Balanitis Adalah Radang Kepala Penis, Yuk Kenali Lebih Dalam Penyakit Ini

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

balanitis adalahBalanitis adalah salah satu jenis gangguan umum yang terjadi pada penis pria yang tidak disunat. Namun Anda yang sudah disunat bukan berarti tidak perlu khawatir terhadap penyakit ini. Anda tetap harus menjaga kebersihan penis agar tidak terkena berbagai macam penyakit kelamin.

Untuk mengetahui penyakit balanitis lebih dalam, mari kita simak pembahasan berikut ini.

 

Definisi Balanitis

Balanitis adalah peradangan yang timbul pada ujung kepala penis (glans penis) dan kulit yang melingkupinya dan biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, jamur maupun penyebab lainnya. Balanitis ditandai dengan adanya pembengkakan dan kemerahan pada kepala penis.

Balanitis adalah penyakit yang biasa ditemukan dalam praktik klinis sehari-hari. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja namun biasanya timbul pada anak laki-laki dan laki-laki dewasa yang belum disunat. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan dapat terjadi pula pada laki-laki dewasa dan anak laki-laki yang telah disunat. Balanitis juga dapat ditemukan pada wanita. Balanitis pada wanita ditandai dengan munculnya peradangan pada klitoris, akan tetapi kasus pada wanita jarang ditemukan.

 

Klasifikasi Balanitis

Balanitis adalah peradangan pada kulup atau kepala penis yang dapat diklasifikasikan menjadi tiga jenis, yaitu:

  1. Zoon’s Balanitis  yaitu balanitis yang umumnya disebabkan oleh inflamasi / infeksi.
  2. Circinate Balanitisyaitu balanitis yang terjadi karena adanya arthritis reaktif.
  3. Pseudoepitheliomatous Keratotic and Micaceous Balanitis yaitu balanitis yang ditandai dengan melepuhnya kulit dan timbul kerak pada kulit.

 

Gejala Balanitis

Gejala-gejala balanitis adalah sebagai berikut:

  • Kepala penis bengkak dan kemerahan.
  • Nyeri dan sulit saat buang air kecil.
  • Penis terasa gatal, perih dan seperti terbakar.
  • Penis mengeluarkan cairan berwarna kekuningan yang berbau busuk.
  • Terkadang muncul nanah pada bagian bawah kulup penis.
  • Kulup penis terasa kencang.
  • Muncul benjolan yang diakibatkan oleh pembengkakan kelenjar getah bening (limfadenopati) di area lipatan paha (inguinal).
  • Gejala sistemik seperti demam dan malaise.

 

Penyebab Balanitis

Penyebab balanitis adalah infeksi, kondisi kulit kronis / kelainan kulit dan faktor lainnya. Infeksi tersebut biasanya disebabkan oleh perilaku seksual yang kurang baik, maupun infeksi yang terjadi secara non-seksual. Infeksi tersebut biasanya disebabkan oleh:

  • Jamur.
  • Bakteri yang tumbuh di bagian bawah kulup penis yang belum disunat.
  • Penyakit menular seksual, misalnya herpes simpleks, gonore, klamidia, atau sifilis dsb.

Infeksi ini muncul karena kurangnya kebersihan penis pria. Kebersihan penis yang buruk tersebut umumnya dikarenakan pembersihan yang kurang atau justru terlalu sering dilakukan pembersihan. Kebersihan penis yang buruk ini seringkali menimbulkan iritasi dan menyebabkan pertumbuhan jamur atau bakteri. Jika dibiarkan terus menerus maka dapat menyebabkan peradangan pada kepala penis.

Sedangkan balanitis akibat kondisi kulit kronis atau kelainan kulit di penis umumnya disebabkan oleh:

  • Eksim (dermatitis atopik), adalah gangguan pada kulit yang diakibatkan oleh alergi yang biasanya ditandai dengan adanya ruam merah pada kulit, kulit kering, dan gatal.
  • Psoriasis, adalah gangguan pada kulit yang disebabkan oleh autoimun dan ditandai dengan adanya ruam merah, kulit kering, kulit bersisik dan kulit mudah terkelupas.
  • Dermatitis kontak, gangguan pada kulit yang ditandai dengan adanya peradangan yang timbul akibat kontak langsung atau paparan zat kimia tertentu yang menyebabkan iritasi pada kulit seperti ruam merah, bengkak, dan rasa gatal.

