psoriasis kuku

Psoriasis Kuku: Penyebab dan Perbedaan dengan Jamur Kuku

Selain menyerang kulit, faktanya psoriasis juga dapat menyerang kuku. Psoriasis adalah penyakit kulit kronis yang menyebabkan peradangan dan pembentukan sisik pada kulit.

Sementara itu, Psoriasis kuku dapat menyebabkan perubahan bentuk, warna, dan tekstur kuku, sehingga mengganggu penampilan dan aktivitas sehari-hari.

Apa Itu Psoriasis Kuku?

Psoriasis kuku merupakan suatu kondisi yang memengaruhi kuku dan biasanya terjadi pada orang yang juga menderita psoriasis kulit. Kondisi ini dapat mengubah bentuk, warna, dan tekstur kuku.

Meskipun tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, penyakit ini dapat dikendalikan dengan perawatan yang sesuai.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of the American Academy of Dermatology (2013) menemukan bahwa sekitar 50-80% pasien dengan psoriasis kulit juga mengalami psoriasis kuku.

Kondisi ini menunjukkan bahwa psoriasis kuku sering kali bersamaan dengan psoriasis kulit dan merupakan indikator adanya psoriasis yang lebih luas.

Penyebab dan Faktor Risiko Psoriasis Kuku

Psoriasis, termasuk psoriasis kuku, disebabkan oleh masalah pada sistem kekebalan tubuh yang menyerang sel-sel kulit sehat. Pada kasus psoriasis, sel-sel kulit berkembang biak terlalu cepat, menyebabkan penumpukan sel yang tidak normal di berbagai bagian tubuh, termasuk kuku.

Faktor-faktor risiko antara lain:

  • Genetik: Psoriasis cenderung diturunkan dalam keluarga. Jika seseorang memiliki riwayat keluarga dengan psoriasis, risiko terkena penyakit ini meningkat.
  • Stres: Stres fisik atau emosional dapat memicu kambuhnya psoriasis, termasuk psoriasis kuku.
  • Cedera pada Kuku: Cedera atau trauma pada kuku dapat memperburuk kondisi atau memicu psoriasis kuku.
  • Infeksi: Infeksi tertentu, seperti infeksi jamur, dapat memperburuk gejala penyakit ini.

Gejala Umum Psoriasis Kuku

Penelitian dalam British Journal of Dermatology (2015) mencatat bahwa gejala yang paling sering ditemukan pada psoriasis kuku adalah pitting (cekungan kecil pada kuku), onycholysis (kuku terlepas dari tempatnya), dan perubahan warna kuku. Studi ini juga mengamati bahwa gejala-gejala tersebut lebih sering terlihat pada kuku tangan dibandingkan kuku kaki.

Gejala psoriasis ini hampir mirip dengan infeksi jamur kuku dapat bervariasi dari satu individu ke individu lainnya, namun beberapa tanda umum yang sering muncul meliputi:

  • Pitting (Lubang Kecil): Permukaan kuku menjadi kasar dan muncul lubang-lubang kecil, yang dikenal sebagai pitting, merupakan salah satu tanda paling khas.
  • Perubahan Warna: Kuku dapat mengalami perubahan warna, seperti menjadi kuning, coklat, atau putih. Warna kuku yang tidak normal ini merupakan salah satu gejala utama.
  • Penebalan Kuku: Kuku yang terkena psoriasis bisa menebal dan terlihat lebih padat, sering disebut sebagai onychomycosis.
  • Kuku Terlepas (Onycholysis): Kuku dapat mulai terpisah dari dasar kuku, menyebabkan rasa tidak nyaman dan meningkatkan risiko infeksi.
  • Garis Merah atau Putih: Muncul garis-garis merah atau putih di bawah kuku akibat pembuluh darah di bawah kuku yang mengalami peradangan.
  • Kuku Rapuh: Kuku menjadi rapuh dan mudah retak, yang dapat membuat kuku terlihat tidak sehat dan sulit untuk dirawat.
  • Kuku Berubah Bentuk: Dalam beberapa kasus, kuku dapat berubah bentuk, menjadi melengkung, atau bahkan berkerut.

