Tanda-Tanda Erupsi Gigi yang Sering Diabaikan Orang Tua!
Erupsi gigi pada anak adalah proses alami yang sangat penting dalam perkembangan kesehatan mulut mereka. Selama masa ini, gigi susu (gigi primer) mulai tumbuh dan menggantikan gigi yang hilang.
Proses ini biasanya dimulai pada usia bayi dan berlanjut hingga usia sekitar 3 tahun, tetapi dapat bervariasi antar anak.
Dalam artikel ini, kita akan membahas apa itu erupsi gigi, kapan erupsi pertama kali terjadi, tahapan-tahapan penting dalam proses ini, serta bagaimana orang tua dapat mendukung anak-anak mereka selama erupsi gigi.
Apa itu Erupsi Gigi?
Erupsi gigi adalah proses keluarnya gigi dari gusi menuju permukaan mulut. Pada anak-anak, erupsi pertama kali terjadi saat gigi susu mulai muncul. Gigi susu penting karena mereka tidak hanya berfungsi dalam membantu anak mengunyah makanan, tetapi juga memberikan ruang untuk gigi permanen yang akan tumbuh nanti.
Gigi susu mulai tumbuh di usia dini, biasanya sekitar usia 6 bulan, dan erupsi gigi berlangsung hingga usia 2-3 tahun ketika gigi susu lengkap. Setelah gigi susu selesai tumbuh, mereka akan mulai digantikan oleh gigi permanen pada usia sekitar 6 tahun.
Baca Juga: Mengapa Gusi Anak Bisa Bengkak? Ini Penjelasannya
Kapan Erupsi Gigi Dimulai?
Erupsi gigi pada setiap anak bisa berbeda-beda, tetapi secara umum, gigi susu pertama kali muncul antara usia 6 bulan hingga 1 tahun. Ada beberapa faktor yang memengaruhi kapan gigi mulai tumbuh, seperti faktor genetik, kesehatan anak, serta pola makan dan perawatan gigi yang diterima sejak dini.
Secara garis besar, berikut adalah rentang waktu erupsi gigi pada anak-anak:
- Gigi Seri Bawah (Gigi Depan Bawah): Biasanya pada usia 6-10 bulan.
- Gigi Seri Atas (Gigi Depan Atas): Biasanya pada usia 8-12 bulan.
- Gigi Taring (Kanan dan Kiri Atas dan Bawah): Biasanya pada usia 16-20 bulan.
- Gigi Geraham Pertama (Atas dan Bawah): Biasanya pada usia 12-18 bulan.
- Gigi Geraham Kedua (Atas dan Bawah): Biasanya erupsi pada usia 20-30 bulan.
Perlu dicatat bahwa setiap anak memiliki jadwal erupsi yang sedikit berbeda, dan meskipun rentang waktu di atas adalah rata-rata, beberapa anak mungkin mulai lebih awal atau terlambat.
Tanda-Tanda Erupsi Gigi yang Sering Diabaikan
Orang tua perlu peka terhadap tanda-tanda berikut, karena sering kali gejala erupsi gigi disalahartikan sebagai penyakit lain.
1. Gusi Bengkak dan Kemerahan
Gusi yang mulai terasa bengkak dan memerah merupakan tanda paling awal dari erupsi gigi. Hal ini terjadi karena tekanan dari gigi yang sedang menembus jaringan gusi. Biasanya anak akan tampak tidak nyaman, sering mengusap atau menggigit bagian tersebut.
2. Anak Jadi Rewel dan Mudah Menangis
Ketika gigi tumbuh, rasa nyeri dan gatal pada gusi bisa membuat anak menjadi lebih rewel dari biasanya. Mereka mungkin menangis terus, susah tidur, atau menolak makan. Banyak orang tua mengira ini karena sakit atau lapar, padahal si kecil sedang dalam fase tumbuh gigi.
3. Air Liur Berlebih (Ngiler)
Salah satu tanda khas erupsi gigi adalah produksi air liur meningkat drastis. Hal ini wajar karena tubuh berusaha melumasi mulut dan mengurangi rasa tidak nyaman pada gusi. Namun, air liur berlebih bisa menyebabkan ruam di sekitar mulut dan dagu jika tidak sering dibersihkan.
