Awas Teratozoospermia! Salah Satu Penyebab Infertilitas Pada Pria

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

teratozoospermiaTeratozoospermia menjadi permasalahan infertilitas paling umum yang terjadi pada pria. Jika pasangan suami istri sulit mendapatkan keturunan, maka yang perlu diperhatikan bukan hanya faktor kesuburan pada wanitanya. Kasus kegagalan yang terjadi saat proses pembuahan juga tergantung pada tingkat kesuburan pria dengan persentase sebesar 50 persen. Oleh karena itu, faktor kesehatan dan kesuburan pada pria juga harus diperhatikan dengan baik agar tidak terjadi infertilitas.

Untuk mengetahui gangguan kesuburan yang dikenal dengan nama teratozoospermia, klinikpandawa.com akan membahas mengenai definisi, penyebab, pencegahan dan penanganan di Klinik Pandawa  sebagai berikut.

 

Definisi Teratozoospermia

Teratozoospermia atau juga dikenal sebagai teratospermia merupakan masalah kesehatan pada pria dimana sel sperma yang dihasilkan memiliki bentuk yang abnormal. Hal inilah yang menyebabkan sperma sulit membuahi sel telur.

Dalam dunia medis, Teratozoospermia berperan sebagai pertanda adanya gangguan infertilitas ataupun kesuburan yang diakibatkan oleh abnormalitas bentuk sperma. Jika bentuk sperma yang abnormal terlalu banyak maka timbullah gangguan pada kesuburan pria. Sperma yang abnormal akan sulit untuk membuahi sel telur yang disebabkan oleh fungsi sperma yang tidak baik.

Gangguan pada sperma ini dapat diidentifikasi melalui analisis seminogram. Apabila bentuk sperma yang tidak normal mencapai persentase lebih dari 30 persen maka kondisi tersebut termasuk dalam kategori kelainan atau kondisi tidak normal. Sedangkan apabila bentuk sperma yang tidak normal masih dibawah 30 persen maka kondisi tersebut termasuk dalam kategori normal.

 

Jenis-Jenis Ketidaknormalan Pada Sperma

Ketidaknormalan pada sperma dapat dikelompokan berdasarkan apakah kecacatan tersebut muncul pada bagian kepala sperma, bagian tengah sperma, atau ekor sperma.

Pada sperma yang normal, kepala sperma memiliki bentuk oval sempurna dan berekor tunggal, panjang, terurai, dan bagian tengah spermanya dapat dibedakan dengan jelas, yakni lebih tebal sedikit daripada ekor sperma.

Sperma yang normal mempunyai tiga bagian yakni kepala sperma, bagian tengah sperma, dan ekor sperma. Teratospermia dapat dilihat pada salah satu atau seluruh bagian sperma yang menunjukan kelainan. Pengobatan teratozoospermia dapat dioptimalkan dengan mengetahui bagian sperma mana yang mempunyai bentuk abnormal.

Contoh ketidaknormalan pada sperma antara lain:

  1. Big Head adalah sperma abnormal dengan ukuran kepala sperma yang lebih besar dari ukuran normal.
  2. Small Head adalah sperma abnormal dengan ukuran kepala sperma yang lebih kecil dari ukuran normal.
  3. Rough Head adalah sperma abnormal dengan kondisi kepala sperma yang rusak.
  4. Two Head adalah sperma abnormal dimana bagian kepala sperma memiliki dua kepala.
  5. Rough Body adalah sperma abnormal dengan kondisi bagian tengah sperma yang rusak.
  6. Two Tail adalah sperma abnormal dimana bagian ekor sperma memiliki 2 cabang.

Pada saat pemeriksaan sperma, teratozoospermia seringkali diikuti dengan penyebab kondisi sperma tidak normal lainnya, seperti oligozoospermia ( jumlah sperma yang sedikit ) ataupun asthenozoospermia ( kondisi sperma dengan motilitas yang kurang ).