Jika Anda mengalami gejala-gejala ini, penting untuk berkonsultasi dengan dokter atau spesialis untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dan penanganan yang sesuai.

Perbedaan Psoriasis Kuku dan Jamur Kuku

Psoriasis kuku dan jamur kuku adalah dua kondisi yang memengaruhi kuku, namun dengan penyebab dan pengaruh yang berbeda. Berikut adalah beberapa perbedaan utama antara keduanya:

1. Penyebab

  • Psoriasis Kuku: Disebabkan oleh gangguan pada sistem kekebalan tubuh yang menyebabkan sel-sel kulit tumbuh secara berlebihan dan tidak terkendali. Ini merupakan kondisi autoimun yang sering berhubungan dengan psoriasis kulit dan arthritis psoriatik.
  • Jamur Kuku (Onikomikosis): Disebabkan oleh infeksi jamur, terutama dermatofita, yang menyerang kuku. Infeksi ini sering muncul karena kelembapan berlebihan, kebersihan yang buruk, atau lingkungan yang mendukung pertumbuhan jamur.

2. Gejala

  • Psoriasis Kuku:
    • Cekungan kecil di permukaan kuku (pitting).
    • Perubahan warna kuku, seperti menjadi kuning, hijau, atau merah.
    • Kuku menebal dan berubah bentuk.
    • Kuku terlepas dari dasar kuku (onycholysis).
    • Psoriasis kulit di sekitar kuku sering kali juga terlihat.
  • Jamur Kuku:
    • Kuku berubah warna menjadi kuning, hijau, atau coklat.
    • Kuku menjadi tebal, rapuh, atau mudah pecah.
    • Kuku bisa terpisah dari dasar kuku atau bagian pinggirnya tampak terpisah.
    • Kuku bisa berbau tidak sedap dan tampak berdebu atau hancur.

3. Lokasi

  • Psoriasis Kuku: Bisa memengaruhi kuku tangan dan kaki, seringkali pada beberapa kuku sekaligus, dan biasanya terkait dengan psoriasis kulit.
  • Jamur Kuku: Lebih sering memengaruhi kuku kaki, terutama pada kuku jari kaki yang terinfeksi oleh jamur akibat kelembapan atau kebersihan yang buruk.

4. Perkembangan

  • Psoriasis Kuku: Cenderung berkembang secara bertahap dan bisa bersifat kronis. Gejalanya dapat datang dan pergi, sering dipicu oleh stres, cedera, atau perubahan cuaca.
  • Jamur Kuku: Biasanya berkembang perlahan-lahan, menginfeksi satu kuku, namun bisa menyebar ke kuku lain jika tidak ditangani.

5. Pengobatan

  • Psoriasis Kuku:
    • Perawatan topikal seperti kortikosteroid atau fototerapi untuk mengurangi peradangan.
    • Obat sistemik seperti methotrexate atau biologik untuk kondisi yang lebih parah.
  • Jamur Kuku:
    • Obat antijamur topikal (krim atau salep) atau obat antijamur oral (seperti terbinafine atau itraconazole) untuk mengatasi infeksi jamur.
    • Pengobatan biasanya memerlukan waktu lebih lama, tergantung pada tingkat keparahan dan lokasi infeksi.

6. Hubungan dengan Penyakit Lain

  • Psoriasis Kuku: Terkait dengan kondisi medis lain seperti psoriasis kulit dan arthritis psoriatik.
  • Jamur Kuku: Tidak terkait dengan penyakit autoimun, namun lebih berhubungan dengan kebersihan, kelembapan, serta faktor risiko seperti diabetes atau masalah peredaran darah.

7. Diagnosis

  • Psoriasis Kuku: Diagnosis didasarkan pada riwayat medis, gejala yang muncul, dan tes darah untuk mendeteksi psoriasis atau arthritis psoriatik.
  • Jamur Kuku: Diagnosis dilakukan melalui pemeriksaan mikroskopis sampel kuku atau kultur jamur untuk memastikan adanya infeksi jamur.

Apakah Psoriasis Kuku Bisa Sembuh?

Psoriasis kuku adalah kondisi autoimun yang dapat menyebabkan perubahan pada kuku, seperti bercak-bercak putih, perubahan bentuk, atau bahkan pemisahan kuku dari tempatnya. 

