukan (tes darah, USG jaringan lunak)
  4. Tindakan medis minor jika terindikasi

Dengan tim dokter spesialis bedah plastik dan umum berpengalaman dan fasilitas medis yang lengkap, kami akan memastikan penyebab benjolan tersebut terdeteksi dengan akurat. 

Pendekatan kami mengutamakan diagnosis yang akurat dan terapi yang sesuai standar medis berbasis evidence-based medicine.

Jangan Anggap Sepele Benjolan Sekecil Apa Pun

Banyak orang menunda pemeriksaan karena menganggap benjolan kecil tidak berbahaya. Padahal, beberapa kondisi serius bisa bermula dari gejala ringan.

Memahami penyebabnya adalah langkah pertama. Namun memastikan diagnosis secara medis adalah langkah paling penting.

Jika Anda mengalami benjolan di belakang telinga dan ragu dengan kondisinya, konsultasi dengan tenaga medis berpengalaman akan membantu Anda mendapatkan kepastian dan ketenangan.

Konsultasi Dokter Online CTA
Referensi