 

Penyebab Teratozoospermia

Pada dasarnya faktor penyebab gangguan kesuburan pada pria lebih banyak dibandingkan dengan wanita. Berikut beberapa penyebab teratozoospermia, antara lain:

  • Faktor genetik / keturunan
  • Pengobatan kanker seperti kemoterapi atau radioterapi
  • Gangguan pada alat kelamin
  • Pola makan yang tidak sehat
  • Kegemukan
  • Stres, trauma, panik atau depresi
  • Infeksi
  • Merokok
  • Memakai narkoba
  • Minum-minuman keras atau alkohol
  • Demam tinggi
  • Varicocele ( pembesaran pembuluh darah vena pada penis) sehingga timbul infeksi saluran reproduksi
  • Meningitis
  • Diabetes mellitus
  • Semen infections
  • Kelelahan / Istirahat yang kurang
  • Radiasi, misalnya penderita bekerja di lingkungan yang tinggi cemarannya, seperti kawasan industri
  • Suhu di sekitar testis yang terlalu panas, misalnya pada orang yang bekerja terus-menerus di dekat panas seperti supir atau juru masak, atau memakai celana yang terlalu ketat juga bisa mengganggu kesehatan testis
  • Ketidakseimbangan hormon testosterone
  • Kelainan kromosom
  • Obat-obatan tertentu yang dapat berinteraksi dengan hormon yang diproduksi dalam tubuh seperti FSH, testosteron dan GnRH yang menyebabkan perubahan dalam proses produksi sperma yang mengakibatkan pematangan yang tidak lengkap. Ini adalah alasan lain teratozoospermia pada pria.

 

Pencegahan Teratozoospermia

Untuk mencegah teratozoospermia pada pria, Anda dapat melakukan beberapa tips berikut sehingga kesehatan dan kesuburan sperma Anda menjadi lebih terjaga dan akan mudah untuk memiliki keturunan :

  • Istirahat yang cukup dengan pola tidur yang berkualitas 7 jam perhari
  • Konsumsi makanan yang bergizi
  • Makan buah dan sayuran yang kaya akan antioksidan
  • Olahraga yang rutin
  • Jangan merokok
  • Tidak minum minuman beralkohol
  • Mengkonsumsi suplemen Vitamin E
  • Menghindari pemakaian celana yang terlalu ketat

Beberapa alasan teratozoospermia dapat disembuhkan adalah apabila Anda mengecek ulang rencana diet Anda, meninggalkan kebiasaan yang kurang sehat,dan mengurangi tingkat stress. Dengan cara-cara pencegahan seperti tersebut diatas, maka diharapkan kualitas sperma Anda dapat meningkat, sehingga mengarah kepada peluang yang lebih baik untuk mengatasi ketidaksuburan dan kemudahan dalam memperoleh keturunan.

 

Pengobatan Teratozoospermia di Klinik Pandawa

Dengan pengobatan yang tepat, maka teratozoospermia akan dapat diatasi. Penanganan teratozoospermia meliputi berbagai perawatan kesuburan dan juga menerapkan perubahan gaya hidup.

Klinik pandawa sebagai salah satu klinik andrologi terbaik di kota Jakarta menyediakan layanan untuk pengobatan teratozoospermia. Dokter yang berpengalaman, alat-alat kesehatan yang modern, dan fasilitas yang memadai menjadikan Klinik Pandawa pilihan tepat bagi Anda yang ingin melakukan pengobatan teratozoospermia sehingga dapat memudahkan Anda untuk memperoleh keturunan.

Anda dapat berkonsultasi online dengan dokter kami secara gratis di nomor 0821-1141-0672/021-6231-3337 (telepon/SMS/WA) atau melalui link layanan. Dapatkan promo menarik setiap bulannya untuk berbagai layanan di Klinik Pandawa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

klinik-pandawa-logo-white.png

Tanya Dokter sekarang

Konsultasikan keluhanmu
dengan Dokter Kami yang Berpengalaman