Selain kedua hal tersebut diatas, balanitis juga dapat disebabkan oleh beberapa faktor lainnya, seperti :

  • Memakai sabun mandi batangan yang menyebabkan kulit penis mudah kering dan iritasi.
  • Alergi terhadap kondom atau alat pengaman yang berbahan lateks.
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu, misalnya obat pencahar, obat pereda nyeri, dsb.
  • Luka atau cedera pada bagian ujung penis atau kulup.
  • Obesitas atau kegemukan.

 

Faktor Risiko Balanitis

Seseorang akan lebih mudah terkena balanitis jika ia mengalami kondisi-kondisi tertentu. Faktor risiko balanitis adalah sebagai berikut:

  • Diabetes, khususnya jika kadar gula darah tidak terkontrol. Kadar gula yang tinggi pada air seni penderita diabetes dapat membuat bakteri di penis berkembang biak secara cepat sehingga menyebabkan infeksi.
  • Fimosis, yakni kondisi kulup penis yang terlalu ketat sehingga membuat kulup penis tidak dapat ditarik ke belakang.
  • Alat kelamin yang tidak disunat.
  • Kurang menjaga kebersihan alat kelamin.
  • Penggunaan steroid jangka panjang.
  • Pasien yang rutin melakukan kemoterapi.

 

Komplikasi Balanitis

Anda dapat segera melakukan pemeriksaan ke dokter untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya komplikasi. Jika balanitis tidak segera ditangani, maka dimungkinkan terjadi komplikasi. Komplikasi balanitis adalah sebagai berikut:

  • Timbulnya jaringan parut di penis yang umumnya disebabkan oleh gatal, ruam dan peradangan kulit sehingga sulit buang air kecil.
  • Tercabutnya kulup.
  • Aliran darah yang tidak lancar ke penis sehingga pasokan darah tidak memadai.

 

Diagnosis Balanitis

Dokter dapat mendiagnosis balanitis melalui pemeriksaan fisik secara detail maupun pemeriksaan laboratorium ataupun pemeriksaan penunjang lainnya. Pemeriksaan laboratorium berfungsi untuk mengetahui jenis bakteri atau jamur yang menjadi penyebab infeksi penyakit balanitis. Hal ini perlu dilakukan agar dokter dapat memberikan penanganan yang tepat terhadap balanitis yang diderita pasien tersebut.

 

Pencegahan Balanitis

Untuk mencegah terjadinya infeksi pada penis, dapat dilakukan dengan beberapa cara. Cara pencegahan balanitis adalah sebagai berikut:

  • Membersihkan penis termasuk kepala penis dan kulupnya secara teratur.
  • Kulup penis harus ditarik keatas sehingga kepala penis dapat dibersihkan dengan baik.
  • Menggunakan air hangat dan sabun yang lembut saat membersihkan penis.
  • Mengeringkan kepala penis dengan handuk atau tisu setelah dibersihkan.
  • Khitan pada penis.
  • Tidak melakukan aktivitas seksual yang berbahaya seperti berganti-ganti pasangan.
  • Jika balanitis tersebut berkaitan dengan reaksi alergi dan iritasi, maka pastikan untuk tidak Kembali menggunakan produk yang membuat alergi tersebut.

 

Pengobatan Balanitis Di Klinik Pandawa

Dokter melakukan pengobatan terhadap balanitis berdasarkan penyebab penyakitnya. Dokter akan memberikan terapi obat maupun tindakan medis lainnya jika diperlukan.

Klinik Pandawa sebagai salah satu klinik kelamin terbaik di kota Jakarta menyediakan layanan untuk pengobatan balanitis. Dokter yang berpengalaman, alat-alat kesehatan yang modern, dan fasilitas yang memadai menjadikan Klinik Pandawa pilihan tepat bagi Anda yang ingin melakukan pengobatan balanitis. Dokter di Klinik Pandawa akan menyarankan pengobatan atau tindakan medis yang tepat untuk menangani balanitis yang Anda derita.

Anda dapat berkonsultasi online dengan dokter kami secara gratis di nomor 0821-1141-0672/021-6231-3337 (telepon/SMS/WA) atau melalui link layanan. Dapatkan promo menarik setiap bulannya untuk berbagai layanan kesehatan kelamin di Klinik Pandawa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

klinik-pandawa-logo-white.png

Tanya Dokter sekarang

Konsultasikan keluhanmu
dengan Dokter Kami yang Berpengalaman