Operasi Fistula Ani, Perlukah?

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

fistula aniPernahkan Anda mendengar istilah fistula ani?  Anda pernah merasakan nyeri ketika buang air kecil. Coba perhatikan apakah buang air kecil Anda disertai dengan keluarnya nanah atau darah. Jika ya maka bisa jadi rasa nyeri yang timbul ketika buang air kecil adalah gejala dari penyakit fistula ani. Penyakit ini dapat menimbulkan bengkak dan rasa nyeri di daerah sekitar anus sehingga terkadang menyebabkan buang air kecil bernanah dan berdarah.

Berikut pembahasan lengkap mengenai fistula ani.

 

Definisi Fistula Ani

Fistula merupakan saluran penghubung antara dua rongga tubuh yang seharusnya terpisah sehingga menjadi terhubung secara tidak normal.

Fistula ani (anal fistula) merupakan istilah medis yang menggambarkan kondisi terbentuknya terowongan atau saluran kecil dibawah kulit yang menghubungkan antara ujung usus besar dengan kulit di sekitar.

Awal mulanya, penyakit ini terbentuk akibat adanya infeksi yang terjadi pada kelenjar anus. Infeksi ini kemudian menyebabkan timbulnya abses (benjolan berisi nanah). Karena tidak segera diobati, maka abses tersebut terus berkembang saat kelenjar kecil pada lubang anus tersumbat. Abses berusaha mencari jalan keluar dari tubuh dan kemudian pecah. Pada akhirnya abses akan mengering dan membentuk fistula ani yang terhubung dengan kelenjar yang terinfeksi.

Pada umumnya, penyakit ini lebih banyak terjadi pada pria dan muncul pertama kali pada usia sekitar 40 tahunan. Penyakit ini umumnya tidak dapat sembuh dengan sendirinya sehingga diperlukan pengobatan oleh dokter.

 

Gejala Fistula Ani

Beberapa gejala gejala yang timbul pada fistula ani:

  • Rasa nyeri di area sekitar anus yang semakin parah atau terasa berdenyut ketika Anda duduk, bergerak, batuk maupun buang air besar.
  • Rasa gatal di kulit sekitar anus.
  • Terjadi pembengkakan, kemerahan dan rasa perih akibat iritasi di kulit sekitar anus.
  • Keluar darah atau terjadi pendarahan di anus ketika buang air besar.
  • Timbulnya bau yang tajam dan tidak sedap pada kulit di sekitar anus.
  • Keluar nanah yang berbau busuk dari kulit sekitar anus.
  • Demam, meriang/tubuh menggigil, serta merasa kelelahan.
  • Buang air besar sulit dikontrol.
  • Timbulnya lubang pada kulit dan muncul feses dari lubang tersebut.

 

Penyebab Fistula Ani

Pada umumnya penyakit ini disebabkan oleh dua hal utama berikut:

  1. Infeksi anus

Abses atau penumpukan nanah biasanya menyertai infeksi ini. Nanah umumnya terjadi akibat kelenjar kecil pada anus terinfeksi oleh bakteri. Hal ini sering dialami oleh orang yang memiliki daya tahan tubuh rendah, seperti penderita HIV atau mereka yang sedang melakukan kemoterapi atau terapi radiasi pengobatan kanker usus besar.

  1. Peradangan atau inflamasi pada usus

Penyebab fistula ani lainnya adalah komplikasi atau gangguan pada usus besar yang disebabkan oleh beberapa kondisi berikut:

  • Divertikulitis yaitu infeksi yang terjadi pada kantong kecil di bagian samping usus besar.
  • Penyakit Crohn yaitu kondisi kronis yang menimbulkan peradangan atau inflamasi pada dinding saluran pencernaan untuk jangka waktu yang panjang.

Penyebab fistula ani lainnya adalah sebagai berikut:

  • Kanker usus besar dan anus, biasanya terjadi pasca radioterapi
  • Cedera atau luka di daerah sekitar anus.
  • Infeksi tuberkolosis yaitu infeksi bakteri yang menyerang paru-paru dan dapat juga menyebar ke bagian tubuh lain termasuk saluran cerna.
  • HIV yaitu infeksi virus yang menyebabkan AIDS dan berpengaruh terhadap sistem imun tubuh
  • Penyakit menular seksual yang menyerang anus misalnya klamidia.
  • Trauma atau komplikasi bekas operasi di daerah sekitar anus.
  • Hidradenitis suppurativa yaitu kondisi kulit yang menjadi sebab timbulnya abses dan jaringan parut.

