Pernah mendengar kulup tertarik dan tidak bisa balik lagi. Jika iya, biasanya terkait dengan di sunat jin? Itu biasanya menjadi stigma di kampung yang memang sudah melekat selama bertahun-tahun. Padahal, sebenarnya itulah parafimosis. Penyakit pada kulup yang tidak bisa kembali ke posisi semula.

Untuk lebih detilnya, berikut definisi Parafimosis. Parafimosis adalah kondisi kulup yang tidak bisa kembali ke posisi semula, setelah sebelumnya ditarik dalam waktu yang lama. Karena terkait dengan kulit kulup, parafimosis cuma terjadi pada pria yang belum disunat.

Baca juga : Infeksi Jamur Pria Timbulkan Radang Kepala Penis

Gejala parafimosis pada pria

gejala parafimosis
Gejala parafimosis sering dialami oleh pria yang belum sunat akibat menarik kulup terlalu lama.

Bukan tanpa tanda, gejala parafimosis biasanya hadir saat kulit kulup tertarik dan mulai diikuti rasa sakit plus bengkak pada kepala penis. Selain itu, karena peredaran darah terhambat, ujung penis akan berubah warna menjadi merah tua atau biru.

Parafimosis merupakan penyakit serius apabila tak langsung ditangani dokter ahli. Karena akan menyebabkan terjadinya infeksi serius yang bisa mematikan jaringan. Parahnya, amputasi bisa menjadi kemungkinan terburuk di ujung penis. Solusinya, dokter harus melakukan tindakan sesegera mungkin.

Jika tidak, cara mengembalikan kulit kulup yang terkena parafimosis semakin sulit dan akibat yang lebih parah akan bisa saja terjadi.

Baca juga : Awas! Gejala Penyakit Herpes Berupa Bintil-bintil di Kemaluan Pria

Penyebab parafimosis

penyebab parafimosis
Penyebab parafimosis diantaranya memiliki kulit kulup yang terlalu ketat.

Sebenarnya masalah pada kulit kulup bukan hanya terkait parafimosis, sebab fimosis juga menjadi masalah penis yang belum disunat. Namun, untuk artikel ini parafimosis akan mendapat porsi lebih dan diulas hingga tuntas. Salah satunya, yakni penyebab parafimosis yang menjadi pemicunya.

Untuk parafimosis sebenarnya merupakan kejadian yang tidak terlalu sering terjadi. Sebab, pemicu kondisi tersebut karena pemilik penis lupa mengembalikan posisi kulup sesudah ditarik. Sehingga dalam waktu yang lama, selama beberapa jam kulup tak bisa kembali seperti sedia kala.

Selain itu, faktor lain yang bisa menjadikan parafimosis muncul, seperti:

  • Pernah mendapat cedera di sekitar penis.
  • Terkena infeksi secara berlebihan.
  • Terlalu kencang menarik kulup secara berlebihan.
  • Mempunyai kulit kulup yang ketat.
  • Melakukan piercing pada penis.
  • Sedang menjalani kateter.

Baca juga : Penyakit Kutil Kelamin si Penyebab Kanker Penis

Pengobatan parafimosis di penis

pengobatan parafimosis
Pengobatan parafimosis diantaranya dengan melakukan sunat sebagai solusi yang paling efektif.

Parafimosis sangat mudah didiagnosa oleh dokter ahli. Sebab, secara kasat mata mudah sekali untuk dilihat. Tinggal disesuaikan saja dengan beberapa keluhan dan gejala yang dialami si pasien pada bagian kulup.

Seandainya sudah positif  parafimosis, maka dilihat tingkat keparahannya. Usia dan kasus si pasien akan menjadi faktor utama penentuan penanganan yang akan dilakukan oleh dokter.

Namun, untuk mengatasi parafimosis sejak dini, ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Diantaranya dengan melakukan serangkaian penanganan seperti;

  • Melakukan pengompresan kepada bagian yang bengkak dengan menggunakan es.
  • Bungkus erat penis dengan perban.
  • Mencoba untuk mengeluarkan darah atau nanah dengan menggunakan jarum steril
  • Lakukan penyuntikkan obat untuk mengurangi pembengkakan.

Sedangkan untuk parafimosis yang sudah kronis, dokter akan memberikan suntikan khusus. Baik berupa obat bius ataupun tindakan lain sesuai dengan kebutuhan.

Masalah pada kulit kulup yang tersangkut pun harus segera dilakukan tindakan. Penyanyatan mesti dilakukan untuk mengurangi tekanan dan meredakan pembengkakan. Tujuannya, guna membuat kulup bisa kembali ditarik ke posisi normal.

Sebaiknya, proses sunat juga menjadi solusi yang bijak, bila tidak ingin kejadian masalah pada kulit kulup ini terulang kembali. Setelahnya, dokter akan mengajarkan cara membersihkan dan merawat ujung penis agar senantiasa bersih dan bebas infeksi.

Baca juga : Waspada! Penyakit Eksim pada Genithal Pria

Mencegah parafimosis dengan sederhana

mencegah parafimosis
Mencegah parafimosis bisa dilakukan dengan tidak menaburkan bedak atau zat kimia lainnya ke penis.

Ada beberapa langkah sederhana untuk Anda menghindari parafimosis. Pertama, jaga selalu kebersihan penis secara berkala dengan membasuhnya dengan air hangat.

Kedua, tidak menaburkan bedak atau zat kimia lain ke bagian penis. Karena bisa menimbulkan iritasi terhadap kulit kulup dan penis itu sendiri.

Ketiga, jangan menarik atau membuka kulup bayi yang bisa membuatnya cedera dan menimbulkan rasa sakit berkepanjangan.

Keempat, lakukanlah sunat agar Anda bisa terbebas dari parafimosis seumur hidup. Karena kulit kulup akan dibuang sehingga penis akan lebih mudah dibersihkan dan dirawat setiap hari.