4. Suka Menggigit atau Mengunyah Benda
Saat gusi terasa gatal atau nyeri, anak biasanya akan menggigit benda apa pun yang ada di dekatnya seperti mainan, jari, atau selimut. Kebiasaan ini membantu mengurangi tekanan di gusi, tetapi perlu diwaspadai karena benda kotor bisa memicu infeksi mulut.
5. Sulit Tidur atau Gelisah di Malam Hari
Banyak orang tua mengeluhkan anak sulit tidur selama masa tumbuh gigi. Ini karena rasa tidak nyaman pada gusi biasanya lebih terasa saat malam hari ketika tidak ada aktivitas yang mengalihkan perhatian.
6. Nafsu Makan Menurun
Erupsi gigi membuat gusi terasa nyeri saat menggigit atau mengunyah makanan, sehingga anak sering menolak makan. Pada bayi, kadang juga menolak menyusu karena tekanan dari dot atau puting terasa tidak nyaman di mulutnya.
7. Suhu Tubuh Sedikit Naik
Beberapa anak mengalami demam ringan selama masa erupsi gigi, tapi biasanya tidak tinggi dan berlangsung singkat. Jika suhu tubuh naik lebih dari 38°C atau disertai gejala lain seperti batuk, pilek, atau diare berat, segera konsultasikan ke dokter karena bisa jadi bukan akibat tumbuh gigi.
8. Ruam di Sekitar Mulut atau Dagu
Karena air liur berlebih, kulit di sekitar mulut bisa mengalami iritasi ringan. Ini sering diabaikan, padahal jika tidak dijaga kebersihannya bisa menyebabkan ruam atau luka kecil di kulit anak.
Baca Juga: Obat Sakit Gigi Anak yang Aman dan Efektif untuk Si Kecil
Gejala Erupsi Gigi yang Umum Ditemui
Proses erupsi gigi sering kali disertai dengan beberapa gejala yang bisa dirasakan oleh anak, di antaranya:
- Gusi Bengkak dan Merah: Gusi anak akan terlihat lebih merah dan bengkak di tempat-tempat di mana gigi akan tumbuh.
- Rewel dan Gelisah: Karena rasa sakit atau ketidaknyamanan akibat gigi yang sedang tumbuh, anak bisa menjadi lebih rewel atau menangis lebih sering.
- Menggigit Benda: Anak cenderung menggigit benda-benda seperti mainan atau jari mereka sendiri untuk meredakan rasa sakit pada gusi.
- Perubahan Nafsu Makan: Rasa sakit pada gusi dapat menyebabkan anak kehilangan nafsu makan atau hanya ingin mengonsumsi makanan tertentu yang lebih lembut.
- Keringat Dingin atau Demam Ringan: Beberapa anak mungkin mengalami demam ringan saat gigi mereka tumbuh, meskipun ini bukanlah gejala utama.
Baca Juga: Sakit Gigi pada Anak: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Baca Juga: Hypodontia pada Anak: Ketahui Tanda dan Perawatannya
Bagaimana Orang Tua Dapat Membantu Mengatasi Erupsi Gigi?
Proses ini bisa membuat anak merasa tidak nyaman. Sebagai orang tua, Anda dapat membantu dengan beberapa cara berikut:
1. Memberikan Mainan Gigitan yang Dingin
Memberikan mainan gigitan yang dingin atau teether dapat membantu meredakan rasa sakit pada gusi yang sedang tumbuh gigi.
2. Memijat Gusi
Menggunakan jari yang bersih, Anda dapat memijat gusi anak dengan lembut untuk mengurangi rasa sakit.
3. Memberikan Makanan Lembut
Sediakan makanan yang lebih lembut seperti puree buah atau sayur, serta makanan yang mudah dikunyah oleh anak.
4. Memberikan Obat Pereda Nyeri
Jika rasa sakit cukup mengganggu, Anda dapat memberikan obat pereda nyeri yang sesuai dengan usia anak, tetapi pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter anak terlebih dahulu.
5. Menjaga Kebersihan Gigi dan Gusi
Penting untuk mulai merawat kebersihan mulut anak sejak dini, meskipun gigi pertama mereka baru muncul. Anda dapat membersihkan gusi anak dengan kain lembut atau sikat gigi bayi yang dilapisi dengan bulu lembut.
