Waspadai Servisitis! Peradangan Pada Leher Rahim

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

servisitis

Servisitis merupakan salah satu penyakit yang umum terjadi pada wanita. Penyakit ini biasanya disebabkan oleh infeksi atau iritasi fisik. Jaringan pada serviks yang terkena peradangan akan tampak memerah, bengkak, berlendir ataupun bernanah. Infeksi ini dapat mempengaruhi sistem reproduksi lainnya seperti uterus (rahim) atau tuba falopi.

Kondisi ini juga dapat memengaruhi fertilitas atau kesuburan. Penting bagi wanita untuk mencari tahu mengenai segala hal yang berkaitan dengan servisitis agar dapat dilakukan penanganan dengan tepat.

Mari kita simak pembahasan berikut ini.

 

Definisi Servisitis

Servisitis merupakan radang yang terjadi pada serviks atau leher rahim. Serviks adalah bagian paling bawah dari rahim yang terhubung dengan vagina dan berfungsi sebagai jalan masuk menuju rahim dari vagina.

Seperti halnya jaringan tubuh lainnya, peradangan juga dapat terjadi pada serviks. Hal tersebut dapat disebabkan oleh dua hal, yakni faktor infeksi dan faktor noninfeksi. Peradangan tersebut dapat dilihat dengan adanya perdarahan dari vagina di luar masa menstruasi, ataupun nyeri pada saat berhubungan intim, serta keluarnya cairan yang tidak normal dari vagina.

Penyakit ini dapat berkembang menjadi penyakit yang akut atau parah. Apabila servisitis yang disebabkan oleh infeksi tidak segera diobati, maka dapat menyebar hingga ke rongga perut, sehingga menyebabkan gangguan kesuburan, dan juga menimbulkan masalah pada janin bagi ibu yang sedang hamil.

 

Gejala Servisitis

Pada umumnya, penderita penyakit ini tidak merasakan gejala apa pun. Penderita baru menyadari bahwa mereka terkena penyakit ini setelah melakukan pemeriksaan ke dokter untuk alasan lainnya. Sedangkan beberapa penderita yang merasakan gejala servisitis mengalami hal-hal berikut :

  • Keputihan yang berlebihan yang ditandai dengan keluarnya cairan dari vagina yang tidak normal dan dalam jumlah banyak. Cairan ini biasanya berwarna kuning pucat keabu-abuan dan disertai bau tidak sedap.
  • Buang air kecil yang sering dan menyakitkan ( infeksi saluran kemih )
  • Dispareunia.
  • Perdarahan dari vagina setelah berhubungan intim.
  • Pendarahan di luar siklus menstruasi.
  • Nyeri pada vagina.
  • Panggul terasa tertekan.
  • Sakit punggung.
  • Nyeri pada panggul atau perut.
  • Rasa Nyeri pada saat buang besar.
  • Demam.

Peradangan yang terjadi pada serviks dapat menjadi lebih parah jika berkembang lebih lanjut, yang biasanya ditandai dengan munculnya luka terbuka atau keluarnya cairan dari vagina yang berupa nanah.

 

Penyebab Servisitis

Penyakit ini disebabkan oleh beberapa hal berikut :

  • infeksi bakteri atau virus yang terjadi pada saat berhubungan intim. Misalnya gonorrhea, chlamydia, trichomoniasis, herpes genital, HPV ( Human Papilloma Virus ), dan bakteri lainnya.
  • Reaksi alergi pada spermisida (zat yang dapat mematikan sperma) atau bahan lateks dari alat-alat kontrasepsi, serta produk-produk kewanitaan.
  • Pertumbuhan flora normal atau bakteri baik yang tidak terkendali pada vagina.
  • Iritasi atau cedera yang disebabkan pemakaian tampon.
  • Ketidakseimbangan hormon, di mana hormon estrogen jauh lebih rendah dibanding hormon progesteron, sehingga mengganggu kemampuan tubuh dalam mempertahankan kesehatan serviks
  • Kanker atau efek samping perawatan kanker.