Meskipun psoriasis ini dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan memengaruhi penampilan, saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan kondisi ini secara permanen. 

Namun, banyak pasien yang mengalami periode remisi di mana gejala bisa sangat berkurang atau bahkan hilang sementara, tergantung pada pengelolaan dan perawatan yang dilakukan.

Perawatan psoriasis ini umumnya difokuskan pada pengendalian gejala dan pencegahan kekambuhan. Dengan pendekatan yang tepat dan pengobatan sistemik, banyak penderita yang berhasil mengelola kondisi ini dan meningkatkan kualitas hidup mereka. 

Konsultasi dengan dokter spesialis akan sangat membantu dalam menentukan rencana perawatan yang paling sesuai dan efektif bagi masing-masing individu, sehingga pasien dapat mencapai pengelolaan gejala yang optimal.

Konsultasi Dokter Online CTA

Cara Mengatasi Psoriasis Kuku

Berikut adalah beberapa cara untuk mengatasi psoriasis kuku yang dapat membantu mengelola gejala dan meningkatkan kondisi kuku:

1. Krim dan Salep Kortikosteroid

  • Menggunakan krim atau salep yang mengandung kortikosteroid dapat membantu mengurangi peradangan dan gejala psoriasis. Oleskan secara rutin sesuai petunjuk dokter.

2. Terapi Fototerapi

  • Terapi dengan sinar ultraviolet (UV) dapat membantu mengurangi peradangan pada kuku. Terapi PUVA (psoralen plus ultraviolet A) adalah salah satu metode yang efektif.

3. Obat Topikal

  • Selain krim kortikosteroid, ada juga obat topikal lain yang dapat digunakan, seperti calcipotriol atau tazarotene. Obat ini membantu memperbaiki penumpukan sel kulit yang tidak normal.

4. Perawatan Kuku yang Baik

  • Menjaga kebersihan kuku sangat penting. Potong kuku secara teratur, hindari menggigit kuku, dan gunakan produk perawatan kuku yang lembut. Pastikan kuku tetap bersih dan kering untuk mencegah infeksi.

5. Pengelolaan Stres

  • Karena stres dapat memicu kambuhnya psoriasis, penting untuk mengelola stres melalui teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau aktivitas fisik lainnya.

6. Pengobatan Jamur Kuku

  • Jika terdapat infeksi jamur yang menyertai psoriasis kuku, pengobatan antijamur mungkin diperlukan. Dokter dapat meresepkan obat antijamur topikal atau oral.

7. Nutrisi Seimbang

  • Menjaga pola makan yang sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi dan menghindari makanan pemicu inflamasi dapat membantu memperbaiki kesehatan kulit dan kuku.

Pengobatan Psoriasis Terbaik di Klinik Utama Pandawa

Konsultasi Dokter Gratis

Klinik Utama Pandawa menyediakan pengobatan terbaik untuk psoriasis, dengan pendekatan yang komprehensif dan berbasis pada kebutuhan individual pasien. 

Dengan tenaga medis berpengalaman dan fasilitas modern, klinik kami menawarkan berbagai pilihan pengobatan, mulai dari obat topikal hingga pengobatan sistemik yang dirancang untuk mengontrol gejala dan mempercepat proses penyembuhan. 

Setiap pasien akan mendapatkan evaluasi menyeluruh untuk menentukan rencana perawatan yang paling efektif sesuai dengan kondisi mereka.

Selain pengobatan medis, Klinik Utama Pandawa juga memberikan edukasi tentang gaya hidup dan perawatan kulit yang tepat untuk membantu pasien mengelola psoriasis mereka. 

Tim medis kami akan membimbing pasien dalam menjaga kesehatan kulit dan mencegah kekambuhan, sehingga kualitas hidup pasien dapat meningkat. 

Dengan komitmen terhadap pelayanan yang berkualitas, Klinik Utama Pandawa menjadi pilihan utama bagi mereka yang mencari solusi efektif untuk psoriasis.

Konsultasi Dokter Online CTA
Referensi
  • Cleveland Clinic (2022), Nail Psoriasis Overview.
  • American Academy of Dermatology Association (2023), What is nail psoriasis, and how can I treat it?