Baca Juga: Tips Mengatasi Gusi Bayi Bengkak Secara Aman dan Alami
Cara Mengatasi Ketidaknyamanan Saat Erupsi Gigi
Masa erupsi gigi memang bisa membuat anak rewel, tapi ada banyak cara sederhana untuk meringankan rasa nyeri dan gatal pada gusi:
1. Gunakan Teether atau Mainan Gigitan
Teether atau mainan gigitan berbahan lembut bisa membantu menenangkan gusi yang nyeri. Pilih teether yang aman, bebas BPA, dan bisa didinginkan di kulkas agar memberikan efek menenangkan saat digigit.
2. Pijat Lembut Gusi Anak
Gunakan jari yang bersih untuk memijat lembut gusi anak selama beberapa detik. Ini bisa membantu mengurangi tekanan dan rasa tidak nyaman akibat gigi yang mulai tumbuh.
3. Kompres Dingin
Kain lembap atau waslap bersih yang didinginkan bisa ditempelkan ke area gusi untuk mengurangi pembengkakan dan rasa nyeri.
4. Bersihkan Air Liur Secara Rutin
Lap area sekitar mulut dan dagu dengan kain lembut agar tidak menumpuk air liur yang bisa menyebabkan iritasi.
5. Berikan Makanan Lembut dan Dingin
Jika anak sudah mulai makan padat, berikan makanan lembut seperti bubur dingin, yogurt, atau buah yang disimpan di kulkas agar terasa nyaman di mulut.
6. Hindari Obat Oles Tanpa Resep Dokter
Beberapa orang tua menggunakan gel pereda nyeri yang dijual bebas, namun tidak semuanya aman untuk bayi. Sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter sebelum memberikan obat apa pun.
Kapan Harus ke Dokter Gigi Anak?
Meskipun erupsi gigi adalah hal alami, kamu perlu membawa anak ke dokter gigi anak (pedodontis) jika:
- Anak mengalami demam tinggi atau tampak sangat lemas
- Terdapat pembengkakan hebat atau nanah di gusi
- Gigi tumbuh miring atau menekan gigi lainnya
- Anak mengalami ruam berat atau sariawan di sekitar mulut
- Tidak ada tanda-tanda gigi tumbuh setelah usia 1 tahun
Erupsi Gigi Umur Berapa?
Erupsi gigi biasanya dimulai saat bayi berusia sekitar 6 bulan, dimulai dari gigi seri bawah. Namun, waktu tumbuhnya bisa berbeda pada setiap anak ada yang lebih cepat, ada juga yang lebih lambat hingga usia 12 bulan. Sementara itu, gigi susu biasanya lengkap pada usia 2,5 hingga 3 tahun. Untuk gigi tetap, proses erupsi umumnya terjadi mulai usia 6 tahun hingga 12 tahun, termasuk tumbuhnya gigi geraham dan gigi taring pengganti.
Senyum Sehat, Anak Ceria di Klinik Utama Pandawa

Kesehatan gigi adalah bagian penting dari tumbuh kembang anak. Dengan perawatan gigi yang tepat, anak Anda dapat menghindari masalah gigi di masa depan seperti karies atau infeksi gusi. Di Klinik Utama Pandawa, kami menyediakan layanan perawatan gigi anak yang ramah dan profesional, dengan tenaga medis yang berpengalaman dan peralatan modern, sehingga anak Anda merasa nyaman selama pemeriksaan dan perawatan.
Jangan tunggu sampai ada masalah, ajak anak Anda untuk rutin memeriksakan giginya! Perawatan gigi yang baik sejak awal membantu mencegah kerusakan gigi dan mendukung perkembangan gigi permanen yang sehat.

Referensi
- Victoria State Government of Australia Diakses pada 2025 Betterhealth Channel. Teeth development in children. https://www.betterhealth.vic.gov.au/oral-health-resources-children-and-teenagers
- WebMD Diakses pada 2025 What to Know About Eruption of Child’s Permanent Teeth. https://www.webmd.com/children/what-to-know-eruption-childs-permanent-teeth

Aktif menulis dan membagikan edukasi yang telah ditinjau oleh tim medis Klinik Utama Pandawa seputar kesehatan kulit, kelamin, estetika, bedah minor & mulut dan gigi berbasis bukti medis.