 

Faktor Resiko Servisitis

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan resiko timbulnya servisitis pada wanita adalah:

  • Melakukan hubungan intim yang tidak aman, seperti tidak menggunakan kondom
  • Sering berganti-ganti pasangan
  • Melakukan hubungan seks dengan orang yang beresiko tinggi.
  • Aktif berhubungan seks sejak usia dini atau usia muda.
  • Memiliki riwayat infeksi atau penyakit menular seksual.

 

Diagnosis Servisitis

Seorang wanita dapat didiagnosis menderita servisitis oleh dokter berdasarkan pemeriksaan fisik atas gejala yang timbul pada dirinya. Pemeriksaan yang dilakukan untuk menunjang diagnosis ini meliputi pemeriksaan bagian panggul untuk mengecek daerah yang terkena peradangan dalam bentuk pembengkakan serta pengamatan kondisi vagina dan serviks.

Untuk memastikan diagnosis, pada umumnya dokter juga masih harus melakukan pemeriksaan pendukung. Salah satunya adalah pemeriksaan pap smear, di mana dokter akan mengambil sampel cairan dari serviks dan vagina guna diteliti lebih lanjut di laboratorium untuk melihat tanda infeksi.

 

Komplikasi Servisitis

Servisitis yang dibiarkan dan tidak mendapatkan penanganan yang tepat dapat menyebabkan timbulnya berbagai komplikasi. Misalnya, infeksi yang berlanjut ke organ wanita yang lebih dalam seperti rahim, tuba falopi, hingga ovarium.

Apabila sudah terjadi hal tersebut maka komplikasi ini biasa disebut penyakit inflamasi pelvis (pelvic inflammatory disease). Komplikasi ini menimbulkan sepsis hingga mengancam nyawa. Tidak hanya itu, pengobatan komplikasi ini memerlukan antibiotik sistemik yang memenuhi syarat.

 

Pencegahan Servisitis

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah timbulnya penyakit servisitis pada wanita, yakni:

  • Melakukan hubungan seksual yang aman dan tidak berganti-ganti pasangan.
  • Menghindari produk-produk pembersih kewanitaan yang mengandung parfum, karena dapat menimbulkan iritasi pada vagina ataupun serviks.

 

Pengobatan  Servisitis Di Klinik Pandawa

Penanganan servisitis dapat diidentifikasi berdasarkan penyebab dan tingkat keparahannya. Untuk servisitis noninfeksi, seperti iritasi terhadap penggunaan bahan, alat, atau produk tertentu, maka yang perlu dilakukan adalah menghentikan pemakaian produk-produk tersebut hingga sembuh dan penderita tidak memerlukan perawatan yang khusus.

Namun untuk kasus servisitis yang diakibatkan oleh infeksi menular seksual, maka yang perlu dilakukan adalah berobat ke dokter. Dokter akan berupaya untuk menyembuhkan infeksi dan mencegah penularannya ke organ lainnya seperti rahim atau saluran telur. Dokter akan menggunakan obat-obatan ataupun tindakan medis lainnya sebagai upaya untuk penyembuhan servisitis.

Selain itu, penderita juga disarankan untuk tidak berhubungan seks terlebih dahulu hingga benar-benar sembuh. Hal ini perlu dilakukan agar tidak memperparah penyakit dan menularkan ke pasangan.

Klinik Pandawa sebagai salah satu klinik ginekologi terbaik di kota Jakarta menyediakan layanan untuk pengobatan servisitis. Dokter yang berpengalaman, alat-alat kesehatan yang modern, dan fasilitas yang memadai menjadikan Klinik Pandawa pilihan tepat bagi Anda yang ingin melakukan pengobatan servisitis.

Anda dapat berkonsultasi online dengan dokter kami secara gratis di nomor 0821-1141-0672/021-6231-3337 (telepon/SMS/WA) atau melalui link layanan. Dapatkan promo menarik setiap bulannya untuk berbagai layanan kesehatan di Klinik Pandawa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

klinik-pandawa-logo-white.png

Tanya Dokter sekarang

Konsultasikan keluhanmu
dengan Dokter Kami yang Berpengalaman