 

Faktor Risiko Fistula Ani

Beberapa faktor risiko atau kondisi yang menyebabkan seseorang rentan mengalami penyakit ini, antara lain:

  • Radang usus besar, yakni meliputi penyakit Crohn atau inflammatory bowel syndrome (IBD).
  • Divertikulitis
  • Fisura ani
  • Penyakit menular seksual, seperti lymphogranuloma venereum (LGV), HIV.
  • Karsinoma atau keganasan pada kolon
  • Infeksi jamur, misalnya aktinomikosis
  • Infeksi bakteri, misalnya tuberculosis
  • Diabetes melitus
  • Cedera atau luka pada anus
  • Terapi radiasi untuk kanker
  • Komplikasi operasi atau pembedahan pada daerah sekitar anus
  • Hidradenitis suppurativa
  • Diare kronis.

 

Komplikasi Fistula Ani

Gejala penyakit ini akan semakin memburuk jika tidak dilakukan perawatan yang tepat. Komplikasi dapat terjadi apabila penyakit ini tidak mendapatkan pengobatan yang tepat.

Beberapa komplikasi yang mungkin timbul akibat fistula ani antara lain :

  • Ketidakmampuan mengontrol pergerakan usus sehingga memberikan pengaruh pada kebiasaan buang air. Buang air besar dan buang air kecil menjadi sulit terkontrol sehingga dapat keluar dengan sendirinya sewaktu waktu.
  • Inkontinensia tinja.
  • Kekambuhan fistula ani.
  • Stenosis anus (penyempitan anus).

 

Diagnosis Fistula Ani

Pada awal diagnosis, dokter akan menanyakan pada pasien berkaitan dengan keluhan yang dialami, kemudian dokter akan melakukan pemeriksaan fisik khususnya di daerah sekitar anus.

Dokter akan memeriksa apakah terjadi peradangan atau inflamasi pada anus dan kulit di sekitar anus tersebut. Jika terlihat lubang yang dimungkinkan adalah fistula, dokter akan melakukan pengecekan pada kedalaman lubang tersebut. Dokter juga akan memeriksa apakah ada bentuk yang menyerupai saluran atau terowongan yang menghubungkan antara lubang di kulit tersebut dengan kelenjar di anus.

Pada beberapa kasus, penyakit ini tidak dapat dengan mudah dilihat dari luar. Oleh karena itu terkadang dokter perlu melakukan pemeriksaan lanjutan atau pemeriksaan penunjang lainnya untuk mengetahui keadaan di dalam anus dan penyebab penyakit.

 

Pencegahan Fistula Ani

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah risiko terjadinya penyakit ini, adalah:

  • Selalu manjaga kebersuhan anus, alat kelamin dan bagian tubuh di sekitarnya.
  • Melakukan hubungan seksual dengan tidak berganti-ganti pasangan.
  • Penerapan pola makan sehat dan bergizi seimbang.
  • Mengkonsumsi serat dalam jumlah yang cukup agar tidak terjadi sembelit dan menjaga agar feses tetap lunak.
  • Minum air putih dalam jumlah yang cukup sekitar 1.5-2 liter per hari.
  • Melakukan pemeriksaan dan pengobatan ke dokter apabila terkena penyakit yang menjadi faktor risiko timbulnya penyakit ini.

 

Pengobatan Fistula Ani

Pengobatan penyakit ini umumnya ditujukan untuk menghilangkan fistula ani dan mengeluarkan nanah dengan tetap melindungi otot sfingter anus (otot yang berfungsi untuk mengatur buka tutup anus). Otot sfingter anus harus tetap dilindungi dan terhindar dari kerusakan karena dapat menyebabkan hilangnya kontrol pada usus besar.

Dokter umumnya akan mengambil tindakan medis seperti operasi untuk mengobati fistula ani. Setelah menjalani proedur operasi, dokter biasanya akan memberikan obat-obatan tertentu untuk membantu penyembuhan. Pasien juga sebaiknya melakukan kunjungan berkala ke dokter untuk memastikan penyakit tersebut benar-benar sembuh.

Klinik Pandawa sebagai salah satu klinik kelamin terbaik di kota Jakarta menyediakan layanan untuk pengobatan dan operasi fistula ani. Dokter yang berpengalaman, alat-alat kesehatan yang modern, dan fasilitas yang memadai menjadikan Klinik Pandawa pilihan tepat bagi Anda yang ingin melakukan pengobatan dan operasi fistula ani. Dokter di Klinik Pandawa akan menyarankan pengobatan atau tindakan medis yang tepat untuk menangani fistula anis yang Anda derita.

Anda dapat berkonsultasi online dengan dokter kami secara gratis di nomor 0821-1141-0672/021-6231-3337 (telepon/SMS/WA) atau melalui link layanan konsultasi. Dapatkan promo menarik setiap bulannya untuk berbagai layanan kesehatan di Klinik Pandawa.

One Response

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *